BPBD Banjarbaru : Titik Api di Banjarbaru Turun Drastis, 32 Armada Siaga Padamkan Api

waktu baca 2 menit
Minggu, 6 Sep 2026 23:14 87 Banjarbaru Emas

BANJARBARUEMAS.COM – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Banjarbaru menunjukkan hasil signifikan. Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarbaru, Zaini, menyebut jumlah titik api atau hotspot saat ini hanya tersisa 11 titik dengan kategori ringan.

Zaini merinci, dalam pantauan terbaru hanya ada 2 titik api baru yang muncul. Satu di Kecamatan Cempaka dan satu lagi di Landasan Ulin.

“Kalau di daerah yang ada di mana di Kecamatan Cempaka karena memang vegetasinya beda ya dengan di daerah dan tapi itu pun lebih mudah dipadamkan kalau di daerah Kecamatan Cempaka. Nah yang sangat sulit ini daerah apa eh Landasan Ulin vegetasinya adalah gambut,” ujarnya seusai mengikuto Rakor di aditorium Polda Kalsel, Sabtu (5/09/2026).

Kedua titik tersebut, menurutnya, sudah berhasil dipadamkan, ia menyebut kebakaran di Cempaka relatif lebih mudah karena berupa lahan kering, sementara di Landasan Ulin lebih sulit karena lahannya gambut.

“Karena kita koordinasi dalam penanganan ini selalu koordinasi baik dengan TNI, Polri pemerintah daerah dan provinsi akhirnya titik api sudah sangat jauh menurun dibanding minggu-minggu yang lalu,” katanya.

Sementara untuk pencegahan, BPBD Banjarbaru mengintensifkan patroli setiap hari, bahkan pihaknya saat ini sudah membangun empat  posko yang dipantau bersama TNI dan Polri.

“Yang jelas dalam hal ini kami setiap hari melakukan patroli karena kita tahu bahwa di Kota Banjarbaru sini kita sudah memiliki ada empat posko. Posko-posko selalu dipantau itu termasuk di TNI Polri juga setiap apa setiap saat untuk melakukan pemantauan,” jelasnya.

Dari sisi armada, Zaini menyebut BPBD mengerahkan 32 unit yang terdiri dari tangki dan kendaraan modifikasi dengan tandon air. Armada ini difokuskan untuk membantu pembasahan di wilayah yang mudah terbakar seperti Cempaka.

“Untuk tangki sendiri kita turunkan tiga puluh dua. Tiga puluh dua armada itu terdiri dari ada beberapa tangki dan ada modifikasi yang dibuat dari tandon-tandon air untuk distribusi membantu pemadaman dan pembasahan seperti di Cempaka,” ujarnya.

 

Zainio juga membeberkan data dua bulan terakhir, luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 1.300 hektare.

“Yang terdampak memang saat ini sekitar seribu tiga ratusan kurang lebih seribu tiga ratusan hektar. Hingga saat ini belum ada laporan bangunan warga yang terbakar,”ucapnya.

Ia mengaku kalau BPBD mengaku terus melakukan pengawasan ekstra di pemukiman.

“Karena kita selalu mengawasi kawasan pemukiman, kalau ada daerah dekat pemukiman terbakar cepat-cepat kita akan melakukan pembasahan,” pungkasnya.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA