BANJARBARUEMAS.COM — Kelurahan Mentaos mencatat prestasi membanggakan dalam Festival Olahraga Tradisional Banjarbaru Emas 2026 yang digelar Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) di Lapangan Dr Murdjani, Sabtu (29/8/2026).
Tim Kelurahan Mentaos yang diperkuat gabungan Karang Taruna Mentaos dan Emergency Mentaos Rescue (EMR) berhasil membawa pulang enam gelar dari sejumlah nomor yang dipertandingkan.
Mentaos meraih peringkat I dan II pada nomor Hadang Putra, peringkat I Hadang Putri, peringkat I Balap Karung Putri, peringkat III Balap Karung Putra, serta peringkat I Balogo.
Di balik capaian tersebut terdapat cerita tentang perjuangan para relawan EMR membangun posko untuk mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan mereka.
Lurah Mentaos Ciptadi Sunaryo mengatakan EMR merupakan tim relawan yang baru dibentuk dan bergerak di bidang sosial serta kemanusiaan. Karena masih dalam tahap awal, EMR hingga kini belum memiliki posko maupun unit ambulans untuk menunjang kegiatan mereka.
Sebelum festival berlangsung, anggota EMR tengah berkeliling menyebarkan proposal untuk menggalang dana pembangunan posko. Saat itulah Ciptadi mengetahui adanya Festival Olahraga Tradisional yang menyediakan uang pembinaan bagi peserta.
Ia kemudian berinisiatif mendaftarkan tim EMR untuk mengikuti festival tersebut.
“Awalnya rekan-rekan dari Emergency Mentaos Rescue sedang berkeliling menyebarkan proposal untuk menggalang dana demi mewujudkan pembangunan posko jaga. Begitu ulun melihat pengumuman festival dan ada hadiah uang pembinaan, ulun berinisiatif mendaftarkan tim EMR,” kata Ciptadi.
Menurut Ciptadi, EMR tidak memasang target muluk. Keikutsertaan dalam festival diharapkan dapat menjadi salah satu jalan untuk membantu mewujudkan posko yang selama ini mereka perjuangkan.
“Siapa tahu nanti tim EMR bisa dapat juara. Berapa pun hasilnya, yang penting uangnya bisa dipergunakan untuk membantu pembangunan posko mereka,” ujarnya.
Ciptadi kemudian mengajak Karang Taruna Mentaos untuk ikut bergabung. Keikutsertaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah awal kepengurusan baru Karang Taruna Mentaos yang dipimpin Syamsudin atau Udin.
Persiapan dilakukan dengan serius. Sepekan sebelum perlombaan, para peserta beberapa kali berlatih dan menyusun strategi. Pengalaman Syamsudin yang pernah melatih anak-anak sekolah dasar mengikuti perlombaan Hadang atau Asinan tingkat Kota Banjarbaru turut membantu persiapan tim.
“Kami pun tidak asal bertanding. Seminggu sebelum kejuaraan kami juga melakukan beberapa kali latihan dan persiapan strategi yang cukup,” kata Ciptadi.
Persiapan tersebut membuahkan hasil. Tim Mentaos mampu meraih enam gelar, capaian yang menurut Ciptadi berada di luar perkiraan.
“Alhamdulillah, perpaduan antara motivasi untuk membangun posko dan latihan yang serius dapat memberikan hasil yang luar biasa atau di luar dugaan,” ujarnya.
Ciptadi mengapresiasi seluruh pihak yang memberikan dukungan kepada tim Mentaos, mulai dari EMR, Karang Taruna Mentaos, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kecamatan Banjarbaru Utara, anggota DPRD Banjarbaru Fauzan, hingga warga Mentaos yang hadir memberikan dukungan di arena.
“Ulun selaku lurah mengucapkan terima kasih kepada tim EMR, tim Karang Taruna Mentaos, Ketua LPM, Kecamatan Banjarbaru Utara, anggota DPRD Pak Fauzan dan seluruh warga Kelurahan Mentaos yang sudah hadir ikut serta mendukung tim Kelurahan Mentaos di acara Festival Olahraga Tradisional tahun ini,” katanya.
Festival tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ketua Panitia Festival Olahraga Tradisional Banjarbaru Emas 2026, Murjani, mengatakan kegiatan itu menjadi salah satu cara mengisi momentum kemerdekaan melalui kegiatan olahraga masyarakat.
“Festival Olahraga Tradisional Banjarbaru Emas 2026 adalah salah satu wujud rasa syukur atas peringatan HUT RI ke-81 dengan mengisinya dengan berbagai kegiatan lomba olahraga masyarakat,” kata Murjani.
Menurut Murjani, olahraga tradisional memiliki nilai penting dalam menjaga budaya lokal. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat sekaligus mempererat persatuan, kebersamaan dan keakraban, termasuk antara masyarakat dan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru.
“Ini sebagai upaya pelestarian terhadap budaya lokal yang dapat meningkatkan persatuan, kebersamaan, keakraban antar-elemen masyarakat serta SKPD di lingkungan Pemkot Banjarbaru,” ujarnya.
Murjani bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan sukses. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, peserta dari perangkat daerah, serta masyarakat Banjarbaru yang ikut berpartisipasi.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sukses. Mudah-mudahan melalui festival ini olahraga tradisional semakin dikenal dan dilestarikan, sekaligus menjadi ruang untuk mempererat persatuan, kebersamaan dan keakraban masyarakat Banjarbaru,” kata Murjani.(be)
375
Tidak ada komentar