Sumur Mengering di Tengah Kemarau, Petani Guntung Payung Tetap Panen Jagung

waktu baca 4 menit
Kamis, 27 Agu 2026 02:29 164 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Musim kemarau yang membuat sumber air mengering tidak menyurutkan semangat Kelompok Tani Angkasa Raya Pancor untuk tetap berproduksi. Di tengah kondisi kabut asap, para petani di Kelurahan Guntung Payung, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, tetap memanen jagung pipil sebagai bagian dari Program Ketahanan Pangan Presiden Republik Indonesia.

Panen berlangsung Rabu (26/8/2026) mulai pukul 08.15 Wita hingga selesai. Kegiatan dilaksanakan di kebun Kelompok Tani Angkasa Raya Pancor, Jalan Guntung Damar, RT 12/RW 03, Kelurahan Guntung Payung.

Panen tersebut melibatkan Lurah Guntung Payung Lina Mardiati, Kanit Binmas Polsek Liang Anggang Ipda Taufik Helmadani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kelurahan Guntung Payung, Ketua RT 12 Jumadi, serta Ketua dan anggota Kelompok Tani Angkasa Raya Pancor.

Kelompok Tani Angkasa Raya Pancor merupakan kelompok tani binaan Polsek Liang Anggang dengan luas lahan sekitar 4.000 meter persegi.

Jagung yang berhasil dipanen selanjutnya akan dipipil dan dihitung oleh kelompok tani. Jumlah hasil panen masih dalam proses penghitungan. Setelah itu, hasil produksi direncanakan dijual kepada Bulog.

Panen kali ini berlangsung di tengah tantangan serius bagi petani. Cuaca panas dan keterbatasan air membuat aktivitas pertanian tidak mudah. Sejumlah sumur yang selama ini menjadi sumber air bahkan mengalami kekeringan.

Lurah Guntung Payung Lina Mardiati mengatakan dirinya bersyukur kegiatan kelompok tani tetap berjalan meski masyarakat menghadapi kondisi kabut asap dan musim kemarau.

“Ulun bersyukur, dalam keadaan asap dan musim kering, kegiatan kelompok tani tetap berjalan, walaupun air sebagai kebutuhan untuk kesuburan tanaman petani kurang karena sumur kering,” kata Lina.

Menurut Lina, persoalan air juga berdampak terhadap sejumlah Kelompok Wanita Tani (KWT) di wilayah Guntung Payung. Sebagian memilih menunda penanaman karena khawatir tanaman tidak mampu bertahan akibat kekurangan air.

“Kalau dipaksakan menanam, dikhawatirkan kering dan gagal panen. Kalaupun bisa panen, kualitas hasilnya bisa kurang dari biasanya,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat petani harus mempertimbangkan waktu tanam dengan lebih cermat. Keinginan untuk terus berproduksi harus diimbangi dengan kemampuan lahan dan ketersediaan air.

Lina pun meminta kelompok tani tetap mempertahankan semangat meski menghadapi berbagai kendala.

“Ulun hanya bisa berpesan agar kelompok tani di Kelurahan Guntung Payung selalu dan tetap semangat dengan segala kendala yang ada,” katanya.

Penanaman Kembali Menunggu Musim Hujan

Kanit Binmas Polsek Liang Anggang Ipda Taufik Helmadani mengatakan kegiatan penanaman kembali direncanakan dilakukan setelah musim penghujan tiba.

Menurut dia, kondisi cuaca panas dan kekeringan air saat ini menjadi salah satu kendala cukup berat bagi petani. Karena itu, waktu tanam berikutnya akan disesuaikan dengan kondisi cuaca dan ketersediaan air.

“Penanaman ini akan dilakukan kembali setelah datang musim penghujan, karena cuaca panas dan kekeringan air bagi petani merupakan kendala yang cukup berat,” ujar Taufik.

Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan program ketahanan pangan. Aktivitas pertanian tetap dilanjutkan, tetapi waktu pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi alam agar risiko kegagalan produksi dapat ditekan.

Bhabinkamtibmas Perkuat Koordinasi

Keberlangsungan kegiatan kelompok tani juga mendapat dukungan melalui koordinasi antara pemerintah kelurahan dan jajaran kepolisian.

Lina secara khusus menyebut peran Bhabinkamtibmas Kelurahan Guntung Payung, Eko Purwanto, sebagai penghubung antara pemerintah kelurahan dengan Polsek Liang Anggang.

“Ini juga peran penting dari Bhabinkamtibmas, Pak Eko Purwanto, yang menjadi penyambung antara kelurahan dengan instansi kepolisian, khususnya Polsek Liang Anggang. Karena Kelurahan Guntung Payung ini masuk dalam wilayah kerja Polsek Liang Anggang,” ujar Lina.

Menurut Lina, komunikasi tersebut penting untuk memastikan berbagai kegiatan masyarakat, termasuk program ketahanan pangan, dapat berjalan dengan baik serta mendapat dukungan dan pendampingan dari pihak terkait.

Peran Bhabinkamtibmas juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara masyarakat, pemerintah kelurahan, dan kepolisian. Dengan koordinasi yang berjalan, aktivitas warga dapat terus didukung sekaligus dipantau dari sisi keamanan dan kelancarannya.

Ketua RT Pastikan Warga Tetap Didampingi

Dukungan terhadap kegiatan kelompok tani juga datang dari lingkungan setempat. Ketua RT 12, Jumadi, mengatakan pihaknya akan terus mendampingi aktivitas warga.

Menurut Jumadi, pendampingan diperlukan agar kegiatan masyarakat dapat berjalan dengan aman dan lancar, terlebih di tengah kondisi kemarau yang membuat aktivitas pertanian menghadapi tantangan lebih besar.

“Ketua RT selalu mendukung dan berusaha terus mendampingi aktivitas warga serta memantau keamanan dan kelancarannya,” ujar Jumadi.

Panen jagung Kelompok Tani Angkasa Raya Pancor menjadi gambaran bahwa ketahanan pangan tidak hanya dibangun melalui program berskala besar, tetapi juga melalui ketekunan masyarakat di tingkat kelurahan.

Di tengah musim kemarau, keterbatasan air, dan kondisi kabut asap, para petani tetap berusaha mempertahankan produktivitas lahan. Hasil panen yang masih dalam proses penghitungan selanjutnya direncanakan dijual kepada Bulog.

Sementara untuk menjaga keberlanjutan produksi, penanaman kembali akan dilakukan setelah musim penghujan tiba ketika kondisi air dan lahan dinilai lebih mendukung.

Bagi masyarakat Guntung Payung, dukungan dari berbagai pihak menjadi penting agar kegiatan pertanian tetap berjalan. Ketua RT 12 Jumadi memastikan pihaknya akan terus berada bersama warga, mendampingi aktivitas mereka, serta menjaga agar setiap kegiatan berlangsung aman dan lancar.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA