Mendamping Menteri LH Tinjau Lokasi Karhutla, Wali Kota Siap Optimalkan Hidrant serta Serahkan Bantuan Terdampak Karhutla

waktu baca 2 menit
Selasa, 25 Agu 2026 00:52 79 Banjarbaru Emas

BANJARBARUEMAS.COM – Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi kebakaran hutan dan Lahan (karhutla) di sejumlah titik salah satunya di Jalan Kurnia Ujung, Landasan Ulin Utara, mendampingi Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, Senin (24/08/2026).

Dalam kesempatan itu Lisa mengatakan Pemko Banjarbaru terus memperkuat langkah penanganan, terutama dalam memastikan ketersediaan sumber air bagi petugas pemadam di lapangan.

Lisa menyebut kondisi tersebut menjadi semakin penting mengingat berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada September mendatang.

“Untuk mengatasi kendala tersebut, kami berupaya keras untuk kembali memperkuat koordinasi dan memastikan pasokan air tersedia. Sehingga petugas di lapangan dapat bekerja dengan optimal,” ungkap Lisa.

Lisa menegaskan bahwea pemerintah Kota Banjarbaru akan mengoptimalkan fasilitas sumur bor yang berada di wilayah Syamsudin Noor serta seluruh hidran air yang tersedia di Kota Banjarbaru.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla di tengah kondisi kemarau.

“Semoga upaya itu tidak hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah membesar, pemerintah juga mulai memperkuat infrastruktur sumber air sebagai bagian dari strategi pencegahan dan penanganan karhutla,” tegasnya.

Usai meninjau titik kebakaran, Wali Kota bersama Menteri LH  juga memberikan bantuan kepada warga yang terdampak karhutla di wilayah Kelurahan Landasan Ulin Timur.

Kunjungan ini sekaligus mempertegas bahwa penanganan karhutla di Banjarbaru membutuhkan gerak cepat dan kolaborasi lintas sektor.

“Api harus dipadamkan, lahan harus dipastikan tetap basah, sumber air harus diperkuat, dan masyarakat harus terlindungi,” tegas lisa.

Sekadar diketahui dalam kunjungan itu, Menteri LH sempat menyinggung persoalan ketersediaan air menjadi kendala paling serius dalam mempercepat pemadaman.

“Kita memastikan pemadaman secara masif. Gotong royong masyarakat, pemerintah daerah, BNPB, TNI, Polri semua harus bergotong royong memastikan supaya api ini mati dan setelah mati dipastikan harus tetap basah,” tegas Jumhur.(be)

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA