Kabut Asap Karhutla Mulai Ganggu Aktivitas Warga, 4.800 Masker Dibagikan di Sungai Besar Banjarbaru
BANJARBARUEMAS.COM — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu aktivitas masyarakat di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Merespons kondisi tersebut, Kelurahan Sungai Besar bersama RT, RW, LPM, Bhabinkamtibmas, dan perangkat kelurahan membagikan masker kepada warga, Senin (24/8/2026).
Pembagian masker dilakukan pagi hari di Simpang Tiga Trikora. Sebanyak 4.800 masker dibagikan kepada masyarakat, sementara sebagian lainnya disalurkan ke Pondok Pesantren Raudhatul Nasyiin.
Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby turut mendukung kegiatan tersebut dengan menyumbangkan 50 pack masker untuk dibagikan kepada warga Sungai Besar.
Lurah Sungai Besar Anindya Risa Desriana mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan cuaca Banjarbaru yang terdampak kabut asap.
“Sesuai dengan edaran Wali Kota, kami mengapresiasi kegiatan RT, RW, dan LPM yang telah berkontribusi untuk aksi bagi masker sebagai wujud perhatian dan kepedulian kita terhadap kondisi lingkungan dan cuaca Banjarbaru saat ini,” kata Anindya.
Menurut Anindya, pembagian dilakukan pagi hari di kawasan lampu merah karena masih banyak anak-anak yang berangkat sekolah tanpa menggunakan masker.
“Kami membagikan di waktu pagi dan di lampu merah karena masih banyak kami temui anak-anak yang berangkat sekolah tanpa memakai masker, sedangkan angka keluhan penyakit ISPA semakin meningkat,” ujarnya.
Ia berharap pembagian masker dapat membantu melindungi warga sekaligus meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang terdampak asap.
“Semoga ikhtiar kami ini dapat membawa manfaat untuk warga Sungai Besar Kota Banjarbaru. Terima kasih banyak kepada Ibu Wali Kota yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” katanya.
Selain membagikan masker, Kelurahan Sungai Besar meminta seluruh ketua RT dan RW terus mengingatkan serta mengawasi aktivitas warga yang berpotensi memicu karhutla.
Pengawasan lingkungan dinilai penting di tengah kondisi cuaca kering. Masyarakat diimbau menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan segera melaporkan potensi titik api kepada pihak terkait.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi dampak asap terhadap kesehatan, tetapi juga mencegah munculnya titik api baru. Penanganan karhutla pun membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat hingga tingkat lingkungan.
Ketua LPM Sungai Besar Nur Cholis mengatakan pembagian masker dilakukan bersama pihak kelurahan dan para ketua RT serta RW. Sebagian masker juga disalurkan ke Pondok Pesantren Raudhatul Nasyiin.
“Alhamdulillah, hari ini kami bersama lurah dan para ketua RT dan RW di Sungai Besar membagikan masker. Sebagian juga diserahkan ke Pondok Pesantren Raudhatul Nasyiin. Total ada 4.800 masker,” ujar Nur Cholis. (be)
155
Tidak ada komentar