Semarak HUT RI ke-81, Dinas Kesehatan Banjarbaru Gelar Aksi Bergizi di SMPN 8 untuk Cegah Anemia dan Stunting

waktu baca 5 menit
Jumat, 7 Agu 2026 11:47 163 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Upaya mencegah stunting tidak dimulai ketika seorang perempuan hamil, tetapi jauh sebelum itu, yakni sejak masih duduk di bangku sekolah. Kesadaran itulah yang menjadi semangat Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru saat menggelar Aksi Bergizi di SMP Negeri 8 Banjarbaru, Jumat (7/8/2026), bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru.

Kegiatan yang melibatkan ratusan siswa tersebut dihadiri Staf Ahli Wali Kota Banjarbaru Bidang Pemerintahan, Pembangunan, dan Kemasyarakatan, Abdussamad, bersama jajaran Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Puskesmas Guntung Manggis, guru, dan tenaga kesehatan.

Sejak pukul 07.30 Wita, halaman SMPN 8 Banjarbaru dipenuhi semangat para siswa yang mengikuti senam bersama. Aktivitas fisik itu menjadi pembuka rangkaian Aksi Bergizi sebelum dilanjutkan edukasi kesehatan mengenai anemia, sarapan bergizi bersama, hingga konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara serentak.

Rangkaian tersebut disusun untuk menanamkan pemahaman bahwa kesehatan dibangun melalui kebiasaan sehari-hari, mulai dari aktif bergerak, mengonsumsi makanan bergizi, hingga menjaga kecukupan zat besi di dalam tubuh.

Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Hj. Maulida, mengatakan Aksi Bergizi merupakan salah satu strategi penting dalam mencegah anemia pada remaja putri yang menjadi faktor risiko terjadinya stunting di masa mendatang.

Menurutnya, remaja putri merupakan kelompok yang paling rentan mengalami kekurangan zat besi karena mengalami menstruasi setiap bulan. Jika kondisi tersebut dibiarkan hingga memasuki usia dewasa dan masa kehamilan, risiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah maupun mengalami stunting akan semakin besar.

“Sebenarnya setiap saat sekolah bisa melaksanakan Aksi Bergizi secara berkala. Bisa setiap minggu, setiap bulan, ataupun setiap triwulan, tergantung pengaturan sekolah dengan pendampingan puskesmas di wilayah masing-masing,” ujar Maulida.

Ia menjelaskan, Aksi Bergizi memiliki tiga tujuan utama, yakni mencegah anemia pada remaja putri sebagai langkah awal pencegahan stunting, meningkatkan konsentrasi belajar, serta membentuk kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas fisik dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Pesan yang paling utama kepada remaja putri adalah rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah satu kali setiap minggu. Dengan demikian kita dapat mencegah anemia sejak dini,” katanya.

Maulida mengungkapkan, selama ini Tablet Tambah Darah telah didistribusikan melalui guru pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Namun tantangan terbesar bukan pada penyalurannya, melainkan memastikan tablet tersebut benar-benar dikonsumsi oleh para siswi.

Karena itulah, kegiatan minum Tablet Tambah Darah secara bersama dinilai menjadi langkah efektif untuk membangun kebiasaan sekaligus meningkatkan kepatuhan para remaja putri.

“Teman-teman puskesmas sudah membagikan Tablet Tambah Darah melalui guru pembina UKS. Yang sulit adalah memantau apakah tablet yang dibagikan benar-benar diminum atau tidak. Dengan minum bersama seperti ini kita bisa memastikan mereka mengonsumsinya,” tutur Maulida.

Ia menambahkan, kepatuhan mengonsumsi Tablet Tambah Darah akan terlihat saat pelaksanaan skrining anemia melalui pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb).

“Kalau hasil pemeriksaan Hb di bawah 11 gram per desiliter berarti sudah mengarah ke anemia. Dari situ kita bisa mengetahui apakah remaja putri rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah atau belum,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Puskesmas Guntung Manggis Hairin memberikan edukasi kepada para siswa mengenai bahaya anemia yang sering kali tidak disadari.

Ia menjelaskan bahwa anemia merupakan kondisi ketika kadar hemoglobin di dalam darah berada di bawah normal sehingga kemampuan darah membawa oksigen ke seluruh tubuh menurun. Dampaknya tidak hanya membuat tubuh mudah lelah dan pucat, tetapi juga menurunkan konsentrasi, daya ingat, hingga prestasi belajar siswa.

Hairin mengingatkan para pelajar agar mengenali tanda-tanda anemia seperti mudah mengantuk, sering pusing, wajah pucat, cepat lelah saat beraktivitas, dan sulit berkonsentrasi di dalam kelas.

Menurutnya, pencegahan anemia tidak cukup hanya dengan mengonsumsi Tablet Tambah Darah. Remaja juga harus membiasakan pola makan bergizi seimbang yang kaya zat besi, seperti daging, ikan, telur, hati, sayuran hijau, kacang-kacangan, serta buah yang mengandung vitamin C agar penyerapan zat besi berlangsung optimal.

Hairin juga mengaitkan materi tersebut dengan implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah.

Ia menjelaskan, GERMAS mengajak masyarakat membiasakan aktivitas fisik, mengonsumsi makanan bergizi, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, dan menjaga kesehatan sejak usia dini. Sementara PHBS diterapkan melalui kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, mengonsumsi jajanan sehat, membuang sampah pada tempatnya, menggunakan jamban yang bersih, serta rutin berolahraga.

“Kalau tubuh sehat, gizinya cukup, lingkungan sekolah bersih, dan anak-anak rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah, maka risiko anemia akan turun. Dampaknya mereka lebih semangat belajar, lebih fokus, dan tumbuh menjadi generasi yang sehat,” ujarnya.

Usai penyampaian materi, Staf Ahli Wali Kota Banjarbaru Abdussamad, memimpin pembagian sekaligus konsumsi Tablet Tambah Darah secara bersama-sama. Para siswi meminum tablet tersebut di tempat sebagai bentuk edukasi sekaligus memastikan program berjalan efektif.

Kepala SMP Negeri 8 Banjarbaru Lilis Aprianti menyambut baik pelaksanaan Aksi Bergizi di sekolahnya. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena siswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi langsung mempraktikkan kebiasaan hidup sehat.

“Alhamdulillah, anak-anak kami khususnya para siswi sangat antusias dengan Aksi Bergizi ini. Manfaat paling terasa adalah mereka jadi lebih paham pentingnya menjaga kesehatan diri sendiri. Minum Tablet Tambah Darah bersama-sama membuat mereka tidak malu lagi,” katanya.

Ia berharap para siswi semakin sadar menjaga kesehatan sehingga mampu belajar dengan optimal dan meraih prestasi.

“Harapan kami, dengan tubuh yang sehat dan cukup zat besi, anak-anak perempuan kami bisa berprestasi di sekolah dan tidak ada lagi yang mengeluh lemas atau pusing saat pelajaran. Sehat dulu, baru bisa hebat,” ujarnya.

Lilis menambahkan, program tersebut sejalan dengan implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) yang telah menjadi pembiasaan di SMPN 8 Banjarbaru. Program tersebut menanamkan kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cukup sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik.

“Program Aksi Bergizi sangat selaras dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang kami terapkan di sekolah. Anak-anak dibiasakan hidup sehat, disiplin, gemar belajar, dan peduli terhadap lingkungan. Kami ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat sekaligus berkarakter,” tutur Lilis.

Melalui Aksi Bergizi, Pemerintah Kota Banjarbaru berharap budaya hidup diharapkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para pelajar. Dengan demikian, upaya menekan angka anemia sekaligus mencegah stunting dapat dimulai sejak remaja, sebagai fondasi lahirnya generasi Banjarbaru yang sehat, cerdas, dan berkualitas.(be)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA