MPLS Ramah Dimulai di TK Negeri Idaman Banjarbaru, 256 Murid Belajar dengan Gembira Sejak Hari Pertama

waktu baca 5 menit
Senin, 13 Jul 2026 05:08 110 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Tawa riang anak-anak memecah suasana pagi di halaman TK Negeri (TKN) Idaman Banjarbaru, Senin (13/7/2026). Sebagian masih menggenggam erat tangan ayah atau ibunya, sebagian lain mulai berlarian menyapa teman baru. Tak terlihat wajah-wajah tegang ataupun tangis yang lazim mewarnai hari pertama sekolah.
Yang hadir justru senyum, sapaan hangat, dan pelukan penuh semangat dari para guru.

Begitulah suasana pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 di TKN Idaman Banjarbaru. Selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, sebanyak 256 peserta didik akan diperkenalkan dengan dunia sekolah melalui pendekatan yang mengedepankan kasih sayang, permainan edukatif, dan keterlibatan aktif orang tua.

Pembukaan MPLS dihadiri Camat Banjarbaru Selatan M. Firmansyah bersama Bunda PAUD Kecamatan Banjarbaru Selatan, Eka Yusnitawati, yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pendidikan anak usia dini yang ramah, inklusif, dan berorientasi pada tumbuh kembang anak.

Mengusung tema “Bersama Orang Tua Membangun Awal Sekolah yang Aman, Nyaman dan Menyenangkan,” kegiatan tersebut menegaskan bahwa masa pengenalan lingkungan sekolah bukan sekadar agenda rutin setiap awal tahun ajaran, melainkan fase penting yang menentukan kesan pertama anak terhadap dunia pendidikan.

Camat Banjarbaru Selatan M. Firmansyah mengatakan, hari pertama sekolah merupakan momen yang akan selalu diingat anak. Karena itu, sekolah harus mampu menghadirkan pengalaman yang menyenangkan agar mereka tumbuh dengan rasa percaya diri dan semangat belajar sejak dini.

“Sekolah bukan hanya tempat belajar membaca dan berhitung, tetapi juga ruang yang membentuk karakter, keberanian, dan rasa percaya diri anak. Karena itu, mereka harus disambut dengan penuh kehangatan sehingga merasa sekolah adalah tempat yang aman dan membahagiakan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Bunda PAUD Kecamatan Banjarbaru Selatan, Eka Yusnitawati, menilai keterlibatan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan proses adaptasi anak memasuki lingkungan sekolah.

Menurutnya, ketika orang tua dan guru berjalan bersama, anak akan lebih mudah beradaptasi, merasa dihargai, dan memiliki keberanian untuk mengeksplorasi lingkungan baru.

“Anak-anak belajar melalui keteladanan. Saat mereka melihat sekolah dan orang tua saling mendukung, mereka akan merasa lebih aman, lebih percaya diri, dan lebih siap mengikuti proses pembelajaran,” katanya.

Kepala TK Negeri Idaman Banjarbaru, Indya Tri Gunawanti, menjelaskan, MPLS Ramah berlangsung selama lima hari, 13–17 Juli 2026, dan diikuti 256 peserta didik baru, terdiri atas 113 anak Kelompok A dan 143 anak Kelompok B. Seluruh rangkaian kegiatan disusun berdasarkan prinsip MPLS Ramah Anak, yang menempatkan kebutuhan, kenyamanan, dan kebahagiaan anak sebagai prioritas utama.

“Kami menyambut Tahun Ajaran 2026/2027 dengan melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah sebagai langkah awal untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi setiap anak. Bagi kami, MPLS bukan sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi menjadi momentum membangun rasa aman, nyaman, menyenangkan, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat belajar anak sejak hari pertama,” ujar Indya.

Ia mengatakan, tema ‘Bersama Orang Tua Membangun Awal Sekolah yang Aman, Nyaman dan Menyenangkan’ dipilih karena pendidikan anak usia dini hanya akan berhasil apabila sekolah dan keluarga berjalan beriringan.

Di TKN Idaman, lanjutnya, seluruh aktivitas selama MPLS dirancang sesuai karakteristik anak usia dini yang belajar melalui pengalaman langsung dan bermain.

“Seluruh kegiatan MPLS dirancang melalui aktivitas bermain yang bermakna, penguatan pembiasaan hidup bersih dan sehat, pengenalan budaya sekolah, serta pelibatan aktif orang tua sebagai mitra pendidikan. Kehadiran orang tua, terutama pada hari pertama, menjadi bentuk kolaborasi yang sangat penting agar proses transisi anak dari rumah ke sekolah berlangsung dengan nyaman,” jelasnya.

Selama lima hari pelaksanaan MPLS, anak-anak tidak dibebani aktivitas formal. Sebaliknya, mereka diajak mengenal sekolah melalui berbagai permainan yang merangsang rasa ingin tahu sekaligus membangun kedekatan dengan guru dan teman sebaya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan tur sekolah mini, di mana peserta didik diajak berkeliling mengenal ruang kelas, perpustakaan, area bermain, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Dengan cara itu, anak mengenal lingkungan sekolah secara bertahap tanpa merasa asing.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan bermain dan bernyanyi bersama di luar ruangan menggunakan berbagai permainan edukatif, seperti perosotan dan balok Lego, yang bertujuan melatih kemampuan motorik, kreativitas, dan interaksi sosial.

Untuk membangun keberanian berkomunikasi, anak-anak diajak mengikuti lagu sapaan, memperkenalkan diri, hingga membuat kartu nama sederhana. Sementara melalui kegiatan storytelling atau mendengarkan dongeng, guru menanamkan nilai-nilai kejujuran, keberanian, kepedulian, dan kebiasaan baik dengan cara yang mudah dipahami anak.

Seluruh aktivitas tersebut dirancang agar setiap anak merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar sekolah. Tidak ada tekanan, hukuman, ataupun kegiatan yang berpotensi menimbulkan rasa takut.
Indya menegaskan, komitmen itu menjadi prinsip utama pelaksanaan MPLS di TKN Idaman Banjarbaru.

“Kami berkomitmen melaksanakan MPLS yang bebas dari segala bentuk perundungan, kekerasan, maupun aktivitas yang tidak mendidik. Harapan kami, setiap anak merasa diterima, dihargai, dan bahagia sehingga tumbuh menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, cerdas, kreatif, mandiri, sehat, serta memiliki karakter sesuai Profil Lulusan,” tegasnya.

Semangat tersebut kemudian dituangkan dalam slogan yang terus digaungkan selama pelaksanaan MPLS, yakni “Datang dengan Senyum, Bermain dan Belajar dengan Gembira, Pulang dengan Bahagia.”

Bagi TKN Idaman Banjarbaru, slogan tersebut merupakan budaya yang ingin dibangun setiap hari di lingkungan sekolah. Sebab, anak yang datang dengan perasaan bahagia akan lebih mudah belajar, berinteraksi, dan mengembangkan potensi dirinya.

Di tengah upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini, pelaksanaan MPLS Ramah di TKN Idaman Banjarbaru menjadi contoh bahwa proses belajar dapat dimulai dengan cara yang sederhana, tetapi bermakna: menyambut setiap anak dengan senyum, mengajak mereka bermain sambil belajar, serta memastikan mereka pulang dengan membawa kebahagiaan.

“Semoga MPLS Ramah menjadi awal yang indah dalam membentuk generasi Banjarbaru yang berkarakter menuju Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera),” pungkas Indya.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA