BANJARBARUEMAS.COM – Persoalan sampah rumah tangga tidak lagi cukup diselesaikan di tempat pembuangan akhir. Kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah menjadi kunci utama menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus bernilai ekonomi. Berangkat dari semangat tersebut, Kelurahan Guntung Payung, Kecamatan Landasan Ulin, bersama PT Pamapersada Nusantara menggelar Edukasi Lingkungan tentang Pemilahan dan Pengolahan Sampah Rumah Tangga di Aula Kelurahan Guntung Payung, Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan yang melibatkan Tim Penggerak PKK Kelurahan Guntung Payung melalui Pokja IV sebagai panitia ini diikuti para pengurus Bank Sampah dari seluruh wilayah Kelurahan Guntung Payung. Edukasi menghadirkan Direktur Bank Sampah Induk (BSI) Kecamatan Landasan Ulin, Agustin Eka Widya Yanti, sebagai narasumber utama untuk membekali peserta mengenai tata kelola sampah yang berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Landasan Ulin Dinny Wahyuny yang sekaligus membuka acara, Lurah Guntung Payung Lina Mardiati, perwakilan PT Pamapersada Nusantara, Ketua TP PKK Kelurahan Guntung Payung beserta Pokja IV, para Ketua RT dan RW, Bhabinkamtibmas, Sekretaris Kelurahan, para Kepala Seksi, serta pengurus bank sampah dari berbagai lingkungan di Kelurahan Guntung Payung.
Dalam sambutannya, Camat Landasan Ulin Dinny Wahyuny menyampaikan apresiasi atas konsistensi Kelurahan Guntung Payung dalam menggerakkan masyarakat melalui berbagai program lingkungan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan modal penting dalam menyelesaikan persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi tantangan di Banjarbaru.
“Saya mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan positif seperti ini. Terima kasih kepada PT Pamapersada Nusantara yang selama ini selalu memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Guntung Payung maupun wilayah Kecamatan Landasan Ulin. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujar Dinny.
Ia menegaskan, perubahan pola pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, apabila setiap rumah tangga memiliki kesadaran memilah sampah organik dan anorganik sejak awal, maka volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dapat ditekan secara signifikan.
“Persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama. Edukasi seperti ini menjadi langkah nyata membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus memahami bahwa sampah memiliki manfaat apabila dikelola dengan benar,” katanya.
Pada sesi materi, Direktur Bank Sampah Induk Kecamatan Landasan Ulin, Agustin Eka Widya Yanti, mengajak peserta mengubah cara pandang terhadap sampah. Menurutnya, sampah bukan lagi limbah yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi apabila dipilah dan dikelola secara tepat.
Melalui Bank Sampah Induk Landasan Ulin, pihaknya terus mengembangkan gerakan “Memilah Sampah Menjadi Emas”, sebuah pendekatan yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pengurangan sampah dari sumbernya.
“Selama ini orang melihat sampah sebagai beban. Padahal kalau dipilah sejak dari rumah, sampah itu memiliki nilai ekonomi. Kami ingin mengubah cara pandang itu sehingga masyarakat tidak lagi sekadar membuang, tetapi juga mengelola dan memperoleh manfaat darinya,” ujar Agustin.
Ia menjelaskan, keberhasilan bank sampah sangat ditentukan oleh konsistensi masyarakat. Karena itu, edukasi harus dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat, mulai dari ibu rumah tangga, kader PKK, pengurus RT, remaja hingga sekolah.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Ini adalah gerakan bersama. Ketika masyarakat mau memilah sampah setiap hari, dampaknya luar biasa. Lingkungan menjadi bersih, sampah berkurang, dan masyarakat memperoleh tambahan penghasilan. Karena itu kami selalu mengajak masyarakat melalui slogan ‘Pilah Sampah Hari Ini, Jadi Emas di Masa Depan’,” tuturnya.
Selain menerima tabungan sampah, Bank Sampah Induk Landasan Ulin juga mengembangkan berbagai inovasi seperti tabungan emas hasil penjualan sampah, pemberian penghargaan kepada nasabah aktif, hingga membangun kemitraan dengan Dinas Lingkungan Hidup, PT Pegadaian, serta jaringan pengepul. Berbagai inovasi tersebut terbukti mampu meningkatkan minat masyarakat untuk bergabung menjadi nasabah bank sampah.
Sementara itu, Lurah Guntung Payung Lina Mardiati mengatakan edukasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah kelurahan dalam membangun budaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Selama ini, edukasi mengenai pemilahan sampah terus disampaikan dalam berbagai forum, mulai dari pertemuan RT dan RW, kegiatan PKK, Posyandu, hingga kegiatan kemasyarakatan lainnya.
“Perubahan perilaku memang tidak bisa terjadi dalam waktu singkat. Mengajak masyarakat memilah sampah setiap hari membutuhkan kesabaran, keteladanan, dan edukasi yang terus menerus. Karena itu kami tidak pernah berhenti menyampaikan pentingnya pengelolaan sampah dalam setiap kesempatan,” kata Lina.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal lahirnya lebih banyak inovasi pengelolaan sampah di tingkat masyarakat. Setelah memahami konsep pemilahan sampah, para peserta nantinya akan didorong mengikuti pelatihan pengolahan sampah yang menurut narasumber memiliki lebih dari 12 metode pemanfaatan sehingga mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi.
Di akhir kegiatan, Lina berharap seluruh peserta tidak berhenti pada tataran pengetahuan, tetapi menjadi motor penggerak perubahan di lingkungannya masing-masing. Menurutnya, para pengurus bank sampah, Ketua RT, RW, dan kader PKK memiliki peran strategis untuk menularkan kebiasaan memilah sampah kepada masyarakat.
“Harapan kami, ilmu yang diperoleh hari ini tidak berhenti di ruang pelatihan. Sampaikan kembali kepada warga, ajak keluarga dan tetangga untuk mulai memilah sampah dari rumah. Kalau gerakan ini dilakukan bersama-sama, saya yakin Guntung Payung bisa menjadi contoh kelurahan yang mampu mengelola sampah secara mandiri, lingkungan semakin bersih, masyarakat sehat, dan sampah benar-benar berubah menjadi sumber manfaat serta nilai ekonomi bagi warga,” pungkas Lina.(be)
176
Tidak ada komentar