KKN Tematik Lingkungan Hidup ULM di Guntung Paikat Dimulai, 48 Mahasiswa Susun Program Berbasis Kebutuhan Warga

waktu baca 5 menit
Rabu, 8 Jul 2026 07:25 284 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Pengabdian kepada masyarakat tidak cukup hanya membawa program dari kampus ke lapangan. Program harus lahir dari kebutuhan masyarakat, disusun bersama pemerintah setempat, dan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan. Prinsip itu menjadi dasar pertemuan antara Pemerintah Kelurahan Guntung Paikat dengan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Lingkungan Hidup Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Tahun 2026, Rabu (8/7/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Guntung Paikat tersebut menjadi tahapan awal sebelum mahasiswa diterjunkan ke masyarakat pada 13 Juli hingga 15 Agustus 2026. Agenda tersebut menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, membangun sinergi, serta menyusun arah program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian.

Sebanyak 48 mahasiswa KKN Tematik Lingkungan Hidup akan ditempatkan di Kelurahan Guntung Paikat. Mereka dibagi ke dalam tiga kelompok, yang masing-masing bertugas menyusun program kerja berdasarkan hasil identifikasi kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat.

Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN Tematik Lingkungan Hidup ULM, Muhammad Husin, menyampaikan bahwa KKN Tematik Lingkungan Hidup merupakan bentuk pengabdian mahasiswa yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah daerah dan warga.

Dalam paparannya, Muhammad Husin menjelaskan tujuan pelaksanaan KKN, mekanisme kegiatan, pembagian kelompok, hingga tahapan pelaksanaan yang akan dimulai dari observasi lapangan, identifikasi persoalan, penyusunan program kerja, pelaksanaan kegiatan, monitoring, hingga evaluasi bersama.

“Pertemuan hari ini merupakan langkah awal untuk memperkenalkan mahasiswa sekaligus menyampaikan gambaran umum mengenai KKN Tematik Lingkungan Hidup Tahun 2026. Kami juga menjelaskan tujuan, mekanisme, dan teknis pelaksanaan KKN agar seluruh program yang nantinya dijalankan dapat berjalan selaras dengan program Pemerintah Kelurahan Guntung Paikat serta menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Muhammad Husin.

Ia menegaskan, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan mahasiswa, tetapi dari sejauh mana program yang disusun mampu memberikan solusi terhadap persoalan lingkungan di tengah masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa akan mengedepankan pendekatan partisipatif dengan melibatkan pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, ketua RT, kader lingkungan, dan warga dalam setiap tahapan pelaksanaan program.

“Mahasiswa tidak datang membawa program yang sudah jadi. Mereka akan melakukan identifikasi, berdiskusi dengan pemerintah kelurahan dan masyarakat, kemudian menyusun program berdasarkan kondisi riil di lapangan. Dengan cara itu kami berharap kegiatan KKN benar-benar memberikan manfaat dan dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat setelah masa pengabdian selesai,” katanya.

Usai penyampaian materi pembuka, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi dari tiga ketua kelompok mahasiswa. Masing-masing memaparkan rancangan program kerja yang telah disusun sebagai bahan diskusi dan penyempurnaan bersama Pemerintah Kelurahan Guntung Paikat.

Melalui sesi tersebut, Lurah Guntung Paikat Reza Pahlevi memberikan berbagai masukan mengenai kondisi wilayah, potensi yang dapat dikembangkan, serta persoalan lingkungan yang menjadi prioritas agar program mahasiswa benar-benar tepat sasaran.

Reza Pahlevi, mengatakan kunjungan dosen pendamping dan mahasiswa merupakan langkah penting dalam membangun kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah kelurahan.

Menurutnya, koordinasi sejak awal akan mempermudah penyelarasan program kerja mahasiswa dengan agenda pembangunan yang telah dijalankan pemerintah kelurahan sehingga kegiatan KKN tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Hari ini kami menerima kunjungan Dosen Pendamping Lapangan beserta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Lingkungan Hidup Universitas Lambung Mangkurat Tahun 2026 dalam rangka perkenalan, koordinasi, sekaligus penyampaian rencana program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian di Kelurahan Guntung Paikat. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi, menyamakan persepsi, dan menyusun langkah bersama agar seluruh kegiatan mahasiswa benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung program pembangunan yang telah berjalan di kelurahan,” ujar Reza.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Universitas Lambung Mangkurat yang kembali mempercayakan Kelurahan Guntung Paikat sebagai salah satu lokasi pelaksanaan KKN Tematik Lingkungan Hidup Tahun 2026.

Menurut Reza, pemerintah kelurahan memandang kehadiran mahasiswa sebagai kekuatan baru dalam mempercepat edukasi, pemberdayaan masyarakat, sekaligus memperkuat berbagai inovasi lingkungan yang selama ini telah dikembangkan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Lambung Mangkurat atas kepercayaan yang diberikan kepada Kelurahan Guntung Paikat sebagai lokasi pengabdian. Kami berharap mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi benar-benar menjadi mitra strategis pemerintah kelurahan dalam mendukung pembangunan, khususnya di bidang lingkungan hidup. Semangat, kreativitas, dan inovasi yang dimiliki mahasiswa kami harapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Reza menilai, keberhasilan sebuah program pengabdian tidak berhenti ketika mahasiswa menyelesaikan KKN, melainkan ketika program tersebut mampu diteruskan dan menjadi kebiasaan masyarakat.

“Harapan kami, kolaborasi antara Universitas Lambung Mangkurat, Pemerintah Kelurahan Guntung Paikat, dan seluruh elemen masyarakat mampu melahirkan berbagai inovasi, memperkuat partisipasi warga, serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong. Program yang dijalankan mahasiswa harus mampu meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan sehingga manfaatnya tetap dirasakan masyarakat meskipun masa KKN telah berakhir,” tuturnya.

Sebagai bagian dari proses penyusunan program kerja, usai pertemuan di kantor kelurahan, Reza bersama jajaran mengajak dosen pendamping dan mahasiswa melakukan peninjauan ke sejumlah titik di wilayah Guntung Paikat.

Mahasiswa diperlihatkan secara langsung berbagai potensi lingkungan yang dimiliki masyarakat, termasuk kawasan yang telah menerapkan pengelolaan sampah, penghijauan, dan pemanfaatan pekarangan rumah.

Di sisi lain, mahasiswa juga diajak melihat sejumlah persoalan yang masih memerlukan perhatian agar dapat menjadi dasar dalam menyusun program kerja.

“Kami sengaja mengajak mahasiswa turun langsung ke lapangan agar mereka memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi wilayah. Mereka dapat melihat sendiri potensi yang dimiliki masyarakat sekaligus berbagai persoalan yang masih dihadapi. Dengan demikian, program kerja yang nantinya disusun benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat, tepat sasaran, mudah diterapkan, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” jelas Reza.

Dalam kesempatan tersebut, Reza turut memperkenalkan berbagai inovasi lingkungan yang telah dijalankan Kelurahan Guntung Paikat, salah satunya Gapai Berkah (Gerakan Pilah Sampah Menjadi Berkah).

Program tersebut mendorong masyarakat memilah sampah sejak dari rumah sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Menurut Reza, kehadiran mahasiswa KKN menjadi peluang besar untuk memperkuat edukasi, pendampingan masyarakat, pengelolaan sampah berbasis rumah tangga, penghijauan lingkungan, pemanfaatan pekarangan, hingga berbagai inovasi lain yang mendukung terwujudnya lingkungan bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Ia optimistis kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat akan menjadi fondasi kuat dalam membangun budaya peduli lingkungan di Kelurahan Guntung Paikat, sekaligus mendukung terwujudnya Banjarbaru yang semakin elok, hijau, bersih, dan berdaya saing.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA