Festival Muharram 1448 H Cempaka Dimulai, Pawai Akbar Siap Libatkan 1.450 Peserta

waktu baca 3 menit
Minggu, 14 Jun 2026 06:58 248 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Semangat menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah mulai terasa di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Festival Muharram 1448 H yang digelar Pesantren Miftahul Khairiyah bersama masyarakat setempat resmi dimulai pada Minggu (14/6/2026) dengan rangkaian lomba keagamaan dan akan mencapai puncaknya melalui Pawai Akbar Muharram pada Selasa (16/6/2026) yang melibatkan sekitar 1.450 peserta.

Mengusung tema “Hijrah dari Ketergantungan Gadget, Menuju Pribadi yang Berilmu dan Berakhlak di Lingkungan Banjarbaru Emas”, festival ini menjadi sarana syiar Islam sekaligus ajakan kepada generasi muda untuk memanfaatkan teknologi secara bijak, memperkuat pendidikan agama, dan membangun karakter yang berlandaskan akhlakul karimah.

Kegiatan dipusatkan di lingkungan Pesantren Miftahul Khairiyah Cempaka. Pada hari pertama, peserta mengikuti lomba kaligrafi, lomba azan, dan lomba mewarnai gambar Islami. Rangkaian festival kemudian berlanjut pada Senin (15/6/2026) melalui lomba mengaji dan tilawah Al-Qur’an.

Panitia Festival Muharram 1448 H, Mahmuddin, mengatakan tema yang diangkat tahun ini lahir dari keprihatinan terhadap meningkatnya ketergantungan anak-anak dan remaja terhadap penggunaan gawai yang kurang produktif.

“Melalui Festival Muharram ini kami ingin mengajak generasi muda melakukan hijrah, bukan hanya dalam makna pergantian tahun baru Islam, tetapi juga hijrah perilaku. Kami ingin anak-anak dan remaja lebih dekat dengan ilmu pengetahuan, Al-Qur’an, serta nilai-nilai akhlak yang baik sehingga mampu menjadi generasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Mahmuddin, Minggu (14/6/2026).

Festival Muharram Cempaka bukanlah kegiatan baru. Tradisi tersebut telah berlangsung sejak era 1990-an dan terus bertahan hingga sekarang. Awalnya kegiatan hanya melibatkan lingkungan madrasah dan warga sekitar. Namun seiring waktu, partisipasi masyarakat terus meningkat hingga menjadikannya salah satu agenda keagamaan terbesar di Kecamatan Cempaka.

Menurut Mahmuddin, keberlangsungan festival selama lebih dari 30 tahun menunjukkan kuatnya komitmen masyarakat dalam menjaga tradisi keagamaan di tengah perkembangan zaman.

“Anak-anak yang dahulu menjadi peserta pawai kini sudah menjadi panitia, bahkan ada yang menjadi tokoh masyarakat. Dari generasi ke generasi tradisi ini terus diwariskan dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Cempaka,” katanya.

Selain berbagai perlombaan Islami, Festival Muharram 1448 H juga menghadirkan santunan bagi anak yatim dan fakir miskin, pertunjukan seni religi, serta tradisi memasak Bubur Asyura yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Cempaka setiap bulan Muharram.

Puncak kegiatan akan berlangsung pada Selasa (16/6/2026) melalui Pawai Akbar Muharram yang diperkirakan menjadi magnet ribuan warga. Sebanyak 1.450 peserta dari jenjang TPA, TK, RA, MI, SD, MTs, dan MA akan ambil bagian dalam pawai tersebut. Mereka akan bergabung bersama remaja masjid, pengurus mushala, kelompok yasinan, burdah, maulid, serta berbagai organisasi kemasyarakatan di Kecamatan Cempaka.

Rute pawai dimulai dari halaman Pesantren Miftahul Khairiyah Cempaka, kemudian melintasi Jalan Mistar Cokrokusumo menuju halaman Masjid Nurul Hasanah di Kelurahan Sungai Tiung sebelum kembali lagi ke halaman pesantren sebagai titik akhir kegiatan.

Sepanjang perjalanan, peserta akan menampilkan atribut bernuansa Islami, lantunan salawat, serta berbagai kreasi dakwah yang mencerminkan semangat Tahun Baru Hijriah. Setelah pawai selesai, panitia akan membagikan hadiah kepada para pemenang lomba dan doorprize kepada peserta.

Mahmuddin juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, atas dukungan yang diberikan terhadap pelaksanaan Festival Muharram 1448 H.

“Dukungan dari Ibu Wali Kota Banjarbaru memberikan semangat bagi seluruh panitia dan masyarakat untuk terus menjaga tradisi yang telah diwariskan selama puluhan tahun. Harapan kami, Festival Muharram menjadi sarana melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, mencintai Al-Qur’an, serta mampu mewujudkan nilai-nilai Banjarbaru Emas yang elok, maju, adil, dan sejahtera,” tutup Mahmuddin.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA