ECO Qurban Banjarbaru 1447 H: Iduladha Tanpa Plastik, Ibadah Sekaligus Menjaga Lingkungan

waktu baca 5 menit
Minggu, 24 Mei 2026 01:20 255 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Pemerintah Kota Banjarbaru kembali memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui kebijakan pelaksanaan Iduladha ramah lingkungan atau ECO Qurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Melalui Surat Edaran Wali Kota Banjarbaru Nomor 600.4/0209/PLH/DLH/2026 tentang Himbauan Pelaksanaan Iduladha Tanpa Kantong Plastik Sekali Pakai di Kota Banjarbaru, masyarakat diajak mengubah pola pembagian daging kurban menjadi lebih ramah lingkungan.

Kebijakan tersebut diterbitkan Pemerintah Kota Banjarbaru sebagai upaya mengurangi timbulan sampah plastik sekali pakai yang selama ini meningkat saat momentum Iduladha. Surat edaran itu ditujukan kepada seluruh SKPD, instansi vertikal, camat, lurah, panitia kurban hingga ketua RT agar bersama-sama menyosialisasikan dan menerapkan penggunaan wadah alternatif pengganti kantong plastik.

Langkah tersebut menjadi bagian dari semangat ECO Qurban, yakni pelaksanaan ibadah kurban yang tidak hanya menonjolkan nilai keikhlasan dan kepedulian sosial, tetapi juga kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup. Pemerintah Kota Banjarbaru ingin memastikan pelaksanaan Iduladha berlangsung khidmat tanpa meninggalkan persoalan baru berupa penumpukan sampah plastik yang sulit terurai.

Selain itu, masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan lokasi penjualan dan pemotongan hewan kurban, serta mengelola limbah pasca penyembelihan dengan baik agar tidak mencemari sungai maupun lingkungan sekitar.

Wali Kota Banjarbaru Erna Hj. Lisa Halaby mengatakan gerakan ECO Qurban merupakan bentuk kepedulian bersama agar pelaksanaan Iduladha tidak hanya membawa keberkahan sosial, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan.

“Momentum Iduladha adalah ajang berbagi dan memperkuat kepedulian kepada sesama. Namun di sisi lain, kita juga harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dengan mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai,” ujar Lisa, Sabtu (23/5/2026).

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Banjarbaru ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa pelaksanaan kurban tetap dapat berjalan tertib, bersih, dan ramah lingkungan tanpa mengurangi makna ibadah itu sendiri.

“Kami mengajak masyarakat membawa wadah sendiri dari rumah atau menggunakan pembungkus ramah lingkungan. Ini langkah sederhana, tetapi dampaknya besar untuk mengurangi sampah plastik di Banjarbaru,” katanya.

Gerakan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari para camat di Banjarbaru yang mulai menggerakkan sosialisasi hingga tingkat kelurahan, RT, dan panitia kurban.
Camat Banjarbaru Selatan Muhammad Firmansyah mengatakan pihaknya telah meminta seluruh jajaran kelurahan untuk menindaklanjuti surat edaran wali kota tersebut.

“Iya, kami tindak lanjuti kepada lurah-lurah se-Banjarbaru Selatan untuk mensosialisasikan surat edaran wali kota ini,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Landasan Ulin Dinny Wahyuny secara tegas meminta seluruh lurah di wilayahnya aktif menyosialisasikan edaran tersebut kepada RT/RW serta panitia kurban agar memahami dan menerapkannya saat pelaksanaan Iduladha.

Ia juga mendorong penggunaan besek, daun, wadah pakai ulang, maupun kantong ramah lingkungan sebagai pengganti plastik sekali pakai.

Dukungan serupa disampaikan Camat Banjarbaru Utara Taufik Purwanto. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi langkah nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi timbulan sampah plastik yang selama ini meningkat saat hari raya kurban.

“Kami mengajak seluruh panitia kurban, masjid, musholla, dan masyarakat di wilayah Kecamatan Banjarbaru Utara untuk mulai menggunakan wadah ramah lingkungan seperti bakul purun, daun jati, besek bambu, maupun wadah yang dapat digunakan kembali,” katanya.

Ia menilai semangat Iduladha bukan hanya tentang berbagi dan kepedulian sosial, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan hidup.

“Dengan dukungan seluruh masyarakat, kami optimistis Banjarbaru Utara dapat menjadi contoh pelaksanaan kurban yang tertib, bersih, dan ramah lingkungan demi mewujudkan Kota Banjarbaru yang semakin bersih dan nyaman,” ujarnya.

Camat Liang Anggang Lia Astuti juga menyatakan siap mendukung penuh edaran wali kota tersebut. Menurut dia, gerakan itu sejalan dengan semangat deklarasi KILAU EMAS yang telah digaungkan di Kota Banjarbaru.

“Kami menyambut baik dan siap mendukung edaran wali kota tentang himbauan pelaksanaan Iduladha tanpa kantong plastik sekali pakai di Kota Banjarbaru. Ini menjadi kebiasaan baru masyarakat untuk memaknai momen Iduladha dengan berkurban sekaligus tetap menjaga lingkungan,” katanya.

Dukungan terhadap gerakan ECO Qurban juga mulai tumbuh dari tingkat masyarakat. Ketua RT 21 RW 05 Kelurahan Syamsudin Noor Erwin Sholihan mengatakan kesadaran menjaga lingkungan kini mulai tumbuh dari warga sendiri. Menurut dia, masyarakat mulai aktif menyampaikan pentingnya mengurangi sampah plastik kepada tetangga dan keluarga melalui berbagai kegiatan warga.

“Jadi sosialisasi ini bukan hanya dari pemerintah saja, tapi warga juga ikut bergerak menyampaikan ke warga lain lewat pengajian, yasinan, dan kegiatan lingkungan. Karena kami melihat sendiri, saat qurban sampah plastik memang cukup banyak,” ujar Erwin.

Ia menuturkan, selama ini pembagian daging kurban identik dengan penggunaan kantong plastik dalam jumlah besar. Padahal, plastik sekali pakai menjadi salah satu penyumbang utama timbulan sampah rumah tangga yang sulit terurai.

Karena itu, warga mulai mencari alternatif yang lebih sederhana namun tetap mudah diterapkan, salah satunya dengan memanfaatkan daun pisang yang banyak tersedia di lingkungan permukiman warga.

“Mungkin nanti pakai daun pisang atau warga kami imbau membawa baskom masing-masing dari rumah. Kebetulan di lingkungan sini banyak pohon pisang milik warga, jadi daunnya bisa dimanfaatkan,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru Shanty Eka Septiani menegaskan momentum pembagian daging kurban tanpa kantong plastik diharapkan mampu memicu semangat masyarakat memerangi sampah plastik sekali pakai demi menjaga kelestarian lingkungan hidup.

“Sebagai alternatif pengganti, masyarakat bisa menggunakan daun pisang atau daun jati, wadah guna ulang food grade, tas purun, maupun tas bambu. Momentum ECO Qurban ini diharapkan menjadi gerakan bersama agar Iduladha di Banjarbaru tidak hanya penuh makna ibadah, tetapi juga membawa dampak baik bagi lingkungan,” kata Shanty.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA