BRF 2026 di Hari Jadi ke-27, Banjarbaru Berlari dalam Semangat Kesetaraan

waktu baca 3 menit
Jumat, 17 Apr 2026 23:54 211 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Pagi belum sepenuhnya meninggi ketika ratusan pelari mulai memadati kawasan depan Gedung DPRD Banjarbaru, Sabtu (18/4/2026).
Kehadiran mereka menandai dimulainya Banjarbaru Fun Run (BRF) 2026, bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru.

Sebanyak 700 peserta ambil bagian dalam ajang yang menjadi rangkaian Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru ini. Sejak pagi, peserta telah memasuki area start, melakukan pemanasan, berfoto bersama, hingga saling menyemangati sebelum aba-aba pelepasan diberikan.

Ketua panitia, Bayu Hermawan, saat memberikan sambutan, mengaku tak menyangka animo masyarakat begitu besar. Pendaftaran bahkan harus dibuka dua kali untuk mengakomodasi tingginya minat.

“Awalnya kuota hanya 200 peserta. Lalu kami tambah 30 peserta. Bahkan H-1 kegiatan, kami kembali membuka pendaftaran untuk sesi tanpa race pack karena banyaknya permintaan masyarakat Banjarbaru,” ujar Bayu.

Ia menyadari, sebagai gelaran perdana, panitia masih membatasi jumlah peserta. Namun seluruh proses dilakukan secara terbuka dan adil melalui sistem pendaftaran daring.

“Kami memastikan pendaftaran dilakukan secara maksimal dan fair dengan menggunakan sistem online. Ini pengalaman pertama, tapi melihat antusiasme hari ini, sangat mungkin akan ada BRF berikutnya dengan persiapan yang lebih matang dan lebih besar,” katanya.

Namun lebih dari sekadar Fun Run, BRF 2026 menghadirkan makna yang lebih dalam: semangat kesetaraan. Sebanyak 25 anak dengan Down Syndrome turut ambil bagian, didampingi orang tua masing-masing. Mereka berlari, berjalan, dan tersenyum lebar, menyatu bersama ratusan peserta lainnya.

Di garis lintasan, tak ada perbedaan. Yang terlihat hanya semangat.

Ketua Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome Kalimantan Selatan, Sigit Bayu Adhi, mengaku terharu melihat keterlibatan anak-anak dalam ajang ini.

“Anak-anak sangat gembira. Ini tantangan baru bagi kami karena baru pertama kali anak-anak Down Syndrome terlibat dalam event ini. Tapi semangatnya jelas: Banjarbaru adalah kota yang setara,” ujarnya.

Menurut Sigit, keikutsertaan anak-anak bentuk pengakuan bahwa mereka memiliki hak yang sama untuk tampil, bergerak, dan berpartisipasi di ruang publik.

“Alhamdulillah anak-anak sudah bisa mengikuti kegiatan ini. Ini luar biasa. Benar-benar sesuai harapan kami, bahwa masyarakat tahu, masyarakat paham, anak-anak kami ada dan mereka bisa,” katanya.

Ia pun menyampaikan harapan agar ruang-ruang partisipasi seperti ini terus dibuka.

“Saya minta untuk menerima, mengerti, mencintai, dan mendukung anak-anak kami. Kami berharap ketika ada kegiatan seperti ini lagi, anak-anak kami dapat diikutkan kembali untuk berpartisipasi. Terima kasih,” ucapnya.
Sigit juga menilai, kegiatan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun kota yang inklusif.

“Saya kira ini event yang luar biasa. Pemerintah mencoba mendekatkan diri kepada masyarakat, mencoba mengerti keinginan masyarakat. Tidak hanya masyarakat umum, disabilitas pun diberikan perhatian khusus. Untuk itu kami berharap kegiatan seperti ini terus ada,” tuturnya.

Mewakili para orang tua, ia menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, atas kesempatan yang diberikan.

“Kami berterima kasih kepada Ibu Wali Kota yang sudah memberikan kesempatan yang sama. Banjarbaru benar-benar ingin menjadi kota yang setara, kota yang nyaman untuk semua warganya,” katanya.

Di garis finis, momen paling mengharukan terjadi ketika anak-anak Down Syndrome menerima medali finisher. Senyum mereka mengembang, sebagian memeluk orang tua, sebagian lagi mengangkat medalinya tinggi-tinggi.

Pagi itu, Kota ini sedang berlari menuju makna yang lebih besar: tentang kebersamaan, tentang penerimaan, dan tentang hak yang sama untuk setiap warganya.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA