Camat Liang Anggang Pimpin Gotong Royong Babarasih Baimbai, Warga Serentak Bersihkan Lingkungan

waktu baca 2 menit
Senin, 13 Apr 2026 07:35 146 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Semangat kebersamaan mewarnai peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru. Warga bersama jajaran pemerintah Kecamatan Liang Anggang menggelar kegiatan gotong royong “Babarasih Baimbai” secara serentak, Minggu (12/4/2026), di Jalan Peramuan, samping Makam Syuhada Haji, RW 3, Kelurahan Landasan Ulin Tengah. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Gerakan Indonesia Asri yang mendorong budaya hidup bersih dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan di tengah masyarakat.

Sejak pagi, ratusan peserta telah berkumpul, terdiri dari unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, lembaga kemasyarakatan, hingga tokoh masyarakat. Kegiatan ini melibatkan Lurah Landasan Ulin Barat, Selatan, Utara, dan Tengah beserta seluruh karyawan, Ketua LPM tingkat kecamatan dan kelurahan, Forum RT/RW, para Ketua RT dan RW se-Kecamatan Liang Anggang, serta seluruh jajaran pegawai kecamatan.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga diikuti unsur masyarakat luas, termasuk Babinsa, Bhabinkamtibmas, Babinter, serta para pelaku usaha di wilayah Liang Anggang. Kehadiran mereka memberikan kontribusi nyata, salah satunya melalui bantuan bak sampah untuk pemilahan sampah organik dan anorganik yang kemudian dibagikan ke masing-masing RT di Kelurahan Landasan Ulin Tengah.

Gotong royong ini difokuskan pada pembersihan lingkungan, saluran drainase, serta pengumpulan dan pemilahan sampah. Warga terlihat antusias bekerja bahu-membahu, mencerminkan kuatnya budaya “babarasih baimbai” yang menjadi identitas lokal dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Camat Liang Anggang, Lia Astuti, menegaskan bahwa kegiatan ini bagian dari gerakan berkelanjutan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut arahan Wali Kota Banjarbaru terkait penguatan pengelolaan sampah berbasis sumber. Pemerintah kecamatan telah menginstruksikan kepada seluruh lurah agar mendorong masyarakat mulai memilah sampah dari rumah tangga.

Langkah sederhana tersebut dinilai memiliki dampak luas, baik dari sisi kebersihan lingkungan maupun ekonomi masyarakat. Sampah anorganik yang dipilah dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga yang bekerja sebagai pengumpul barang bekas. Sementara itu, sampah organik dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

“Kita ingin kegiatan ini menjadi rutinitas bulanan yang dilaksanakan bergiliran di setiap kelurahan. Sesuai arahan Wali Kota, kami juga terus mendorong masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah. Hal kecil, tetapi berdampak besar bagi kebersihan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Lia Astuti.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA