Wali Kota Lisa Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Warga, Lurah Syamsudin Noor Siapkan Perlindungan HAKI MARKISSA

waktu baca 3 menit
Sabtu, 11 Apr 2026 05:53 205 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Sabtu (11/4/2026), halaman ruang pertemuan warga RT 33 RW 07 Kelurahan Syamsudin Noor, Banjarbaru, tampak lebih ramai dari biasanya. Ibu-ibu menggendong balita, para lansia duduk tertib menunggu giliran pemeriksaan, sementara di sudut lain, sejumlah warga membawa kantong berisi botol dan plastik bekas yang telah dipilah dari rumah.

RT 33 RW 07 kembali menggelar POSGA (Posyandu Keluarga), kegiatan rutin setiap Sabtu pekan kedua yang dimulai pukul 09.00 WITA. Agenda utamanya jelas: penimbangan balita dan pemeriksaan kesehatan lansia. Namun kali ini, ada pesan tambahan yang disisipkan yaitu pengelolaan sampah dari sumbernya.

Ketua RW 07, Suyono, hadir sebagai kader sekaligus menyampaikan program kepada warga. Ia turut menggalakkan gerakan sedekah sampah bagi warga yang datang memeriksakan kesehatan. Bagi warga, pemeriksaan kesehatan kini bukan hanya tentang berat badan balita atau tekanan darah lansia, melainkan juga tentang kesadaran memilah sampah rumah tangga.

Lurah Syamsudin Noor, Fitria Khairani, yang hadir langsung di lokasi, menegaskan bahwa posyandu terintegrasi menjadi ruang strategis untuk pelayanan sekaligus edukasi.

“Hari ini kegiatan kita ada di posyandu terintegrasi warga di wilayah Kelurahan Syamsudin Noor. Di sini kita melayani pelayanan kesehatan untuk anak-anak balita, ibu hamil, ibu menyusui, remaja, dan juga lansia,” ujarnya.

Menurut Fitria, pendekatan berbasis keluarga dan komunitas dinilai efektif untuk menyentuh persoalan mendasar, termasuk kebersihan lingkungan. Karena itu, pesan pengelolaan sampah turut dimasukkan dalam setiap kegiatan posyandu.

Langkah ini sejalan dengan arahan Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, yang sebelumnya menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya. Dalam kunjungan Menteri Lingkungan Hidup ke Banjarbaru, Lisa menyampaikan bahwa pendekatan berbasis masyarakat menjadi kunci.

Di tingkat kelurahan, komitmen itu diterjemahkan dalam langkah konkret. Fitria mengatakan, pihaknya akan mensosialisasikan pemilahan sampah melalui posyandu-posyandu di wilayahnya. Warga yang datang diimbau membawa sampah anorganik untuk kemudian disalurkan ke Bank Sampah warga RT 33 RW 07.

“Ibu-ibu di RT 33 ini sudah mulai mengelola sampah terpilah, baik nonorganik maupun organik. Jadi kita tinggal memperkuat dan memperluas gerakan ini,” katanya.

Tak berhenti di sana, pihak kelurahan juga merancang edukasi ke sekolah-sekolah. Konsepnya sederhana: menghadirkan “eko box” di kelas-kelas, tempat siswa mengumpulkan botol bekas setiap Jumat sebagai bentuk sedekah sampah. Gerakan kecil yang diharapkan menanamkan kebiasaan sejak dini.

Untuk saat ini, seluruh kegiatan masih berjalan secara swadaya, didukung penuh Ketua RT 33, Yoni Setiawan, beserta warga. Ke depan, kelurahan berencana menggandeng program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru agar gerakan ini semakin kuat dan berkelanjutan.

Salah satu bentuk keseriusan lainnya, kelurahan Syamsudin Noor adalah mendorong Program Mari Kita Sedekah Sampah (MARKISSA) yang digagas warga untuk didaftarkan hak kekayaan intelektualnya ke Kementerian Hukum dan HAM. Langkah ini dinilai penting untuk melindungi inovasi berbasis masyarakat.

“Kita akan mendukung penuh, karena ini murni swadaya masyarakat. Amanah Ibu Wali Kota akan kami jalankan dengan mendorong dan memfasilitasi program ini, termasuk jika memungkinkan sampai pada pengurusan HAKI sebagai hak dari pencetusnya,” pungkas Fitria.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA