Baru Sehari Dilantik, Kadis LH Shanty Langsung Pimpin Aksi Korvei Massal di Banjarbaru
waktu baca 3 menit
Selasa, 10 Mar 2026 05:52 250 Banjarbaru Emas 2
Foto : Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru Shanty Eka Septiani berbincang dengan Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya Ir Noer Adi Wardojo di sela kegiatan Apel Kesiapan dan Aksi Korvei Lingkungan di Lapangan dr. Murdjani, Banjarbaru, Senin (9/3/2026).
BANJARBARUEMAS.COM – Baru sehari dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru, Shanty langsung turun ke lapangan memimpin Apel Kesiapan dan Aksi Korvei Lingkungan yang digelar Pemerintah Kota Banjarbaru bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia di Lapangan Sepak Bola dr. Murdjani, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (9/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan bersih-bersih lingkungan secara massal yang melibatkan ratusan peserta dari unsur pemerintah daerah, instansi terkait, komunitas lingkungan, hingga masyarakat umum. Aksi korvei ini sekaligus menjadi upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kota Banjarbaru.
Sekitar 650 peserta mengikuti kegiatan yang diawali dengan apel kesiapan sebelum dilanjutkan dengan aksi korvei atau kerja bakti massal untuk membersihkan lingkungan di sejumlah titik sekitar pusat kota.
Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya, Ir Noer Adi Wardojo, mengatakan bahwa kegiatan semacam ini perlu dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Tidak hanya satu kali, tapi berlanjut. Yang penting konsisten dan efektif untuk membersihkan Banjarbaru supaya bersih dan resik,” ujarnya saat diwawancarai di sela kegiatan.
Menurut Noer Adi, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus dikomandoi langsung oleh kepala daerah. Hal tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yang menegaskan bahwa pemerintah daerah memegang peran penting dalam pengurangan dan pengelolaan sampah.
Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tugas Dinas Lingkungan Hidup, tetapi juga harus melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah sesuai dengan kewenangannya.
Sebagai contoh, pengelolaan kebersihan di kawasan pasar menjadi tanggung jawab dinas yang membidangi pengelolaan pasar. Sementara itu, pengelolaan sampah di sektor pariwisata seperti hotel, restoran, dan kafe berada dalam pembinaan dinas yang menangani sektor pariwisata.
“Jadi semua perangkat daerah harus terlibat. Tidak bisa hanya satu dinas saja yang bekerja,” kata Noer Adi.
Ia juga menyampaikan bahwa berbagai pengetahuan dan teknologi pengelolaan sampah sebenarnya sudah tersedia dan dapat diterapkan di berbagai daerah. Tantangan utama saat ini bukan lagi pada ketersediaan teknologi, melainkan pada komitmen dan kemauan untuk menjalankannya secara konsisten.
“Ilmunya sudah ada, teknologinya sudah ada. Sekarang pertanyaannya adalah mau atau tidak. Kita harus menyatakan bahwa semua harus bisa dan semua wajib melaksanakan,” ujarnya.
Usai pelaksanaan apel, para peserta langsung bergerak melakukan aksi korvei lingkungan dengan membersihkan sampah di area sekitar lokasi kegiatan. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah dan dikelola sesuai jenisnya.
Dari kegiatan tersebut, tercatat total 265,6 kilogram sampah berhasil dikelola, dengan rincian 40,4 kilogram sampah organik, 206 kilogram sampah anorganik, serta 19,2 kilogram sampah residu.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat, Banjarbaru diharapkan dapat terus bergerak menuju kota yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan bagi seluruh warganya.(be)
Tidak ada komentar