Rapat Matangkan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru, Pemkot Tekankan Dampak Nyata; KEK Jadi Motor Penggerak Komunitas
waktu baca 3 menit
Kamis, 26 Feb 2026 21:54 298 Banjarbaru Emas 2
BANJARBARUEMAS.COM — Pemerintah Kota Banjarbaru kian mematangkan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-27 Tahun 2026. Melalui rapat lanjutan pembentukan panitia pelaksana yang digelar di Aula Srikandi, Sekretariat Daerah Kota Banjarbaru, Kamis (26/2/2026), arah perayaan ditegaskan: sederhana dalam pembiayaan, kuat dalam kolaborasi, dan nyata manfaatnya bagi masyarakat.
Rapat dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Banjarbaru, Sri Lailana, serta dihadiri Ketua Panitia Prof. Dr. Husaini, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), dan unsur pemangku kepentingan, termasuk Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Banjarbaru. Forum itu membahas secara rinci kebijakan anggaran, identitas visual, tema besar, desain kegiatan utama, hingga strategi publikasi.
Salah satu keputusan penting adalah tidak adanya alokasi anggaran khusus untuk peringatan hari jadi. Seluruh rangkaian kegiatan diarahkan mengoptimalkan program masing-masing SKPD agar terintegrasi dalam agenda Hari Jadi.
Ketua Panitia Prof. Husaini menyampaikan arahan Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, bahwa peringatan harus berdampak langsung bagi warga. “Instruksi Ibu Wali Kota, kegiatan ini harus membawa manfaat positif untuk masyarakat. Hari Jadi ke-27 ini milik seluruh warga Banjarbaru, sehingga semua pihak berhak terlibat,” ujarnya.
Penguatan struktur kepanitiaan juga menjadi perhatian. Wali Kota menginginkan susunan yang efektif dan terkoordinasi, dengan pembagian tugas jelas di setiap seksi. Masing-masing OPD diminta menyesuaikan program kerja agar selaras dengan semangat peringatan.
Tema Berkelanjutan, Narasi Pembangunan Kota
Identitas visual tetap menggunakan logo “Banjarbaru Emas” tanpa melalui perlombaan desain. Sementara itu, tema masih dalam tahap pengajuan dari tiap seksi. KEK Banjarbaru mengusulkan pengolahan kata “ELOK” sebagai tema 2026, yang dirangkai berkelanjutan dengan MAJU (2027), ADIL (2028), dan SEJAHTERA (2029). Skema ini dinilai membangun kesinambungan narasi pembangunan kota dalam empat tahun ke depan.
Fun Run, Expo, dan 15.000 Porsi Soto Banjar
Untuk kegiatan utama, Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata mengusulkan event Fun Run dengan proyeksi awal 200 peserta. Panitia meminta koordinasi dengan KEK agar cakupan diperluas dan memberi efek pengganda ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM.
Pada Expo Hari Jadi, setiap stan SKPD diwajibkan menyediakan konsumsi untuk masyarakat. KEK mengusulkan menu seragam Soto Banjar sebanyak 15.000 porsi sebagai penguatan arah gastronomi kota. Usulan ini bahkan dinilai berpotensi diajukan sebagai rekor MURI apabila dukungan anggaran dan teknis terpenuhi.
Selain itu, diusulkan Festival Affiliator untuk promosi produk UMKM secara digital tanpa anggaran tambahan, serta penayangan video “Lorong Waktu Kepemimpinan Kota Banjarbaru” sejak 1999 sebagai pengantar sebelum pemaparan capaian 100 hari kerja pemerintah kota.
Gerakan Bersih Serentak dan Koordinasi “Satu Pintu”
Rapat juga menyepakati gerakan bersih-bersih serentak se-Kota Banjarbaru yang melibatkan masyarakat di lingkungan masing-masing. Tanpa anggaran khusus, kegiatan ini akan diperkuat dengan narasi digital agar partisipasi warga meluas.
Dalam konteks pelibatan komunitas, KEK diminta menjadi koordinator dalam konsep “satu pintu” untuk mengintegrasikan jejaring komunitas kreatif, pelaku UMKM, hingga relawan kota.
Ketua Umum KEK Banjarbaru, H. Riandy Hidayat, menegaskan komitmen organisasinya. “KEK Banjarbaru siap menjadi bagian penting dalam menyukseskan Hari Jadi ke-27. Kami akan menggerakkan komunitas, pelaku UMKM, dan insan kreatif agar perayaan ini bukan hanya meriah, tetapi juga berdampak ekonomi dan memperkuat identitas Banjarbaru sebagai kota kreatif,” katanya.
Agenda Lanjutan dan ICE 2026
Rapat lanjutan dijadwalkan pada 5 Maret 2026 untuk mematangkan teknis pelaksanaan. Selain itu, pada akhir Juni 2026 Banjarbaru juga akan terlibat dalam Indonesia City Expo (ICE) dalam rangkaian Rakernas APEKSI. KEK diminta menyiapkan konsep partisipasi kota dalam ajang tersebut.
Dengan pendekatan kolaboratif dan optimalisasi program, Pemerintah Kota Banjarbaru berharap Hari Jadi ke-27 tidak hanya menjadi perayaan tahunan, melainkan momentum refleksi dan akselerasi pembangunan, meriah dalam kebersamaan, kuat dalam makna, dan nyata manfaatnya bagi warga.(be)
Tidak ada komentar