Komite Ekonomi Kreatif Banjarbaru Siap Ramaikan Ramadhan Festival 2026
waktu baca 3 menit
Rabu, 18 Feb 2026 09:35 475 Banjarbaru Emas 2
Foto : Ketua Umum Komite Ekonomi Kreatif Kota Banjarbaru H. Riandy Hidayat menyerahkan plakat kepada Ketua Indonesian Creative Cities Network (ICCN) Fiki Satari di Jakarta. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan kolaborasi nasional untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif Banjarbaru.(BE)
BANJARBARUEMAS.COM — Semarak bulan suci kembali menyapa Kota Idaman. Pemerintah Kota Banjarbaru memastikan pelaksanaan Banjarbaru Ramadhan Festival 2026 (Pasar Wadai Ramadhan) di Lapangan Murdjani akan digelar selama 26 hari, mulai 1 Ramadhan 1447 Hijriah. Mengusung tema “Harmoni Ramadhan dalam Kebersamaan Banua”, festival ini direncanakan dibuka secara resmi pada Kamis, 19 Februari 2026.
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, dijadwalkan membuka langsung kegiatan tersebut. Dua hari sebelum pembukaan, Selasa (17/2/2026), ia meninjau kesiapan lokasi di Lapangan Murdjani. Peninjauan itu meliputi kesiapan tata letak stand UMKM, panggung hiburan religi, sistem kelistrikan, keamanan, hingga kebersihan kawasan.
Menurutnya, pengecekan menyeluruh menjadi langkah penting agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, dan meriah. “Mulai dari kesiapan lokasi, stand UMKM, panggung hiburan religi, hingga fasilitas pendukung lainnya kita cek bersama agar masyarakat dapat merasakan suasana Ramadhan yang penuh kebersamaan, keberkahan, dan kegembiraan di Kota Banjarbaru,” ujarnya.
Festival tahunan ini tak hanya menjadi ruang syiar Islam, tetapi juga penggerak ekonomi lokal. Ratusan pelaku UMKM dijadwalkan ambil bagian, menghadirkan aneka kuliner khas Banjar, produk kriya, fesyen muslim, hingga minuman tradisional. Perputaran ekonomi selama hampir satu bulan itu diharapkan memberi dampak signifikan bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Stand KEK: Panggung Interaksi dan Ekosistem Kreatif
Kehadiran Komite Ekonomi Kreatif Kota Banjarbaru (KEK) menjadi salah satu elemen strategis dalam festival tahun ini. Ketua Umum KEK Banjarbaru, Riandy Hidayat, menegaskan bahwa stand KEK dirancang bukan sekadar sebagai ruang promosi kelembagaan.
Menurut Riandy, stand KEK akan menjadi pusat informasi program, ruang konsultasi kreatif, sekaligus panggung bagi komunitas untuk menampilkan karya. Setiap hari akan diisi dengan agenda tematik mulai dari talkshow ekonomi kreatif, demo konten digital, hingga diskusi ringan tentang peluang usaha berbasis kreativitas.
Pengunjung juga dapat mengakses informasi program dan kerja-kerja KEK secara langsung melalui stan tersebut. KEK membuka ruang dialog dengan pelaku UMKM, komunitas, serta anak-anak muda yang ingin mengembangkan ide kreatifnya.
Riandy menambahkan, momentum Ramadhan harus dimanfaatkan sebagai ruang membangun optimisme kolektif. Ia melihat generasi muda Banjarbaru memiliki potensi besar untuk tumbuh dalam ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.
“Ramadhan ini bukan hanya tentang pasar wadai atau panggung hiburan religi. Ini tentang bagaimana kita merajut kolaborasi. Stand KEK adalah ruang terbuka. Anak-anak muda, komunitas kreatif, pelaku UMKM, bahkan masyarakat umum bisa datang, berdiskusi, dan berjejaring,” ujarnya.
Riandy berharap kehadiran KEK dalam Banjarbaru Ramadhan Festival 2026 menjadi langkah konkret membangun ekosistem kreatif kota.
“Kami ingin Ramadhan ini menjadi titik temu antara spiritualitas dan kreativitas. Dari Lapangan Murdjani, kita kirim pesan bahwa Banjarbaru tidak hanya religius, tetapi juga produktif dan inovatif. Ekonomi kreatif adalah masa depan kota ini, dan kami mengundang seluruh anak muda Banjarbaru untuk hadir, terlibat, dan menjadi bagian dari gerakan besar ini,” pungkas Riandy.
Tidak ada komentar