BANJARBARUEMAS.COM – Persoalan populasi ikan sapu-sapu di Sungai Kemuning, Kota Banjarbaru ssmakin tidak terkendali, keberadaan ikan sapu-sapu dikhawatirkan menggerus populasi ikan lokal yang tumbuh dan berkembang di kawasan tersebut.
Untuk menekan populasi ikan sapu-sapu warga Kelurahan Guntung Paikat melakukan aksi berburu ikan sapu-sapu di Sungai Kemuning, yang dibalut dengan lomba, Sabtu (10/10/2026) akhir pekan tadi.
Ketua RW III Guntung Paikat, Wagiyono mengatakan, selain populasinya yang tak terkontrol, ikan sapu-sapu disinyalir juga membuat badan siring Sungai Kemuning terkikis.
“Jadi kalau sudah-sudah musim nanti musim penghujan, digerus-nya itu akhirnya larut, diterjang oleh air, akhirnya bantarannya itu akan ambruk,” ujarnya.
Wagiyono menjelaskan, warganya juga ada yang menangkap ikan sapu-sapu, namun tidak semasif hari ini, jika sedang memancing, tak jarang warga justru mendapatkan ikan sapu-sapu.
“Bahkan kita kalau memancing pun ikan sapu-sapu mesti kita naikkan juga. Tapi dengan adanya kegiatan ini lebih banyaklah kita untuk menangkap ikan sapu-sapu yang tertangkap,” jelasnya.
Kegiatan lomba sendiri menurutnya merupakan kolaborasi antara Pemko Banjarbaru dengan Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Kalimantan Selatan (Kalsel).
Ketua Tim Kerja Karantina Ikan Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Kalsel, Irwan Fakhriza mengungkapkan, lomba menangkap ikan sapu-sapu merupakan kegiatan menyongsong hari ulang tahun ke-149 Karantina dan hari jadi ke-3 tahun Badan Karantina Indonesia.
“Ikan sapu-sapu yang kita ketahui merupakan salah satu jenis ikan invasif yang sangat merugikan ekosistem perairan di lingkungan kita. Oleh sebab itu kami bersama masyarakat Banjarbaru mencoba untuk menghilangkan jenis ikan invasif ini agar tidak menghilangkan ikan-ikan lokal yang ada di sekitar perairan Banjarbaru,” ungkapnya.
Selain di Sungai Kemuning, Irwan menerangkan pihaknya sudah melakukan pemetaan ikan invasif di dua lokasi yaitu di Waduk Riam Kanan, Kabupaten Banjar untuk jenis ikan lohan dan Sungai Martapura, Kota Banjarmasin untuk jenis ikan sapu-sapu.
“Sebenarnya tidak hanya pada musim kemarau, jenis ikan invasif khususnya sapu-sapu itu berkembang biak itu sangat cepat, baik itu dari musim kemarau maupun di musim penghujan,” tutupnya.(be)
Views: 15
Tidak ada komentar