Wali Kota Lisa Jadikan Nobar Piala Dunia 2026 Mesin Penggerak Ekonomi Rakyat Banjarbaru

waktu baca 3 menit
Senin, 15 Jun 2026 09:59 151 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Gelaran Piala Dunia 2026 tidak hanya dipandang sebagai ajang olahraga terbesar di dunia, tetapi juga sebagai peluang strategis untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, menghidupkan ruang publik, sekaligus memperkuat kebersamaan warga.

Karena itu, Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, menyatakan dukungan penuhnya terhadap pelaksanaan kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang difasilitasi pemerintah daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Lisa pada Senin (15/6/2026), menyusul terbitnya Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.2.7/4657/SJ yang mengimbau seluruh kepala daerah di Indonesia untuk menginisiasi dan memfasilitasi kegiatan nobar Piala Dunia di wilayah masing-masing.

Menurut Lisa, momentum Piala Dunia harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menghadirkan ruang hiburan yang sehat dan positif bagi warga.

“Saya mendorong seluruh penggerak ekonomi masyarakat untuk memanfaatkan momentum nonton bareng Piala Dunia 2026 ini sebagai penggerak perputaran ekonomi daerah. UMKM harus ikut bergerak, pelaku kuliner harus mendapat manfaat, produk-produk kreatif lokal harus mendapatkan ruang promosi, dan masyarakat bisa menikmati hiburan bersama dalam suasana yang aman dan tertib,” ujar Lisa.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Banjarbaru siap memberikan dukungan melalui penyediaan sarana yang representatif, termasuk memanfaatkan kawasan Balai Kota sebagai salah satu titik kegiatan nobar yang nyaman bagi masyarakat.

“Kami akan memfasilitasi kegiatan ini dengan sarana yang proper di lingkungan Balai Kota. Selain menjadi ruang kebersamaan masyarakat, kegiatan ini juga dapat menghidupkan ruang-ruang publik dan memperkuat interaksi sosial antarwarga,” katanya.

Langkah tersebut sejalan dengan arahan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, yang meminta seluruh gubernur, bupati, dan wali kota untuk menyiapkan lokasi strategis serta ruang publik yang memungkinkan masyarakat menyaksikan pertandingan Piala Dunia secara bersama-sama.

Dalam surat edaran yang diterbitkan pada 14 Juni 2026 itu, pemerintah daerah diminta menggerakkan perangkat daerah untuk mendukung pelaksanaan nobar melalui penyediaan fasilitas dasar, dukungan teknis, pengaturan lalu lintas, pengelolaan kebersihan, hingga koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna menjamin keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Bagi Banjarbaru, kebijakan tersebut dinilai tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang luas. Aktivitas nobar diperkirakan akan meningkatkan kunjungan warga ke ruang publik, mendorong transaksi UMKM, memperkuat sektor kuliner, hingga membuka peluang promosi bagi pelaku ekonomi kreatif.

Lisa menilai, semakin banyak masyarakat berkumpul dalam kegiatan yang tertib dan terorganisir, semakin besar pula dampak ekonomi yang dapat dirasakan oleh pelaku usaha lokal.

“Momentum ini harus menjadi kesempatan bersama untuk menggerakkan ekonomi rakyat. Ketika masyarakat berkumpul dalam kegiatan nobar, maka akan ada transaksi ekonomi yang tercipta. UMKM mendapat pembeli, pedagang kuliner meningkat penjualannya, dan produk kreatif lokal memiliki ruang untuk berkembang. Inilah yang ingin kita dorong di Banjarbaru,” tegasnya.

Selain aspek ekonomi, wali kota juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersamaan selama pelaksanaan kegiatan. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan nobar sebagai ruang silaturahmi yang positif dan kondusif.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Banjarbaru untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, serta menjadikan nonton bareng Piala Dunia sebagai ajang mempererat persaudaraan dan kebersamaan. Mari kita tunjukkan bahwa Banjarbaru mampu menghadirkan ruang publik yang hidup, produktif, dan bermanfaat bagi semua,” pungkas Lisa.

Berdasarkan simulasi dampak ekonomi yang dilakukan TVRI, kegiatan nobar Piala Dunia 2026 berpotensi menghasilkan perputaran ekonomi nasional hingga Rp2,34 triliun. Angka tersebut berasal dari estimasi nilai ekonomi sebesar Rp46,91 miliar per malam apabila kegiatan nobar berlangsung di 5.864 venue aktif selama 50 malam efektif dengan keterlibatan rata-rata empat UMKM di setiap lokasi.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, Banjarbaru pun berpeluang menjadikan Piala Dunia 2026 bukan hanya sebagai pesta sepak bola dunia, tetapi juga momentum untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, menghidupkan ruang publik, dan mempererat kebersamaan masyarakat dalam semangat Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera).(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA