BANJARBARUEMAS.COM — Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby menyambut kedatangan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Prof. Dr. Abdul Mu’ti beserta jajaran di Kota Banjarbaru, Minggu (11/1/2026). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka persiapan peluncuran Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang akan dipusatkan di SMP Negeri 2 Banjarbaru.
Peluncuran tersebut menjadi bagian dari komitmen nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam menghadirkan lingkungan sekolah yang ramah, aman, inklusif, serta menghargai potensi setiap peserta didik. Momentum ini juga ditandai dengan diperkenalkannya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, yang menegaskan pentingnya nilai saling menghormati dan budaya sekolah bebas dari kekerasan.
Melalui regulasi ini, pemerintah menempatkan sekolah selain sebagai ruang belajar akademik, tetapi juga sebagai ruang tumbuh karakter. Lingkungan sekolah diharapkan menjadi tempat yang aman bagi murid, guru, dan tenaga kependidikan, sekaligus menjadi wahana pembelajaran nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
Sebagai langkah konkret, Kemendikdasmen secara resmi meluncurkan gerakan Rukun Sama Teman. Gerakan ini dirancang untuk memperkuat ekosistem sekolah yang aman dan nyaman, sekaligus menjadi instrumen pencegahan terhadap praktik perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti sebelumnya menjelaskan bahwa gerakan Rukun Sama Teman merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto saat peluncuran program digitalisasi pembelajaran. Program ini bertujuan menekan angka kasus bullying dan kekerasan di sekolah melalui pendekatan budaya, kebijakan, dan kolaborasi lintas sektor.
“Program ini kami laksanakan sebagai bagian dari tindak lanjut arahan Bapak Presiden, sekaligus sebagai penguatan kebijakan kementerian untuk menciptakan budaya sekolah yang aman dan nyaman,” ujar Mu’ti pada kesempatan sebelumnya di Jakarta.
Menurut Mu’ti, peluncuran gerakan Rukun Sama Teman mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi seluruh warganya. Ia menekankan bahwa persoalan perundungan dan kekerasan di sekolah merupakan tanggung jawab bersama, sehingga pelaksanaannya melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait.
“Dengan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, proses belajar mengajar akan menjadi lebih produktif dan efektif. Dari sanalah kita berupaya melahirkan generasi yang kuat, cerdas, dan berkarakter,” kata Mu’ti.
Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman dan beradab. Menurutnya, peluncuran Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Banjarbaru mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam praktik nyata di satuan pendidikan.
Wali Kota Lisa berharap melalui persiapan dan pelaksanaan kegiatan ini akan terbangun sinergi yang kuat untuk menciptakan sekolah-sekolah yang bebas dari kekerasan, sekaligus menjadi ruang tumbuh karakter, nilai toleransi, dan rasa saling menghormati bagi peserta didik. Ia menegaskan bahwa suasana belajar yang aman dan nyaman merupakan prasyarat utama bagi terciptanya proses pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan di Kota Banjarbaru.
“Sekolah harus menjadi tempat yang membuat anak-anak merasa aman, dihargai, dan didengar. Dari lingkungan yang aman dan nyaman itulah karakter, prestasi, dan masa depan generasi Banjarbaru dapat dibangun secara utuh,” ujar Lisa.