BANJARBARUEMAS.COM – Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mempercepat penanganan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah seiring tingginya mobilitas masyarakat dan meningkatnya partisipasi warga dalam menyampaikan kondisi jalan, baik melalui media sosial maupun laporan ke kanal resmi pemerintah daerah.
Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, telah menginstruksikan Dinas PUPR agar lebih maksimal dalam menindaklanjuti berbagai informasi dan keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur, baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui media sosial.
“Setiap laporan masyarakat, baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui media sosial, harus menjadi perhatian serius. Saya sudah menginstruksikan Dinas PUPR untuk lebih responsif dan maksimal dalam menindaklanjuti kondisi jalan serta infrastruktur yang dikeluhkan warga. Namun tentu penanganannya tetap mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah agar pelaksanaannya tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar Wali Kota Lisa.
Meski demikian, penanganan tetap dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat urgensi, kondisi lapangan, volume lalu lintas, serta kemampuan fiskal daerah agar pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran. Ke depan, sejumlah usulan jalan rusak dari masyarakat juga akan kembali ditambahkan untuk ditindaklanjuti secara bertahap oleh Dinas PUPR.
Sejumlah ruas jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan kini mulai rampung ditangani dan kembali dapat dilalui dengan lebih nyaman. Warga pun mulai merasakan dampak dari perbaikan bertahap yang dilakukan pemerintah daerah melalui Dinas PUPR Kota Banjarbaru.
Beberapa ruas yang telah mencapai progres 100 persen antara lain Jalan Karang So, Jalan Komet, dan Jalan Panglima Batur. Sementara itu, penanganan di Jalan Caraka telah mencapai sekitar 80 persen dan Jalan Guntung Manggis sekitar 50 persen.
Di lapangan, proses penanganan dilakukan melalui pemeliharaan rutin jalan menggunakan metode tambal sulam (patching) dengan campuran aspal panas atau hotmix. Metode tersebut digunakan untuk menutup bagian jalan yang rusak atau berlubang agar kembali aman dan nyaman dilalui masyarakat.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Banjarbaru, Adi Maulana, mengatakan penanganan jalan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan, kondisi lapangan, dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
“Kami terus melakukan pemeliharaan rutin jalan di sejumlah titik prioritas. Penanganan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi kerusakan di lapangan dan kemampuan anggaran daerah,” ujar Adi Maulana.
Menurut dia, tingginya aktivitas masyarakat dan mobilitas kendaraan menyebabkan sejumlah ruas jalan mengalami penurunan kualitas, terutama pada titik dengan volume lalu lintas yang cukup tinggi. Karena itu, Dinas PUPR Kota Banjarbaru terus melakukan pemantauan dan evaluasi kondisi jalan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat, tepat sasaran, dan sesuai prioritas kebutuhan masyarakat.
“Kami juga terus memantau kondisi jalan di lapangan. Ketika terdapat kerusakan yang perlu segera ditangani, tim akan melakukan penyesuaian prioritas penanganan,” katanya.
Selain pemeliharaan rutin, Pemerintah Kota Banjarbaru juga menyiapkan penanganan lanjutan pada sejumlah ruas prioritas lainnya seperti Jalan Guntung Harapan, Jalan Caraka Jaya, Jalan Purnawirawan, dan Terusan Jalan Alkah Mahabbah.
Khusus Jalan Purnawirawan, kerusakan jalan dipengaruhi aktivitas angkutan pembangunan ruas Inpres Jalan Daerah (IJD) Purnawirawan di Kelurahan Guntung Manggis yang saat ini dikerjakan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan.
Adi Maulana menjelaskan penanganan permanen pada ruas tersebut direncanakan dilaksanakan melalui APBD Perubahan Tahun 2026 setelah pekerjaan pembangunan jalan nasional selesai dilakukan.
“Untuk Jalan Purnawirawan, saat ini masih ada aktivitas pembangunan jalan nasional sehingga penanganan permanennya direncanakan setelah pekerjaan tersebut selesai,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh program penanganan jalan di Kota Banjarbaru disusun berdasarkan skala prioritas dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan, urgensi penanganan, volume lalu lintas, hingga kemampuan fiskal daerah. Karena itu, tidak seluruh usulan perbaikan jalan dapat langsung diakomodasi dalam satu waktu.
“Kami memahami harapan masyarakat terhadap kondisi jalan yang lebih baik. Namun penanganan dilakukan bertahap sesuai prioritas dan kemampuan anggaran daerah,” katanya.
Selain percepatan penanganan di lapangan, Dinas PUPR Kota Banjarbaru juga mulai memperkuat pola komunikasi publik melalui publikasi berkala progres pekerjaan di media sosial dan kanal informasi pemerintah daerah.
Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui tahapan pekerjaan yang sedang berjalan sekaligus memahami proses penanganan infrastruktur jalan yang dilakukan secara bertahap.
“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa penanganan jalan terus berjalan. Karena itu progres pekerjaan akan kami sampaikan secara berkala sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik,” tutur Adi.
Respons positif juga datang dari masyarakat atas penanganan jalan yang dilakukan Pemerintah Kota Banjarbaru. Ketua RT 20 RW 11 Kelurahan Loktabat Utara, Rome Yusmadi, menyampaikan dukungan dan apresiasinya terhadap perbaikan Jalan Karang So yang kini telah rampung dikerjakan.
“Sebagai Ketua RT 20 RW 11, kami sangat mendukung dan berterima kasih karena Jalan Karang So sudah diperbaiki. Terima kasih buat Pemerintah Kota Banjarbaru,” ujarnya.
Senada dengan itu, Lurah Loktabat Utara, Dedy Wahyudie, juga mengapresiasi pelaksanaan pemeliharaan rutin jalan yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Pemerintah Kelurahan sangat mengapresiasi pelaksanaan pemeliharaan rutin jalan ini karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Semoga jalan yang diperbaiki dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” katanya.
Melalui percepatan penanganan jalan, kolaborasi lintas perangkat daerah, serta penguatan keterbukaan informasi publik, Pemerintah Kota Banjarbaru berharap pelayanan infrastruktur kepada masyarakat terus meningkat seiring pembangunan kota menuju Banjarbaru Emas (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera).(be)