BANJARBARUEMAS.COM — Pendidikan karakter tidak selalu harus diajarkan melalui cerita dan nasihat di dalam kelas. PAUD Citra Indonesia menghadirkan pembelajaran langsung dengan mengajak anak-anak mengunjungi Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera Banjarbaru, Senin (28/9/2026).
Kunjungan edukasi tersebut menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengenal kehidupan para lanjut usia sekaligus belajar tentang kasih sayang, empati, kepedulian, dan penghormatan kepada orang yang lebih tua.
Sebanyak 61 anak TK B didampingi 10 guru mengikuti kegiatan tersebut. Mereka menyapa dan berinteraksi dengan para penghuni panti. Sejumlah anak tampak tertegun ketika melihat secara langsung kehidupan para kakek dan nenek yang tinggal di sana.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan edukasi PAUD Citra Indonesia yang dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut dengan kelompok usia anak yang berbeda. Selain berinteraksi, anak-anak juga menyerahkan tali asih kepada para penghuni panti sebagai bentuk kepedulian.
Pemilik PAUD Citra Indonesia, Widi Sulistiyowati, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar anak tidak hanya mengetahui nilai kasih sayang secara teori, tetapi juga mengalaminya secara langsung.
“Kehadiran kami di sini wujud bakti dan kasih sayang seorang anak maupun cucu kepada orang tua atau kakek dan neneknya. Kami ingin anak-anak belajar bahwa berbagi kasih sayang kepada sesama, termasuk kepada para lansia, adalah sesuatu yang sangat berarti,” ujar Widi di Banjarbaru, Senin (28/9/2026).
Pengalaman itu, menurut Widi, menjadi bagian dari proses membentuk karakter anak melalui interaksi dengan lingkungan sosial. Senyum para penghuni panti ketika disapa anak-anak menjadi salah satu momen yang paling berkesan.
“Melihat senyum di wajah beliau-beliau adalah kebahagiaan yang tak ternilai bagi kami. Mudah-mudahan pengalaman sederhana ini menjadi pembelajaran yang membekas bagi anak-anak dan menumbuhkan rasa empati serta kepedulian sosial mereka,” tuturnya.
Apa yang ingin ditanamkan sekolah kemudian terlihat dari reaksi anak-anak selama berada di panti. Guru PAUD Citra Indonesia, Laili Juniati, mengatakan sebagian anak tampak terharu dan tertegun ketika melihat para lansia secara langsung.
“Kami ingin menanamkan rasa kasih sayang, empati, dan kepedulian terhadap keluarga dan sesama, terutama orang tua, kakek dan nenek. Anak-anak perlu memahami sejak dini bahwa orang tua harus disayangi dan dihormati,” kata Laili.
Menurut Laili, perjumpaan langsung dengan para lansia memberikan ruang bagi anak untuk memahami pentingnya memberikan perhatian kepada orang tua ketika mereka memasuki usia lanjut.
“Kami berharap tertanam dalam diri anak bahwa ketika mereka tumbuh dewasa, mereka tetap menyayangi, menghormati, dan memberikan perhatian kepada orang tua. Keluarga adalah tempat yang sangat penting untuk memberikan rasa nyaman dan kasih sayang,” ujarnya.
Respons anak-anak selama kunjungan juga menunjukkan bahwa pengalaman tersebut menyentuh sisi emosional mereka.
“Anak-anak sangat terharu. Mereka tertegun melihat kakek dan nenek di panti. Dari pengalaman ini kami berharap rasa empati dan kepedulian mereka tumbuh dan menjadi bagian dari karakter mereka,” katanya.
Pengalaman itu turut dirasakan orang tua siswa yang menyaksikan proses pembelajaran anak-anak mereka. Salah satunya Mama Khadijah yang mengaku tersentuh melihat anak-anak belajar peduli kepada para lansia hingga menitikkan air mata.
Bagi Khadijah, pembelajaran tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat tumbuh melalui pengalaman sederhana yang mempertemukan anak dengan kehidupan sosial secara langsung.
Dari sisi penghuni panti, kedatangan anak-anak juga menghadirkan kebahagiaan tersendiri. PPRSLU Budi Sejahtera saat ini dihuni sekitar 110 orang lanjut usia.
Salah satu penghuni panti, Misriyah, mengatakan sapaan dan perhatian anak-anak membuat suasana panti terasa seperti sedang menerima kunjungan keluarga.
“Senang banar dikunjungi. Apalagi kakek dan nenek serasa dikunjungi keluarga dan cucu-cucunya. Kami merasa bahagia ada anak-anak datang ke sini, menyapa dan menemani kami,” ujar Misriyah.
Kehangatan kunjungan itu membuat Misriyah berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda satu kali. Baginya, kehadiran anak-anak memberikan kebahagiaan sederhana bagi para penghuni panti.
“Pesannya, sering-seringlah berkunjung ke panti. Kami senang kalau ada yang datang. Rasanya seperti ada keluarga dan cucu-cucu yang datang menjenguk kami. Jangan hanya hari ini, sering-seringlah datang ke panti,” kata Misriyah.(be)
152
Tidak ada komentar