BANJARBARUEMAS.COM – Integrasi data dan pelayanan publik menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan kawasan metropolitan Banjarbakula. Untuk memperkuat koordinasi pembangunan lintas wilayah, H. Riandy Hidayat, Kepala Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, mengembangkan OPTIK Banjarbakula, sebuah inovasi digital yang dirancang untuk menghubungkan informasi lima daerah dalam satu platform.
Inovasi tersebut merupakan Proyek Perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2026. Proyek yang bertajuk “Optimalisasi Tata Kelola Pelayanan Publik yang Mudah dan Cepat melalui Digitalisasi Layanan Terpadu pada Kawasan Metropolitan Banjarbakula” ini diarahkan untuk mendukung pelayanan publik yang lebih mudah diakses, memperkuat pertukaran informasi, serta mendorong pengambilan keputusan berbasis data.
Lima daerah yang menjadi cakupan OPTIK Banjarbakula meliputi Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tanah Laut. Kelima wilayah tersebut memiliki keterkaitan dalam aspek ekonomi, mobilitas masyarakat, infrastruktur, lingkungan, dan pelayanan publik sehingga membutuhkan koordinasi yang tidak terbatas pada wilayah administratif masing-masing.
Dalam Policy Brief Proyek Perubahan edisi Oktober 2026, pengembangan OPTIK Banjarbakula dilatarbelakangi sejumlah tantangan tata kelola kawasan. Di antaranya, data dan aplikasi yang masih berpotensi dikelola secara terpisah, informasi layanan yang tersebar, belum seragamnya standar informasi, serta koordinasi yang perlu diperkuat ketika persoalan pembangunan melibatkan lebih dari satu daerah.
“OPTIK Banjarbakula ini kami gagas sebagai upaya memperkuat tata kelola kawasan metropolitan melalui integrasi informasi dan digitalisasi layanan publik. Lima daerah di kawasan Banjarbakula memiliki keterkaitan yang erat, sehingga diperlukan sinergi dan dukungan data yang terintegrasi agar perencanaan pembangunan dan koordinasi antardaerah dapat berjalan lebih efektif,” ujar Riandy Hidayat.
Portal Tampilkan Data Kawasan dan Peta Interaktif
Wujud awal inovasi tersebut kini dapat dilihat melalui portal OPTIK Banjarbakula pada situs resmi Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Selatan. Laman tersebut menampilkan profil lima daerah, informasi sektoral, peta spasial interaktif, serta informasi transportasi publik.
Pada bagian data sektoral, portal menyajikan informasi mengenai lingkungan hidup, pariwisata, perdagangan, pekerjaan umum, penanaman modal, pertanian, dan perindustrian. Informasi yang ditampilkan antara lain timbulan sampah, objek wisata unggulan, komoditas perdagangan, suplai air minum, investasi, hasil panen, sentra industri, dan koridor transportasi.
Portal juga dilengkapi peta spasial berbasis Geographic Information System (GIS) yang memvisualisasikan sejumlah titik dan informasi lokasi. Di antaranya rute bus, instalasi air minum, tempat pemrosesan akhir sampah, pariwisata, serta kawasan perindustrian.
Fitur tersebut memungkinkan informasi kawasan disajikan dalam bentuk visual sehingga pengguna dapat melihat persebaran lokasi dan fasilitas. Dalam pengembangannya, peta spasial diharapkan membantu memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai keterhubungan wilayah Banjarbakula.
Salah satu bagian yang cukup terperinci adalah informasi transportasi publik. Portal menampilkan sejumlah koridor Bus Rapid Transit (BRT), jadwal keberangkatan dan kedatangan, daftar halte, tarif, serta trayek angkutan pengumpan atau feeder.
Koridor yang ditampilkan antara lain rute Terminal Kilometer 17–Siring Kilometer 0–Martapura, Siring Kilometer 0–Perkantoran Gubernur, Terminal Kilometer 6–Anjir Muara, serta Terminal Gambut Barakat Kilometer 17–Terminal H. Soemarsono.
Informasi pada laman tersebut juga mencakup jadwal operasional berdasarkan hari layanan dan daftar halte pemberhentian. Untuk tarif BRT, portal mencantumkan biaya Rp5.000 per perjalanan, dengan tarif khusus Rp2.000 bagi pelajar atau mahasiswa, lansia berusia minimal 60 tahun, serta penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus sesuai ketentuan pendaftaran.
Penyajian informasi tersebut menjadi contoh pemanfaatan portal untuk menghimpun beragam informasi kawasan dalam satu tempat. Meski demikian, keakuratan jadwal, tarif, dan data sektoral tetap bergantung pada pemutakhiran informasi serta koordinasi dengan instansi yang berwenang.
Empat Fungsi Utama OPTIK Banjarbakula
Dalam rancangan kebijakannya, OPTIK Banjarbakula memiliki empat fungsi utama. Pertama, informasi terpadu, yakni penyediaan informasi kawasan dalam satu platform digital yang dapat diakses masyarakat dan pemerintah daerah.
Kedua, integrasi layanan, yang diarahkan untuk menghubungkan informasi dan layanan digital pemerintah daerah di kawasan Banjarbakula. Pengembangan fungsi ini membutuhkan koordinasi antarlembaga agar layanan yang disajikan sesuai dengan kewenangan masing-masing daerah.
Ketiga, dashboard kawasan, yaitu penyajian data dan indikator pembangunan dalam bentuk visual yang lebih mudah dipahami. Dashboard ini dirancang untuk mendukung pemantauan kondisi kawasan, perencanaan, dan evaluasi pembangunan berdasarkan data yang tersedia.
Keempat, kolaborasi lintas daerah. Fungsi ini ditujukan untuk memperkuat koordinasi, pertukaran informasi, dan pengambilan keputusan bersama dalam menangani persoalan kawasan metropolitan.
Keempat fungsi tersebut saling berkaitan. Informasi yang terstruktur menjadi fondasi bagi integrasi layanan dan dashboard, sedangkan koordinasi antardaerah diperlukan agar informasi dapat dimanfaatkan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
“Harapan kami, OPTIK Banjarbakula tidak hanya menjadi platform informasi, tetapi juga menjadi instrumen yang mendukung kolaborasi antarpemerintah daerah. Dengan informasi yang lebih terstruktur dan mudah diakses, pengambilan keputusan diharapkan semakin tepat dan pelayanan publik kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan,” katanya.
Dari Data Terpisah Menuju Tata Kelola Terintegrasi
Dalam Policy Brief, OPTIK Banjarbakula diposisikan sebagai solusi untuk mendorong perubahan tata kelola dari kondisi yang terfragmentasi menuju sistem yang lebih terintegrasi.
Perubahan tersebut dirancang melalui sentralisasi informasi, standardisasi data, koordinasi yang lebih terstruktur, serta pengambilan keputusan berbasis data. Informasi pembangunan, layanan publik, dan indikator kawasan diharapkan dapat dihimpun dengan format yang selaras sehingga lebih mudah dimanfaatkan bersama.
Standardisasi menjadi bagian penting karena data dari berbagai daerah perlu memiliki format, metadata, mekanisme pembaruan, dan proses validasi yang jelas. Tanpa keseragaman tersebut, penggabungan informasi berisiko menghasilkan data yang sulit dibandingkan atau tidak mencerminkan kondisi terkini.
Selain itu, pengelolaan platform memerlukan pembagian tanggung jawab yang jelas antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Setiap instansi perlu mengetahui peran dalam penyediaan, validasi, pembaruan, serta pemanfaatan data.
Melalui pendekatan tersebut, OPTIK Banjarbakula diharapkan dapat mendukung koordinasi pembangunan yang lebih efektif. Namun, manfaat itu tidak hanya ditentukan oleh tersedianya portal, melainkan juga oleh kualitas data dan konsistensi kerja sama antardaerah.
Peta Jalan Pengembangan hingga 2030
Pengembangan OPTIK Banjarbakula dirancang berlangsung secara bertahap. Pada 2026, fokusnya adalah implementasi dan konsolidasi, meliputi operasionalisasi portal, konsolidasi konten dan data, pengenalan sistem kepada lima daerah, penyempurnaan fitur, serta sosialisasi pemanfaatan awal.
Pada 2027, pengembangan diarahkan pada integrasi data dan layanan prioritas antarpemerintah daerah. Tahap ini mencakup penyelarasan layanan digital, penguatan infrastruktur dan keamanan data, penerapan standar data kawasan, serta pengujian integrasi dan validasi antarsistem.
Selanjutnya, pada 2028, fokus beralih pada penguatan kolaborasi. Agenda yang direncanakan mencakup forum koordinasi rutin antardaerah, kolaborasi program dan layanan prioritas, pemanfaatan data bersama untuk perencanaan, serta penyusunan kebijakan berbasis data kawasan.
Pada 2029, pengembangan diarahkan pada dashboard kawasan. Tahap ini mencakup penyajian indikator pembangunan dan layanan secara visual, integrasi data lintas sektor, penyediaan indikator strategis, serta pemantauan capaian program bersama.
Adapun mulai 2030 dan seterusnya, arah pengembangan ditujukan pada smart metropolitan governance, yakni tata kelola metropolitan yang memanfaatkan integrasi layanan dan teknologi digital untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat, tepat, dan berkelanjutan.
Peta jalan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan portal pada 2026 merupakan fondasi awal. Integrasi antarsistem, kolaborasi lintas daerah, dan pengembangan dashboard menjadi tahapan lanjutan yang membutuhkan kesiapan data, dukungan kebijakan, serta komitmen seluruh pemangku kepentingan.
Dukungan Kebijakan Menjadi Kunci Keberlanjutan
Agar inovasi berjalan efektif, Policy Brief merekomendasikan dukungan kebijakan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan pemerintah kabupaten/kota di kawasan Banjarbakula.
Rekomendasi tersebut meliputi penetapan OPTIK Banjarbakula sebagai platform informasi kawasan, pembangunan integrasi data lintas daerah, penetapan standar data dan informasi, pembentukan mekanisme koordinasi pengelolaan, serta pengembangan sistem secara bertahap.
Dukungan regulasi, anggaran, sumber daya manusia, dan kolaborasi juga menjadi kebutuhan penting. Komitmen tersebut diperlukan agar pengelolaan portal tidak berhenti pada penyajian informasi, tetapi berkembang menjadi sistem pendukung tata kelola kawasan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Dari sisi manfaat, OPTIK Banjarbakula diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh informasi layanan, memperkuat koordinasi antarpemerintah daerah, meningkatkan efisiensi birokrasi, dan mendukung perencanaan pembangunan yang lebih berbasis data.
Keberhasilan inovasi ini pada akhirnya perlu diukur melalui indikator yang jelas, antara lain keterbaruan data, pemanfaatan portal, efektivitas koordinasi, kualitas informasi, serta manfaat yang dirasakan masyarakat.
Dengan cakupan lima daerah dan beragam informasi yang telah ditampilkan, OPTIK Banjarbakula memiliki fondasi awal untuk dikembangkan menjadi platform informasi kawasan metropolitan. Tahap berikutnya adalah memastikan integrasi data berjalan sesuai rencana, tanggung jawab pengelolaan ditetapkan secara jelas, dan informasi yang disajikan tetap akurat serta relevan.
Portal OPTIK Banjarbakula dapat diakses melalui https://biroadbang.kalselprov.go.id/optikbanjarbakula/. Melalui pengembangan bertahap dan dukungan lintas daerah, inovasi ini diharapkan memperkuat tata kelola metropolitan Banjarbakula menuju kawasan yang lebih terintegrasi, kolaboratif, dan berkelanjutan.(be)
Views: 95
Tidak ada komentar