KIM Tangguh Mentaos Luncurkan Radio Streaming, Angkat Pengelolaan Sampah dan Informasi Lokal Banjarbaru
waktu baca 3 menit
Kamis, 2 Apr 2026 14:06 105 Banjarbaru Emas 2
Foto : Lurah Mentaos, Ciptadi, menjadi penyiar pertama Radio Streaming KIM Tangguh Mentaos saat siaran perdana, Kamis (2/4/2026), menyampaikan informasi lokal termasuk gerakan pengelolaan sampah dari rumah kepada warga Banjarbaru.(BE)
BANJARBARUEMAS.COM — Kamis, 2 April 2026, menjadi hari bersejarah bagi warga Kelurahan Mentaos, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru. Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Tangguh Mentaos resmi meluncurkan radio streaming sebagai saluran informasi baru yang menjangkau tanpa batas geografis.
Peluncuran ini menandai babak baru penguatan penyebaran informasi di tingkat kelurahan. Gagasan radio streaming awalnya diperkenalkan oleh Sigit, Ketua Yayasan Kesejahteraan Tuna Netra Nusantara (YKTN) Kalimantan Selatan, yang juga warga Mentaos dan kini menjadi anggota KIM Tangguh Mentaos.
YKTN Kalsel lebih dahulu memiliki radio streaming. Ketika ide tersebut disampaikan kepada Lurah Mentaos Ciptadi dan Ketua KIM Tangguh Mentaos Dr. Abdul Karim, gagasan itu disambut antusias dan dikembangkan menjadi Radio Streaming KIM Tangguh Mentaos.
Radio streaming atau radio internet merupakan layanan penyiaran audio yang ditransmisikan secara langsung melalui jaringan internet, bukan gelombang radio konvensional. Dengan teknologi ini, siaran dapat diakses dari mana saja melalui telepon pintar, komputer, hingga perangkat audio digital lainnya.
“Ini siaran perdana sekaligus uji coba peralatan, jadi memang belum maksimal. Waktu siaran masih terbatas,” ujar Ciptadi saat peluncuran.
Ia menjelaskan, pengoperasian radio relatif sederhana. “Cukup menggunakan laptop. Tantangannya justru bagaimana memaksimalkan penyebaran tautan agar jangkauan pendengar semakin luas. Karena berbasis internet, siaran ini secara teori bisa diakses dari seluruh dunia,” katanya.
Dengan hadirnya radio streaming, kanal informasi KIM Tangguh Mentaos bertambah. Sebelumnya, KIM telah mengelola laman web dari Kominfo, YouTube, Instagram, Facebook, dan TikTok. Kini, radio streaming menjadi kanal terbaru sekaligus pelengkap ekosistem informasi mereka.
Kehadiran Sigit dari YKTN dan Elisabeth dalam struktur pengelolaan mempertegas komitmen KIM Tangguh Mentaos sebagai KIM inklusif ruang informasi yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Radiostreaming ini disebut sebagai inovasi baru di lingkungan KIM, bahkan diklaim sebagai yang pertama di Indonesia yang dikelola langsung oleh KIM tingkat kelurahan.
Pada siaran perdana, KIM Tangguh Mentaos menayangkan sejumlah berita lokal dan nasional. Ciptadi menyebutkan, fokus utama tetap pada isu-isu lokal Banjarbaru.
“Fungsi KIM adalah menyebarkan informasi lokal, nasional, hingga internasional. Namun prioritas kami tetap berita lokal yang berdampak langsung pada warga,” ujarnya.
Dalam siaran pertama, disampaikan tiga berita lokal, yakni surat edaran Wali Kota Banjarbaru tentang kewajiban memperdengarkan lagu Indonesia Raya setiap pukul 10.00 Wita, kebijakan efisiensi anggaran peringatan Hari Jadi ke-27 Banjarbaru, serta imbauan kepada camat dan lurah untuk menggerakkan warga melakukan pengelolaan sampah dari rumah. Selain itu, satu berita nasional terkait kasus viral pegiat ekonomi kreatif Amsal Sitepu juga turut disiarkan.
“Ke depan kami masih mencari pola siaran yang efektif. Harapannya bisa siaran setiap hari,” kata Ciptadi.
Dari sisi pembiayaan, pengelolaan radio streaming ini dilakukan secara swadaya. KIM Tangguh Mentaos masih berbagi server dengan Radio Tuna Netra Indonesia sehingga biaya operasional dapat ditekan, yakni sekitar Rp 100.000 per bulan dengan sistem berbagi kapasitas.
“Kami ingin membuktikan bahwa inovasi tidak harus mahal. Dengan biaya yang terjangkau dan semangat kolaborasi, radio ini sudah bisa mengudara. Yang terpenting adalah komitmen menjaga keberlanjutan siaran dan kualitas informasinya,” pungkas Ciptadi.(be)
Tidak ada komentar