BANJARBARUEMAS.COM — Pemerintah Kecamatan Liang Anggang bersama Kelurahan Landasan Ulin Tengah dan BPBD Kota Banjarbaru menyisir sejumlah lokasi yang terdampak kekeringan di Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Kota Banjarbaru, Senin (28/9/2026). Dari pendataan awal, lebih dari 30 kepala keluarga (KK) di RT 02 dan sekitarnya diperkirakan mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau berkepanjangan.
Penyisiran dilakukan untuk menginventarisasi kondisi warga sekaligus memetakan kebutuhan air bersih di wilayah terdampak. Selain RT 02 dan sekitarnya, kekeringan juga ditemukan di RT 05 RW 02 serta RT 11 dan RT 12 RW 03.
Camat Liang Anggang Lia Astuti mengatakan pendataan dilakukan bersama lurah dan BPBD Kota Banjarbaru untuk mengetahui lokasi warga yang mengalami kesulitan air bersih.
“Kami, camat, lurah dan BPBD sedang melakukan inventarisasi dan penyisiran terhadap lokasi warga yang kesulitan air bersih, tepatnya di RT 02 dan sekitarnya. Diperkirakan lebih dari 30 KK yang terdampak kesulitan air bersih akibat kemarau yang berkepanjangan,” kata Lia.
Kondisi tersebut tidak hanya terlihat dari berkurangnya ketersediaan air, tetapi juga dari mulai mengeringnya sumur warga. Akibatnya, sebagian masyarakat kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Lurah Landasan Ulin Tengah H.M. Faisal Riza. Menurut dia, pendataan dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama kemarau.
“Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi kemarau berlangsung,” ujar Faisal.
Untuk menindaklanjuti hasil pendataan tersebut, pemerintah kecamatan dan kelurahan berkoordinasi dengan BPBD Kota Banjarbaru. Data yang dihimpun di lapangan akan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan penanganan, termasuk distribusi air bersih bagi warga yang terdampak.
Dari sisi masyarakat, kondisi tersebut juga dirasakan langsung warga di tingkat lingkungan. Ketua RT 12 M. Arsyad mengapresiasi pemerintah yang turun ke lapangan untuk melihat kondisi warga secara langsung.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Liang Anggang, Kelurahan Landasan Ulin Tengah dan BPBD Kota Banjarbaru yang telah turun langsung melakukan monitoring dan melihat kondisi warga yang terdampak kekeringan,” kata Arsyad.
Menurut Arsyad, sumur warga yang mulai mengering menyebabkan sebagian masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Kondisi tersebut membuat pendataan dan pemantauan kebutuhan warga menjadi penting selama musim kemarau.
Hal serupa dirasakan Saniah, warga RT 11 RW 03. Ia mengatakan perhatian pemerintah memberikan dukungan bagi warga yang tengah menghadapi kesulitan air bersih akibat mengeringnya sumur.
“Kami menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian serta respons cepat pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan air bersih di tengah kondisi kemarau. Mengeringnya sumur menyebabkan kami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Saniah.
Saniah juga mengapresiasi pemerintah yang turun langsung ke lapangan. Ia berharap bantuan air bersih dapat diberikan sesuai kebutuhan apabila kondisi kekeringan masih berlangsung.
Hasil penyisiran menunjukkan sejumlah wilayah di Kelurahan Landasan Ulin Tengah terdampak kekeringan. Di RT 02 dan sekitarnya, pemerintah memperkirakan lebih dari 30 KK mengalami kesulitan air bersih.
Data tersebut selanjutnya menjadi dasar BPBD Kota Banjarbaru untuk menentukan kebutuhan dan pelaksanaan distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak.(be)
238
Tidak ada komentar