BANJARBARUEMAS.COM – Era digital tampaknya menimbulkan kekhawatiran pemerintah terhadap para generasi yang sedang bertumbuh kembang di Banjarbaru.
Untuk mencegah sisi negatif darim perkembangan digitalisasi saat ini, Pemko Banjarbaru melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) gelar Sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) bagi kader PKK dan organisasi wanita se-Kota Banjarbaru di Aula Gawi Sabarataan pada Senin (13/04/2026).
Sosialisasi ini bertujuan untuk membekali para orang tua dan kader dengan pemahaman yang tepat dalam mendampingi tumbuh kembang anak serta remaja di tengah pesatnya kemajuan teknologi informasi.
Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni dalam sambutannya menekankan bahwa pola asuh merupakan kunci utama dalam membentuk karakter generasi masa depan, ia mengatakan tantangan yang dihadapi orang tua semakin kompleks, mulai dari paparan konten negatif hingga risiko kecanduan gawai.
“Era digital memberikan kemudahan akses informasi yang juga membawa risiko besar bagi perkembangan mental dan moral anak jika tidak diawasi dengan bijak. Pola asuh yang tepat (PAAREDI) adalah benteng pertahanan utama keluarga,” ungkapnya.
Sirajoni menegaskan melalui sosialisasi tersebut, para peserta dapat menjadi agen perubahan yang menyebarluaskan ilmu pola asuh cerdas digital ke lingkungan rumah tangga.
“Fokus utama pelatihan adalah memberikan edukasi praktis mengenai cara mengatur waktu penggunaan media sosial dan menjaga komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak. Dengan pola asuh yang adaptif namun tetap memegang teguh nilai agama dan norma, diharapkan anak-anak di Kota Banjarbaru tumbuh menjadi generasi yang cerdas intelektual sekaligus kuat secara karakter,” ujarnya.(be)
178
Tidak ada komentar