Bulan Peduli Down Syndrome, Wali Kota Lisa Kirim Pesan untuk Orang Tua PIK POTADS

waktu baca 4 menit
Rabu, 7 Okt 2026 11:46 272 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby menyampaikan pesan kepada para orang tua yang tergabung dalam Pusat Informasi dan Kegiatan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (PIK POTADS), khususnya di Kota Banjarbaru, bertepatan dengan momentum Bulan Peduli Down Syndrome yang diperingati setiap Oktober.

“Selamat Bulan Peduli Down Syndrome. Sehat selalu buat anak hebat dan semua,” kata Lisa.

Pesan singkat tersebut menjadi bentuk perhatian Wali Kota Banjarbaru kepada anak-anak dengan Down Syndrome sekaligus para orang tua yang selama ini menjadi bagian penting dalam mendampingi tumbuh kembang mereka.

Bulan Peduli Down Syndrome atau Down Syndrome Awareness Month (DSAM) diperingati sepanjang Oktober untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, merayakan potensi penyandang Down Syndrome, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih inklusif dan bebas stigma.

Pada 2026, kampanye tersebut mengusung tema “There’s More to Know”. Pesan ini mengajak masyarakat melihat lebih jauh dari sekadar asumsi tentang Down Syndrome dan mengenali kemampuan serta kontribusi nyata penyandangnya.

Down Syndrome merupakan kondisi genetik yang berkaitan dengan trisomi 21, yakni adanya tiga salinan kromosom ke-21. Kondisi tersebut menyebabkan jumlah kromosom menjadi 47, dibandingkan jumlah normal 46. Peringatan Bulan Peduli Down Syndrome menjadi momentum untuk memastikan kondisi tersebut tidak menjadi alasan bagi seseorang untuk kehilangan kesempatan tumbuh, belajar, berkarya, dan berpartisipasi di tengah masyarakat.

Di Indonesia, upaya membangun dukungan bagi keluarga dengan anak Down Syndrome salah satunya dilakukan melalui POTADS atau Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome. Organisasi ini diinisiasi pada 28 Juli 2003 oleh orang tua yang memiliki anak dengan Down Syndrome.

POTADS kemudian membentuk PIK POTADS di berbagai daerah sebagai ruang informasi sekaligus dukungan bagi keluarga. Kehadiran komunitas tersebut menjadi penting, terutama bagi orang tua yang membutuhkan pengetahuan, pendampingan, dan penguatan ketika pertama kali menghadapi kondisi anaknya.

PIK POTADS juga menjalankan berbagai kegiatan, mulai dari konsultasi tumbuh kembang, berbagi pengalaman antarorang tua, edukasi masyarakat hingga pelatihan keterampilan bagi anak-anak Down Syndrome.

Di Kalimantan Selatan, salah satu bentuk kegiatan tersebut adalah pelatihan membatik kain Sasirangan. Kegiatan itu menjadi ruang bagi anak-anak Down Syndrome untuk mengembangkan keterampilan sekaligus mendorong kemandirian.

Dukungan terhadap anak-anak Down Syndrome juga telah diwujudkan Pemerintah Kota Banjarbaru melalui berbagai kegiatan. Anak-anak dari PIK POTADS Kalsel dilibatkan dalam Banjarbaru Run Festival 2026 pada kategori Fun Run 5K. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka ruang publik yang setara bagi penyandang disabilitas.

Selain memberikan ruang dalam kegiatan kota, Lisa juga pernah berdialog langsung dengan anak-anak Down Syndrome dan para orang tua dalam kegiatan yang digelar di Aula Gawi Sabarataan.

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi pemerintah untuk mendengar aspirasi dan persoalan yang dihadapi keluarga. Dalam kesempatan itu, anak-anak PIK POTADS juga menunjukkan karya mereka, termasuk kain Sasirangan.

Lisa kemudian membeli kain Sasirangan hasil karya anak-anak tersebut. Dukungan itu menjadi bentuk apresiasi terhadap kemampuan anak-anak Down Syndrome sekaligus mendorong penghargaan terhadap karya dan potensi mereka.

Komitmen terhadap pemenuhan hak anak penyandang disabilitas juga diperkuat melalui kebijakan pendidikan. Pemerintah Kota Banjarbaru menerbitkan Peraturan Wali Kota Banjarbaru Nomor 32 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pendidikan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) Kota Banjarbaru Hj. Erma Epiyana Hartati mengatakan, Bulan Peduli Down Syndrome harus menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian, penerimaan, dan perlindungan terhadap anak-anak Down Syndrome.

“Setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh, berkembang, mendapatkan pendidikan, pelayanan kesehatan, serta memperoleh lingkungan yang aman dan mendukung,” kata Erma.

Menurut dia, perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk memberikan perlakuan berbeda kepada anak-anak.

“Setiap anak berhak dihargai, diterima, dilindungi, dan diberikan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang terbaik,” ujarnya.

Ketua PIK POTADS Kota Banjarbaru Renny Khalifah turut menyampaikan apresiasi atas perhatian Wali Kota Banjarbaru. Saat dihubungi pada Rabu (7/10/2026), Renny menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada keluarga dan anak-anak Down Syndrome.

“Terima kasih Ibu Wali atas perhatian dan kepedulian yang begitu berarti,” ujar Renny.

Ia berharap semangat untuk memberikan ruang yang setara bagi anak-anak Down Syndrome terus tumbuh di tengah masyarakat.

“Semoga semangat untuk merangkul, menghargai, dan memberikan ruang bagi anak-anak Down Syndrome untuk tumbuh dan berkarya senantiasa menjadi inspirasi bagi kita semua. Karena setiap anak adalah anugerah, memiliki keistimewaan, dan berhak mendapatkan cinta serta kesempatan yang sama,” katanya.

Momentum Bulan Peduli Down Syndrome 2026 dengan pesan #TogetherAgainstLoneliness menjadi pengingat bahwa anak-anak Down Syndrome membutuhkan ruang yang sama untuk tumbuh, mendapatkan pendidikan, bersosialisasi, berkarya, dan berkontribusi di tengah masyarakat.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA