BRIRINS Dorong UMKM Perempuan Banjarbaru Naik Kelas Lewat Digitalisasi Usaha

waktu baca 2 menit
Rabu, 4 Feb 2026 12:40 368 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Upaya mendorong usaha mikro perempuan agar mampu bertahan dan berkembang di tengah arus transformasi digital terus diperkuat. BRI Research Institute (BRIRINS) bekerja sama dengan Internet Society Foundation melalui Program SCILLS 2025 menggelar Program Pemberdayaan Digitalisasi Pelaku Usaha bertajuk “Thrive Em: Community-Based Digital Empowerment for Indonesia’s Women Microentrepreneurs” di Mess L, Kota Banjarbaru, Rabu (4/2/2026).

Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, khususnya perempuan, agar lebih adaptif terhadap perubahan pola bisnis berbasis teknologi digital. Sekitar 50 pelaku UMKM asal Banjarbaru mengikuti general training yang berlangsung di Mess L Banjarbaru, Jalan Garuda, Kelurahan Komet, Kecamatan Banjarbaru Utara.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) Kota Banjarbaru, Hj Eviyana, menegaskan bahwa digitalisasi kini menjadi kebutuhan mendasar bagi pelaku usaha.

“Di zaman sekarang, digitalisasi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan jika suatu usaha ingin bertahan dan berkembang. Melalui pelatihan ini, saya berharap UMKM tidak hanya melek teknologi, tetapi juga adaptif dan mampu membaca tren pasar,” ujar Eviyana dalam sambutannya.

Menurut dia, pemanfaatan teknologi digital dapat mendorong produk lokal memiliki daya saing yang lebih kuat, baik dari sisi kualitas, pengemasan, maupun tampilan visual, terutama saat dipasarkan melalui platform e-commerce dan media sosial.

Eviyana juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam mendukung pelaku UMKM agar terus tumbuh dan naik kelas.

“Kami ingin pelaku UMKM lokal berkembang secara berjenjang, dari usaha mikro menjadi kecil, dari kecil menjadi menengah, hingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.

Program pemberdayaan ini difokuskan pada tiga aspek utama digitalisasi usaha, yakni pencatatan keuangan digital, transaksi digital, serta on boarding e-commerce. Ketiga aspek tersebut dinilai krusial untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan keberlanjutan usaha mikro di era ekonomi digital.

Kolaborasi antara BRIRINS, Internet Society Foundation, dan pemerintah daerah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem UMKM perempuan di Banjarbaru, sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tantangan ekonomi digital secara lebih berdaya dan berkelanjutan.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA