BANJARBARUEMAS.COM — Langkah pemberdayaan masyarakat dari tingkat akar rumput kembali ditunjukkan dari RT 33 RW 07 Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru. Ketua RT 33 Yoni Setiawan bersama Suyono Ketua RW 07 berangkat ke Yogyakarta untuk mengikuti kegiatan studi tiru pengelolaan sampah dan pengembangan pertanian berkelanjutan, 30 Maret hingga 1 April 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Patra Niaga AFT Syamsudin Noor melalui Program HILING (Penghijauan dan Pengelolaan Lingkungan). Program tersebut membina dua kelompok utama, yakni Bank Sampah Sumber Rezeki dan Kelompok Tani Ngudi Rahayu.
Bagi Yoni dan warganya, pengelolaan sampah bukan hal baru. Selama kurang lebih delapan bulan terakhir, warga RT 33 konsisten menjalankan program Markisa (Mari Kita Sedekah Sampah) untuk sampah non-organik. Kegiatan dilakukan rutin setiap Minggu pagi. Sampah non-organik yang masih bernilai dikumpulkan, dipilah, lalu dikelola melalui mekanisme bank sampah setiap Sabtu sore.
Selama satu tahun terakhir, Bank Sampah Sumber Rezeki telah memiliki peralatan pengolahan yang relatif memadai. Namun tantangan berikutnya bukan lagi pada ketersediaan sarana dan prasarana, melainkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan desain produk daur ulang yang lebih inovatif, serta strategi promosi dan pemasaran agar memiliki nilai tambah ekonomi.
Di Yogyakarta, rombongan dijadwalkan mengunjungi Paste Lab, sebuah inisiatif social enterprise yang dikenal mengembangkan inovasi pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi melalui pendekatan desain dan industri kreatif. Selain itu, mereka juga akan berdiskusi dengan SmartAgri Universitas Gadjah Mada terkait pengembangan sistem pertanian modern berbasis teknologi.
Salah satu fokus pembelajaran adalah perancangan sistem irigasi automatic sprinkler berbasis energi surya untuk lahan pertanian seluas kurang lebih empat hektare. Sistem tersebut direncanakan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas sekitar 6 kWp sebagai sumber energi utama. Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air sekaligus mendukung praktik pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Yoni Setiawan dan Suyono menyatakan mereka bersyukur atas kepercayaan yang diberikan untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami bersyukur dan berterima kasih karena diberi kesempatan mengikuti studi tiru ini. Ini bukan hanya untuk RT kami, tetapi untuk pengembangan gerakan pengelolaan sampah dan pertanian berkelanjutan di Banjarbaru secara lebih luas,” ujar keduanya sebelum keberangkatan.
Keduanya juga menegaskan, seluruh pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama di Yogyakarta akan dibagikan kepada para pengelola dan pegiat bank sampah di masing-masing wilayah.
“Sepulang dari sini, kami akan berbagi ilmu dan pengalaman kepada pengelola serta pegiat bank sampah di setiap RT dan wilayah. Harapannya, kapasitas SDM meningkat, produk lebih inovatif, dan nilai ekonominya juga semakin baik,” ujar mereka.
Melalui penguatan kapasitas dan transfer pengetahuan tersebut, program pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional AFT Syamsudin Noor diharapkan semakin inovatif dan berkelanjutan, serta memberi dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara nyata bagi masyarakat Banjarbaru. Dari tingkat RT dan RW, inisiatif ini diharapkan menjadi bagian dari gerakan kolektif membangun Banjarbaru yang lebih mandiri, produktif, dan ramah lingkungan.(BE)
347
Tidak ada komentar