Banjarbaru Mantapkan Implementasi Satu Data Indonesia Melalui Bimtek Statistik Sektoral

waktu baca 3 menit
Jumat, 13 Feb 2026 02:39 349 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Upaya membangun tata kelola pemerintahan berbasis data terus diperkuat Pemerintah Kota Banjarbaru. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), digelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Visualisasi Data Statistik Sektoral, Kamis (12/2/2026), di Aula SINERGI Lantai 3 BAPPERIDA Kota Banjarbaru.

Sebanyak 32 operator data dari seluruh perangkat daerah mengikuti kegiatan tersebut. Bimtek ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mengimplementasikan kebijakan Satu Data Indonesia, sekaligus memperkuat tata kelola data yang akurat, terstandar, dan terintegrasi di lingkungan Pemkot Banjarbaru.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo yang diwakili Sekretaris Diskominfo, Ahmad Syarief Nizami, menegaskan bahwa di era digital, data memegang peran strategis dalam setiap tahapan pembangunan.

“Visualisasi data yang baik akan mempercepat pemahaman, meningkatkan kualitas analisis, serta mendorong lahirnya kebijakan publik yang berbasis data,” ujarnya dalam sambutan.

Menurut dia, tantangan bukan lagi sekadar mengumpulkan data, tetapi bagaimana menyajikannya secara jelas, informatif, dan mudah dipahami. Tanpa penyajian yang tepat, data berisiko menjadi sekadar angka tanpa makna.

Visualisasi data statistik sektoral merupakan representasi grafis, seperti diagram, grafik, maupun peta atas data yang dikumpulkan instansi pemerintah dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Melalui pendekatan visual, pola, tren, hingga anomali dapat terbaca lebih cepat dibandingkan laporan tabular konvensional.

Bagi pemerintah kota Banjarbaru, visualisasi data memiliki sejumlah manfaat strategis. Pertama, memperkuat dasar pengambilan keputusan melalui pemahaman tren dan pola secara cepat. Kedua, meningkatkan transparansi dan komunikasi publik, karena informasi kompleks dapat disederhanakan untuk dipahami masyarakat dan pemangku kepentingan non teknis. Ketiga, membantu identifikasi masalah, termasuk mendeteksi data pencilan atau wilayah yang memerlukan intervensi segera.

Dalam praktiknya, sejumlah pemerintah daerah kini memanfaatkan perangkat modern seperti Google Looker Studio, Tableau, maupun Excel untuk membangun dasbor interaktif. Bentuk visualisasi yang umum digunakan antara lain peta tematik (geospasial) untuk menampilkan persebaran data sektoral per kecamatan, grafik batang dan lingkaran untuk membandingkan proporsi antar kategori, serta diagram garis atau area untuk menunjukkan tren perkembangan indikator dari waktu ke waktu, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Tak hanya membahas teknik visualisasi, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilaksanakan serentak pada Mei hingga Juli 2026 oleh Badan Pusat Statistik Kota Banjarbaru.

Sosialisasi ini diharapkan memperkuat dukungan perangkat daerah terhadap pelaksanaan sensus, sekaligus memastikan data ekonomi yang dihimpun dapat dimanfaatkan secara optimal dalam perencanaan pembangunan daerah.

Melalui Bimtek ini, Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola data. Di tengah tuntutan pembangunan yang semakin kompleks, data yang tersaji secara informatif merupakan fondasi utama bagi perencanaan, monitoring, evaluasi, serta pengambilan kebijakan yang lebih terarah, transparan, dan berkelanjutan bagi masyarakat Banjarbaru.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA