BANJARBARUEMAS.COM — Langkah Kota Banjarbaru dalam mematangkan ekosistem menuju Kota Kreatif Gastronomi terus mendapat dukungan strategis dari berbagai pihak. Hari ini, Selasa (23/6/2026), puluhan pelaku UMKM kuliner lokal berkumpul di Kopi Gang, Jalan Kastela 6, Kelurahan Sungai Ulin, Kota Banjarbaru. Mereka mengikuti program intensif bertajuk Bogasari SME Acceleration Program 2026.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WITA ini diinisiasi untuk memacu kapasitas bisnis dan kreativitas para pelaku usaha olahan berbasis tepung terigu di Banjarbaru. Sebagian besar peserta merupakan pelaku usaha roti, kue, dan mie yang bernaung di bawah Paguyuban Pengrajin Roti dan Mie Banjarbaru (PERMATA).
Berbeda dengan pelatihan kuliner konvensional, program ini menerapkan metode semi hands-on. Di bawah bimbingan langsung instruktur berpengalaman, Chef Rustam, para peserta tidak hanya menonton simulasi, melainkan terlibat aktif dalam proses pembuatan produk dari awal hingga akhir.

Ada tiga menu inovatif yang menjadi fokus pelatihan kali ini, yaitu Banana Cheese Cake, Pastel Tape Keju, dan hidangan adaptif Creamy Miso Ramen. Ketiga menu ini dipilih karena memiliki nilai komersial tinggi dan potensi modifikasi yang luas bagi pelaku usaha lokal.
Area Sales Bogasari Kalimantan Selatan, Niko Fortuna, menegaskan bahwa esensi dari program akselerasi ini adalah keterlibatan langsung untuk melahirkan inovasi nyata, bukan sekadar teori.
“Akselerasi merupakan kegiatan bukan demo masak, namun hands-on. Peserta ikut terlibat membuat produk baru bagi pelaku usaha dengan produk berbasis tepung terigu,” ujar Niko di sela-sela kegiatan.
Kehadiran program ini disambut antusias oleh komunitas pelaku usaha di Banjarbaru. Bagi mereka, pengayaan menu dan teknik baru ini menjadi modal penting untuk menaikkan kelas produk kuliner lokal, sekaligus menyelaraskan diri dengan visi besar kota.
Sekretaris Paguyuban Roti dan Mie Banjarbaru (PERMATA) sekaligus peserta kegiatan, Nurachmi Deasy Iriani, mengungkapkan bahwa inovasi berbasis tepung terigu seperti ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat identitas kuliner daerah.
“Menginspirasi pengembangan usaha, ide, dan produk baru yang harapannya dari hasil akselerasi ini bisa menjadi alternatif inovasi produk berbasis tepung terigu, terutama menuju Gastronomi Banjarbaru,” kata Deasy optimis.
Upaya Banjarbaru untuk menembus jaringan Kota Kreatif dunia kini memang memerlukan fondasi yang kuat di sektor hilir, khususnya kreativitas para pelaku UMKM. Kolaborasi aktif antara industri besar seperti Bogasari dengan komunitas lokal seperti PERMATA diharapkan mampu melahirkan diversifikasi produk yang kompetitif, sekaligus mempercepat realisasi Banjarbaru sebagai Hub Kreatif Gastronomi di Kalimantan Selatan. Kuliner lokal kini tidak hanya bersiap memenuhi pasar domestik, tetapi juga bersiap naik kelas ke panggung yang lebih luas.(be)
Tidak ada komentar