46 Mahasiswa Keperawatan ULM Praktik di Guntung Paikat, Fokus Kesehatan Komunitas dan Keluarga

waktu baca 3 menit
Senin, 28 Sep 2026 10:33 126 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Sebanyak 46 mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (FKIK ULM) mulai menjalani praktik lapangan di RW 005 Kelurahan Guntung Paikat, wilayah kerja Puskesmas Banjarbaru Selatan, Senin (28/9/2026).

Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus sekaligus memahami kondisi kesehatan masyarakat secara langsung, terutama pada tingkat keluarga dan komunitas.

Sebanyak 46 mahasiswa tersebut terdiri atas 36 mahasiswa S1 Keperawatan dan 10 mahasiswa Program Profesi Ners. Mahasiswa S1 Keperawatan menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) Keperawatan Komunitas selama dua pekan, mulai 28 September hingga 10 Oktober 2026.

Sementara itu, mahasiswa Profesi Ners menjalani praktik Keperawatan Komunitas dan Keperawatan Keluarga hingga 31 Oktober 2026.

Praktik mahasiswa dipusatkan di RW 005 yang terdiri atas tujuh RT. Sebelum turun ke masyarakat, kegiatan diawali dengan penerimaan mahasiswa di Aula Puskesmas Banjarbaru Selatan.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Jurusan Keperawatan ULM Dr. Herawati beserta tim selaku pembimbing akademik, Koordinator Tata Usaha Puskesmas Banjarbaru Selatan Hj. Barlian selaku pembimbing lahan, Lurah Guntung Paikat Reza Pahlevi, Ketua RW 005 H. Ahmad Kusasi, serta sejumlah ketua RT.

Lurah Guntung Paikat Reza Pahlevi mengatakan, pihaknya menyambut baik kehadiran mahasiswa dan mendukung penuh pelaksanaan praktik di wilayahnya.

“Kami mewakili Kelurahan Guntung Paikat menyambut baik dan sangat mendukung penuh hadirnya mahasiswa dan mahasiswi Program Studi Keperawatan serta Profesi Ners dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat yang melaksanakan praktik lapangan di wilayah kami, khususnya difokuskan di RW 005,” ujar Reza.

Menurut Reza, kehadiran mahasiswa dapat mendukung program kelurahan bersama Puskesmas Banjarbaru Selatan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Kehadiran para mahasiswa ini sangat membantu program kelurahan dan Puskesmas Banjarbaru Selatan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” katanya.

Ia berharap praktik tersebut tidak hanya memberikan pengalaman bagi mahasiswa, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi warga melalui edukasi kesehatan dan pemetaan persoalan kesehatan di lingkungan RW 005.

“Kami berharap kehadiran mereka tidak hanya mengasah kompetensi akademis mahasiswa, tetapi juga memberikan dampak nyata, edukasi kesehatan, serta pemetaan masalah kesehatan warga di lingkungan RW 005,” ujar Reza.

Kehadiran mahasiswa di lingkungan warga sekaligus membuka ruang pembelajaran yang berbeda dari suasana perkuliahan. Mereka dapat melihat secara langsung kondisi keluarga dan komunitas, membangun komunikasi dengan warga, serta memahami persoalan kesehatan dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Kepala Puskesmas Banjarbaru Selatan dr. Hernita Indriani mengatakan, praktik tersebut dirancang untuk menjembatani pengetahuan yang diperoleh mahasiswa di kampus dengan penerapannya di lapangan.

“Praktik mahasiswa pada wilayah kerja Puskesmas Banjarbaru Selatan berlokus pada RW 005 Kelurahan Guntung Paikat yang terdiri dari tujuh RT,” ujar Hernita.

Menurut Hernita, pengalaman langsung di tengah masyarakat penting untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa, terutama dalam keperawatan komunitas dan keluarga.

“Tujuan penerimaan praktik mahasiswa adalah memberikan pengalaman kerja nyata serta menjembatani ilmu teori di kampus dengan penerapan langsung di lapangan,” katanya.

Melalui praktik tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan teori sekaligus mengembangkan keterampilan dalam berkomunikasi, memahami kebutuhan keluarga, serta mengenali persoalan kesehatan masyarakat.

Kolaborasi antara ULM, Puskesmas Banjarbaru Selatan, Kelurahan Guntung Paikat, serta jajaran RW dan RT menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan.
Dukungan tersebut memberi ruang bagi mahasiswa untuk belajar dari kondisi nyata sekaligus berinteraksi dengan masyarakat secara langsung.

Hernita berharap praktik tersebut dapat memperkuat kemampuan mahasiswa dalam memahami dan memberikan pendekatan keperawatan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Diharapkan mahasiswa dapat menerapkan teori, mengembangkan skill dan keterampilan terutama untuk keperawatan komunitas dan keperawatan keluarga,” ujar Hernita.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA