Pembinaan Pokja 1 Perkuat Kader PKK Banjarbaru Utara, Fokus PAAREDI dan Bahaya NAPZA

waktu baca 4 menit
Kamis, 10 Sep 2026 10:18 65 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Pembinaan Pokja 1 TP PKK Kota Banjarbaru memperkuat wawasan dan kapasitas kader Pokja 1 Kecamatan dan kelurahan se-Kecamatan Banjarbaru Utara. Selain meningkatkan pemahaman administrasi organisasi, pembinaan yang berlangsung Selasa (8/9/2026) itu juga menitikberatkan pada program prioritas Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan kader PKK agar tidak hanya mampu menjalankan administrasi dan program organisasi, tetapi juga berperan sebagai edukator serta penggerak keluarga di tengah perubahan lingkungan sosial dan perkembangan teknologi.

Ketua TP PKK Kecamatan Banjarbaru Utara, Melba Hutabarat Taufik Purwanto, mengatakan pembinaan dari Pokja 1 TP PKK Kota Banjarbaru memberikan penguatan penting bagi kader dalam memahami tugas dan program yang dijalankan di tingkat kecamatan maupun kelurahan.

“Melalui pembinaan dari Pokja 1 TP PKK Kota Banjarbaru, seluruh kader Pokja 1 kecamatan dan kelurahan se-Kecamatan Banjarbaru Utara memperkuat wawasan dan pemahaman terkait administrasi pada Pokja 1 dan program prioritas PAAREDI,” ujar Melba.

Menurut Melba, PAAREDI memiliki relevansi kuat dengan kondisi keluarga saat ini. Perkembangan teknologi telah mengubah cara anak belajar, berkomunikasi dan memperoleh informasi. Kondisi tersebut membuat pola pengasuhan perlu terus disesuaikan agar orang tua mampu mendampingi anak secara tepat.

“Dengan adanya PAAREDI, diharapkan kader PKK dapat bersinergi dengan masyarakat untuk membawa pemahaman terhadap pola asuh anak dan remaja di era digital sekarang ini,” katanya.

Salah satu fokus yang diperkuat dalam PAAREDI adalah KRISAN, yakni Kreatif dan Responsif terhadap Situasi Anak. Pendekatan ini mendorong orang tua untuk menerapkan pola asuh yang kreatif sekaligus cepat tanggap terhadap perubahan perilaku dan kebutuhan anak.

KRISAN juga menjadi upaya membangun lingkungan yang ramah anak. Keluarga diharapkan mampu menciptakan ruang yang aman dan mendukung sehingga anak memiliki tempat untuk tumbuh, berkembang dan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

Hal tersebut menjadi semakin penting karena ruang digital membawa tantangan tersendiri bagi anak dan remaja. Penggunaan gawai secara berlebihan, paparan konten yang tidak sesuai usia, perundungan siber atau cyberbullying, hingga berbagai bentuk interaksi digital yang berisiko perlu diantisipasi melalui pendampingan keluarga.

Dalam kegiatan pembinaan itu, penguatan peran kader juga dilakukan melalui kolaborasi dengan Puskesmas Banjarbaru Utara. Para kader mendapatkan pembekalan mengenai penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif atau NAPZA.

Melba berharap pembekalan tersebut dapat memperluas kemampuan kader dalam memberikan edukasi kepada keluarga dan masyarakat. Dengan pengetahuan yang memadai, kader diharapkan mampu menjadi penghubung informasi sekaligus mendorong kewaspadaan terhadap bahaya penyalahgunaan NAPZA sejak dini.

“Melalui salah satu tujuan PAAREDI yaitu KRISAN, berkolaborasi dengan Puskesmas Banjarbaru Utara, seluruh kader PKK mendapatkan bekal wawasan terkait NAPZA,” ujar Melba.

“Semoga dengan adanya pembekalan wawasan ini, dapat memperkuat peran kader PKK sebagai edukator dan penggerak keluarga terhadap kewaspadaan penyalahgunaan NAPZA di masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Banjarbaru Utara, dr. Noor Hasanah, mengatakan pihaknya menyambut baik kesempatan untuk terlibat dalam pembinaan tersebut. Menurut dia, kader PKK memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan keluarga dan masyarakat.

“Kami senang dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini karena kami dapat sharing terkait penyalahgunaan NAPZA kepada kader PKK,” kata Noor Hasanah.

Ia berharap kader dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat di wilayah masing-masing. Edukasi mengenai bahaya NAPZA, menurut dia, perlu dilakukan secara berkelanjutan agar keluarga memiliki kewaspadaan dan kemampuan melakukan pencegahan.

“Kami berharap kader PKK dapat sebagai penghubung informasi dan edukasi penyalahgunaan dan kewaspadaan bahaya NAPZA kepada masyarakat di wilayahnya pada umumnya dan keluarga pada khususnya,” ujarnya.

Pembinaan tersebut sekaligus memperkuat posisi kader PKK sebagai bagian dari jejaring perlindungan keluarga. Administrasi yang tertib menjadi fondasi dalam menjalankan program, sementara PAAREDI dan KRISAN memberikan ruang bagi kader untuk berkontribusi dalam menghadapi tantangan pengasuhan anak dan remaja.

Kolaborasi dengan Puskesmas juga memperlihatkan bahwa persoalan keluarga, kesehatan dan perlindungan anak tidak dapat ditangani secara sektoral. Diperlukan keterlibatan berbagai unsur agar edukasi dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga.

Bagi kader PKK Banjarbaru Utara, bekal tersebut diharapkan menjadi modal untuk membawa pesan pengasuhan yang lebih kreatif dan responsif sekaligus meningkatkan kewaspadaan keluarga terhadap bahaya NAPZA.

“Karena memberantas narkoba tidak bisa dilakukan oleh satu pihak, melainkan harus bekerja bersama-sama guna menciptakan generasi EMAS bebas narkoba,” tegas Noor Hasanah.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA