Sesko TNI AU Perkuat Pencegahan Karhutla di Syamsudin Noor

waktu baca 5 menit
Rabu, 9 Sep 2026 01:05 233 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlu dilakukan jauh sebelum api muncul dan meluas. Pemetaan lahan rawan, menjaga lahan tetap bersih dan terawat, serta memperkuat pengawasan lingkungan menjadi langkah penting untuk menekan risiko kebakaran di wilayah yang memiliki potensi rawan.

Upaya tersebut menjadi perhatian dalam sosialisasi karhutla yang digelar Tim Sesko TNI AU di Aula Kelurahan Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru, Senin (7/9/2026). Kegiatan ini mempertemukan unsur pemerintah kelurahan, relawan pemadam dan masyarakat untuk memperkuat pemahaman sekaligus kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla.

Sosialisasi dihadiri Lurah Syamsudin Noor Fitria Khairani bersama jajaran pejabat struktural dan staf Kelurahan Syamsudin Noor. Hadir pula tim relawan pemadam api dari TRC, Sepakat, dan Masyarakat Peduli Api (MPA), para ketua RT, serta Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).

Materi disampaikan Mayor Laut (P) Herdian dengan penekanan pada pentingnya pencegahan berbasis kondisi lingkungan. Menurut dia, masyarakat dan pemerintah perlu mengetahui kawasan yang memiliki potensi mudah terbakar sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan sebelum kebakaran terjadi.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan ialah membuat kanal pada lahan-lahan yang rentan terbakar. Kanal tersebut dapat membantu menghambat rambatan api sehingga kebakaran tidak mudah menjalar dari satu area ke area lainnya.

Selain itu, keberadaan lahan kosong juga perlu menjadi perhatian. Lahan yang tidak terawat dan dipenuhi semak atau material mudah terbakar dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Karena itu, lahan-lahan kosong perlu didata agar pemerintah dan pengurus lingkungan dapat mengetahui lokasinya serta mengarahkan pemilik lahan untuk menjaga lahannya tetap bersih dan terawat.

Herdian juga menekankan pentingnya pengawasan yang dimulai dari lingkungan masing-masing. Masyarakat berada di posisi terdekat dengan lingkungan sehingga dapat membantu mengenali lebih awal kondisi maupun aktivitas yang berpotensi menjadi penyebab kebakaran.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak semata-mata bergantung pada petugas atau relawan ketika api telah membesar. Pencegahan membutuhkan keterlibatan masyarakat, kepedulian pemilik lahan, serta kesiapan relawan yang saling mendukung.

Bagi Kelurahan Syamsudin Noor, penguatan kesiapsiagaan menjadi penting karena wilayah tersebut berada di kawasan Ring 1. Pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan karhutla pun dinilai perlu terus ditingkatkan, termasuk dengan memperkuat komunikasi antara pemerintah kelurahan dan relawan yang bertugas di lapangan.

Lurah Syamsudin Noor Fitria Khairani mengatakan, sosialisasi yang dilakukan Tim Sesko TNI AU diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus menambah pengetahuan masyarakat dalam mencegah karhutla.

“Saya harapkan melalui sosialisasi karhutla oleh Sesko TNI AU bisa memberikan manfaat dan pengetahuan bagi masyarakat Syamsudin Noor yang terletak di wilayah Ring 1,” kata Fitria.

Menurut Fitria, kegiatan tersebut juga memiliki arti penting bagi relawan. Selain mendapatkan pengetahuan, para relawan dapat memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi ketika melakukan penanganan kebakaran di lapangan.

“Dari sosialisasi ini diharapkan dapat dijadikan wadah untuk penyampai aspirasi para relawan yang menghadapi kendala di lapangan,” ujarnya.

Ia berharap komunikasi dan koordinasi antara pemerintah kelurahan, relawan, masyarakat, serta pihak terkait dapat terus diperkuat. Dengan komunikasi yang baik, kendala yang ditemukan di lapangan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki upaya pencegahan maupun penanganan karhutla.

Selain sosialisasi, Kelurahan Syamsudin Noor juga mendistribusikan bantuan kepada para relawan yang berada di lapangan. Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap relawan yang selama ini ikut berperan dalam menjaga lingkungan dan membantu penanganan kebakaran.

Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari Yuli Anwar, salah satu relawan yang mengikuti kegiatan. Ia berharap sosialisasi Sesko TNI AU tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi juga dapat membuka jalan bagi tersampaikannya berbagai aspirasi relawan kepada pihak terkait.

Menurut Yuli, relawan memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi kondisi di lapangan. Karena itu, berbagai kendala yang mereka temukan selama menjalankan tugas perlu menjadi perhatian bersama agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih maksimal.

“Mudah-mudahan apa yang disampaikan oleh Sesko AU bisa menjembatani aspirasi kami para relawan dengan pihak terkait serta ke depannya bisa lebih maksimal menangani karhutla di Banjarbaru, khususnya di wilayah Kelurahan Syamsudin Noor,” kata Yuli.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kelurahan Syamsudin Noor yang memberikan bantuan kepada para relawan. Menurut dia, dukungan tersebut sangat berarti bagi relawan yang menjalankan kegiatan di lapangan.

“Terima kasih kepada Kelurahan Syamsudin Noor. Bantuan dari kelurahan, apa pun bentuknya, sangat membantu kegiatan relawan,” ujar Yuli.

Sosialisasi karhutla tersebut memperlihatkan bahwa pencegahan kebakaran membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, relawan, pengurus RT, pemilik lahan, dan masyarakat memiliki peran yang saling berkaitan, mulai dari mengenali kawasan rawan hingga melakukan pengawasan dan menjaga kondisi lingkungan.

Pendataan lahan kosong, pemeliharaan lahan, pembuatan kanal di kawasan yang rentan terbakar, serta pengawasan lingkungan menjadi langkah pencegahan yang dapat dilakukan sebelum api muncul. Dengan kesiapsiagaan yang dibangun sejak tingkat lingkungan, potensi kebakaran diharapkan dapat diketahui lebih dini dan ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Bagi para relawan, penguatan koordinasi menjadi bagian yang tidak kalah penting. Mereka membutuhkan dukungan, komunikasi, dan ruang untuk menyampaikan kondisi nyata di lapangan agar upaya pencegahan dan penanganan karhutla dapat berjalan lebih efektif.

“Mudah-mudahan apa yang disampaikan oleh Sesko AU bisa menjembatani aspirasi kami para relawan dengan pihak terkait serta ke depannya bisa lebih maksimal menangani karhutla di Banjarbaru, khususnya di wilayah Kelurahan Syamsudin Noor,” kata Yuli Anwar.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA