Banjarbaru Puncaki Capaian Imunisasi Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025

waktu baca 2 menit
Selasa, 10 Feb 2026 04:22 224 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Prestasi Kota Banjarbaru di bidang kesehatan kembali mencuri perhatian. Dalam Rapat Evaluasi Imunisasi Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2026 yang digelar di Best World Kindai Hotel, Banjarmasin, Selasa (10/2/2026), Banjarbaru meraih tiga penghargaan terbaik 1 sekaligus, menegaskan reputasinya sebagai kota yang konsisten menjaga kesehatan ibu dan anak.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, dr. H. Diauddin, M.Kes., kepada Nani Mawarni, Wakil Ketua Pokja IV Tim Penggerak PKK Kota Banjarbaru sekaligus Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Banjarbaru. Momen ini menandai hat-trick Banjarbaru, karena berhasil memimpin di tiga kategori utama imunisasi tahun 2025:

  • Imunisasi T2+ ibu hamil: capaian 101,92 persen.
  • Imunisasi dasar lengkap (IDL): capaian 102,49 persen.
  • Imunisasi Baduta lengkap (IBL): capaian 96,35 persen.

Prestasi ini patut diapresiasi. Imunisasi T2+ pada ibu hamil, yang diberikan minimal dua dosis Tetanus Toxoid (TT2/Td2), merupakan perlindungan kritis untuk mencegah Tetanus Neonatorum, penyakit fatal yang menyerang bayi baru lahir. “Pemberian imunisasi ini memastikan ibu terlindungi, sekaligus menyalurkan antibodi ke janin sehingga bayi lahir dengan perlindungan awal yang kuat,” kata Nani Mawarni.

Sementara itu, Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) mencakup vaksinasi bayi 0–11 bulan, termasuk BCG, Hepatitis B, Polio, DPT-HB-Hib, dan Campak-Rubella. Program ini bertujuan mencegah penyakit berat, kecacatan, bahkan kematian dini pada bayi. Imunisasi Baduta Lengkap (IBL), diberikan pada anak 12–24 bulan setelah IDL, melengkapi perlindungan anak dari penyakit berbahaya seperti difteri, pertusis, tetanus, campak, rubella, dan meningitis.

Capaian lebih dari 100 persen pada imunisasi ibu hamil dan IDL mencerminkan strategi Banjarbaru yang tidak hanya menunggu keluarga datang ke fasilitas kesehatan, tetapi aktif melakukan sweeping dan pendampingan rumah ke rumah. Tim PKK, Puskesmas, bidan desa, dan kader kesehatan secara rutin memonitor dan memastikan setiap ibu dan anak menerima imunisasi lengkap tepat waktu.

Keberhasilan ini juga mencerminkan kerja sama lintas sektor. Tim Penggerak PKK Kota Banjarbaru berperan penting dalam edukasi keluarga, memotivasi ibu hamil, serta mendampingi keluarga dalam pelaksanaan imunisasi anak. Puskesmas berperan sebagai pusat koordinasi, sementara bidan dan kader kesehatan di lapangan memastikan semua target tercapai.

Banjarbaru kini menjadi model bagi kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan. Strategi pendampingan keluarga, penyuluhan kesehatan, dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan capaian imunisasi. Dalam konteks nasional, prestasi ini sejalan dengan target Kementerian Kesehatan Indonesia untuk imunisasi 100 persen bagi ibu hamil dan anak, serta menekan risiko penyakit berbahaya pada bayi dan balita.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA