Lurah Guntung Paikat Turun Langsung Salurkan Bantuan Anak Usia Dini, Temukan Persoalan Data Lansia
BANJARBARUEMAS.COM — Penyerahan bantuan bahan ajar bagi anak usia dini di Kelurahan Guntung Paikat, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (8/9/2026), menjadi momentum bagi pemerintah kelurahan untuk melihat lebih dekat kondisi masyarakat.
Di sela penyaluran bantuan, jajaran Kelurahan Guntung Paikat bersama Pokja Bunda PAUD juga menindaklanjuti laporan warga mengenai pasangan lanjut usia yang tidak lagi menerima bantuan sosial, meski stiker bantuan masih terpasang di depan rumah mereka.
Bantuan bahan ajar tersebut bersumber dari Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan dan didistribusikan melalui Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru. Setelah diterima kelurahan, bantuan selanjutnya disalurkan kepada warga yang menjadi sasaran penerima.
Di Kelurahan Guntung Paikat, sasaran bantuan adalah anak usia dini dari keluarga kurang mampu. Penyerahan dilakukan secara langsung kepada para penerima sebagai bagian dari upaya memastikan bantuan diterima oleh warga yang telah ditetapkan sebagai sasaran.
Namun, kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyerahan paket bantuan. Kehadiran langsung di lingkungan warga sekaligus dimanfaatkan untuk mengetahui kondisi masyarakat secara lebih dekat.
Lurah Guntung Paikat Reza Pahlevi mengatakan, turun langsung ke lapangan penting dilakukan agar pemerintah tidak hanya melihat masyarakat dari sisi data administratif, tetapi juga memahami kondisi nyata yang dihadapi warga.
“Penyerahan bantuan bahan ajar anak usia dini ini kami lakukan secara langsung bersama Pokja Bunda PAUD Kelurahan Guntung Paikat. Kehadiran kami secara langsung ini juga menjadi bagian dari upaya untuk melihat dan mengetahui kondisi warga secara lebih dekat,” ujar Reza.
Menurut dia, kunjungan langsung juga membuka ruang bagi pemerintah kelurahan untuk menemukan kebutuhan maupun persoalan lain yang sebelumnya belum tersampaikan.
Jika ditemukan persoalan, kata Reza, pihak kelurahan akan melakukan pengecekan dan menindaklanjutinya sesuai kewenangan serta mekanisme yang berlaku.
Hal itu dilakukan ketika jajaran Kelurahan Guntung Paikat menerima laporan dari warga RT 007 RW 005 mengenai seorang warga yang di depan rumahnya masih terpasang stiker bantuan, tetapi saat ini tidak lagi menerima bantuan sosial.
Reza kemudian bersama staf Kesejahteraan Sosial (Kesos) dan staf Ekonomi Pembangunan (Ekobang) mendatangi rumah warga tersebut untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Kunjungan itu sekaligus dilakukan untuk menelusuri kemungkinan adanya persoalan pada data sosial maupun administrasi kependudukan yang berkaitan dengan status kepesertaan bantuan.
Staf Kesos melakukan pengecekan terhadap data sosial dan status kepesertaan bantuan warga. Sementara staf Ekobang melihat kondisi tempat tinggal warga, termasuk mempertimbangkan kemungkinan pengusulan dalam program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
“Kami kemudian melakukan pengecekan dan kunjungan langsung ke rumah warga tersebut. Kami ingin melihat kondisi sebenarnya di lapangan, baik dari sisi sosial maupun kondisi tempat tinggal,” kata Reza.
Berdasarkan keterangan Ketua RT 007 RW 005, persoalan tersebut berkaitan dengan proses sensus atau pemutakhiran data. Saat pendataan berlangsung, warga yang bersangkutan sedang berada di Palangka Raya untuk mengunjungi anaknya.
Dalam proses pendataan tersebut terdapat kendala pada data kependudukan sehingga data warga tercatat tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Jajaran kelurahan kemudian melakukan pengecekan langsung untuk memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi keluarga tersebut.
Dari hasil kunjungan, diketahui warga merupakan pasangan suami istri lanjut usia. Keduanya berusia lebih dari 80 tahun, berada dalam kondisi ekonomi menengah ke bawah, serta memiliki penghasilan yang sangat terbatas.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berdasarkan data yang tersedia, keduanya masih tercatat berada pada desil 6–10. Dengan posisi tersebut, mereka belum masuk dalam kelompok prioritas penerima sejumlah program bantuan sosial.
Reza mengatakan, berdasarkan kondisi yang ditemukan, pasangan lansia tersebut perlu mendapatkan perhatian dan dapat dipertimbangkan untuk diusulkan dalam sejumlah program bantuan sesuai kriteria dan mekanisme yang berlaku.
“Melihat kondisi nyata di lapangan, kami menilai warga tersebut perlu mendapatkan perhatian dan dapat diusulkan dalam program bantuan sosial, seperti PKH bagi lansia, BPNT atau sembako, maupun bantuan pangan lainnya,” ujar Reza.
Meski demikian, usulan tersebut tidak serta-merta menjadikan warga sebagai penerima bantuan. Setiap program memiliki persyaratan, kriteria, serta mekanisme penetapan tersendiri yang berada pada kewenangan instansi terkait.
Karena itu, pemerintah Kelurahan Guntung Paikat akan menyampaikan hasil temuan di lapangan kepada pihak terkait untuk dilakukan verifikasi sekaligus pemutakhiran data.
Langkah tersebut dinilai penting agar kondisi sosial ekonomi warga dapat tercatat secara lebih akurat. Data yang sesuai dengan kondisi faktual menjadi salah satu faktor penting agar program perlindungan sosial dapat menyasar masyarakat sesuai kriteria yang telah ditetapkan.
“Kami akan berupaya melakukan koordinasi dan menyampaikan kondisi tersebut kepada pihak terkait agar dapat dilakukan verifikasi serta pemutakhiran data sesuai kondisi riil warga di lapangan,” kata Reza.
Menurut Reza, keterbatasan kewenangan tidak berarti kelurahan berhenti pada saat menemukan persoalan. Kelurahan tetap dapat melakukan pengecekan, mendokumentasikan kondisi warga, serta menyampaikan temuan kepada pihak yang berwenang untuk ditindaklanjuti.
“Bagi kami, pelayanan kepada masyarakat bukan hanya soal menyalurkan bantuan. Ketika ada laporan warga, kami juga perlu hadir untuk melihat langsung persoalannya dan memastikan ada tindak lanjut sesuai kewenangan,” ujarnya.
Ia berharap proses verifikasi dan pemutakhiran data nantinya dapat memberikan gambaran yang lebih tepat mengenai kondisi pasangan lansia tersebut, sehingga mereka dapat memperoleh perhatian dan kesempatan untuk diusulkan dalam program yang sesuai apabila memenuhi kriteria.
“Kami tidak ingin warga yang memang membutuhkan justru terlewat karena persoalan data. Kami akan terus berkoordinasi agar kondisi riil warga ini dapat diverifikasi dan datanya diperbarui sesuai ketentuan,” kata Reza.
Penyerahan bantuan bahan ajar anak usia dini di Guntung Paikat akhirnya tidak hanya menjadi agenda distribusi bantuan. Kunjungan langsung tersebut juga membuka persoalan lain di tengah masyarakat yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Bagi Kelurahan Guntung Paikat, temuan itu menjadi bagian dari proses pelayanan yang berangkat dari lapangan: mendatangi warga, memeriksa kondisi, mencocokkan dengan data, kemudian meneruskan persoalan kepada pihak yang memiliki kewenangan.
“Harapannya, masyarakat yang memang membutuhkan dapat memperoleh bantuan sesuai dengan ketentuan dan kriteria yang berlaku. Kami akan terus berupaya agar setiap laporan warga mendapat perhatian dan setiap persoalan yang kami temukan di lapangan dapat ditindaklanjuti,” pungkas Reza.(be)
141
Tidak ada komentar