Camat Banjarbaru Utara Serahkan Jet Shooter, Perkuat Relawan Hadapi Karhutla di Loktabat Utara

waktu baca 5 menit
Rabu, 2 Sep 2026 08:05 250 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Camat Banjarbaru Utara Taufik Purwanto menyerahkan bantuan jet shooter kepada Kelurahan Loktabat Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (2/9/2026). Peralatan pemadam portabel itu disiapkan untuk memperkuat kemampuan relawan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan perbatasan Loktabat Utara dengan Guntung Damar yang sebagian merupakan lahan gambut.

Bantuan tersebut disalurkan Pemerintah Kota Banjarbaru melalui BPBD Kota Banjarbaru dan diteruskan melalui Kecamatan Banjarbaru Utara kepada Kelurahan Loktabat Utara. Peralatan itu dinilai penting karena medan karhutla di kawasan tersebut tidak seluruhnya dapat dijangkau kendaraan pemadam.

“Alhamdulillah, bantuan alat jet shooter dari Ibu Wali Kota Banjarbaru melalui Kepala BPBD Kota Banjarbaru sangat membantu para relawan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, khususnya di area perbatasan Kelurahan Loktabat Utara dengan Guntung Damar,” kata Taufik.

Menurut Taufik, karakteristik lahan gambut membuat penanganan api membutuhkan perhatian lebih. Api tidak selalu terlihat sebagai kobaran di permukaan, tetapi dapat menjalar dan membakar lapisan gambut di bawah tanah.

“Api tidak hanya terlihat di permukaan, tetapi dapat menjalar dan membakar dari dalam tanah, sehingga penanganannya membutuhkan peralatan yang tepat dan kerja ekstra dari para relawan di lapangan,” ujarnya.

Jet shooter merupakan pompa pemadam yang dibawa seperti ransel sehingga dapat digunakan petugas atau relawan untuk mendekati titik api di medan yang sulit. Alat ini memiliki kapasitas air sekitar 18–20 liter dan dioperasikan secara manual menggunakan pompa tangan.

Semburan air dapat menjangkau sekitar 8–10 meter dengan ujung nozzle yang dapat diatur. Selain untuk memadamkan api pada rumput, semak dan vegetasi permukaan, alat tersebut dapat digunakan untuk membasahi kembali sisa bara setelah api utama berhasil dikendalikan.

Fungsi itu menjadi penting di lahan gambut. Api yang tampak padam di permukaan belum tentu benar-benar selesai karena bara dapat bertahan di bawah tanah dan kembali muncul ketika kondisi mendukung.

Taufik mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Banjarbaru terhadap para relawan yang berada di garis depan penanganan karhutla. Ia berharap dukungan berupa peralatan pemadam dapat terus diperkuat.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan Pemerintah Kota Banjarbaru terhadap para relawan pemadam karhutla. Semoga bantuan peralatan seperti jet shooter ini dapat terus ditingkatkan, karena keberadaan relawan sangat penting dalam membantu mencegah api meluas dan menjaga lingkungan serta keselamatan masyarakat,” katanya.

Selain penguatan penanganan dari darat, Taufik berharap dukungan pemadaman dari udara dapat dipertimbangkan untuk kawasan yang sulit ditangani melalui jalur darat.

Ia mengusulkan agar dukungan water bombing, apabila memungkinkan, diarahkan ke titik rawan di RT 19 RW 8, kawasan perbatasan Loktabat Utara–Guntung Damar.

“Kami berharap apabila memungkinkan, dukungan water bombing dapat diarahkan ke titik rawan di RT 19 RW 8, kawasan perbatasan Loktabat Utara–Guntung Damar, karena kondisi lahan gambut di lokasi tersebut cukup sulit ditangani dari darat,” ujar Taufik.

Ia memahami bahwa koordinasi dan kewenangan pengerahan helikopter water bombing berada pada BPBD Provinsi Kalimantan Selatan. Karena itu, usulan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan koordinasi bersama agar penanganan karhutla di kawasan tersebut semakin optimal.

Sementara itu, Lurah Loktabat Utara Dedy Wahyudie mengapresiasi respons cepat Kecamatan Banjarbaru Utara dalam penanganan karhutla di wilayahnya. Menurut dia, sinergi antara pemerintah, petugas, relawan dan masyarakat menjadi kekuatan penting menghadapi kebakaran.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Camat Banjarbaru Utara atas respons cepat, kepemimpinan, dan komitmen beliau dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kelurahan Loktabat Utara,” kata Dedy.

Dedy mengatakan Camat Banjarbaru Utara tidak hanya memberikan arahan strategis, tetapi juga turun langsung memantau kondisi lapangan dan memberikan semangat kepada petugas.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada relawan ETB Rescue dan Batra serta masyarakat yang ikut bahu-membahu menangani karhutla.

“Kehadiran Bapak Camat dan tim gabungan ini memberikan rasa aman dan keyakinan kepada warga Loktabat Utara bahwa pemerintah hadir untuk mereka di masa-masa sulit seperti ini,” ujarnya.

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung ketika ancaman karhutla di Kota Banjarbaru belum sepenuhnya berakhir. Berdasarkan laporan BPBD Kota Banjarbaru per 2 September 2026, luas lahan yang terbakar selama dua bulan terakhir telah mencapai 1.263,2 hektare.

Jumlah titik panas (hotspot) memang mulai berkurang. Namun, hotspot kategori tinggi masih terdeteksi di Kecamatan Cempaka. Sementara hotspot kategori sedang masih ditemukan di Kecamatan Landasan Ulin dan Liang Anggang.

Karhutla juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Kabut asap sempat membuat jarak pandang pengendara di sejumlah kawasan turun hingga sekitar 5–10 meter. Warga diimbau menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas pada waktu dengan konsentrasi asap tinggi, untuk mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan.

Ancaman kebakaran bahkan sempat mendekati kawasan laboratorium Kampus 2 Universitas Islam Negeri Antasari Banjarbaru yang menyimpan bahan kimia berbahaya.

Di lapangan, keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala utama penanganan karhutla, khususnya pada lahan gambut. Pemerintah mengoptimalkan pembangunan sumur bor hingga sekitar 40 meter dan hidran untuk memperkuat ketersediaan air bagi pemadaman.

Tim gabungan Polda Kalimantan Selatan, TNI dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga menggunakan metode pipa suntik atau injeksi air untuk membasahi lapisan gambut dan memastikan bara di bawah permukaan benar-benar padam.

BPBD Kota Banjarbaru telah mengaktifkan tiga posko taktis karhutla. Satu posko berada di Jalan Tambak Buluh, sedangkan dua lainnya berada di kawasan Jalan Ahmad Yani Kilometer 21 yang dikelola komunitas relawan Liang Anggang.

Dalam situasi tersebut, jet shooter menjadi salah satu penguatan respons cepat di tingkat lapangan. Bentuknya yang ringkas memungkinkan relawan membawa peralatan tersebut masuk ke medan yang tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam.

Bagi relawan di Loktabat Utara, bantuan itu menjadi tambahan kekuatan untuk menghadapi karakter karhutla yang berbeda dengan kebakaran biasa. Di lahan gambut, api yang terlihat kecil di permukaan dapat menyimpan bara di bawah tanah.

Karena itu, kecepatan menemukan titik api, kemampuan menjangkaunya, dan memastikan bara benar-benar padam menjadi bagian penting dari upaya mencegah kebakaran kembali meluas.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA