BANJARBARUEMAS.COM — Lantunan Ya Rabbi Bil-Mustofa membuka penampilan penyanyi religi Haddad Alwi dalam Banjarbaru Bersholawat di Lapangan Dr. Murjani, Kota Banjarbaru, Sabtu (22/8/2026) malam. Ribuan jemaah mengikuti lantunan sholawat sebelum suasana berlanjut dengan rangkaian lagu religi dan pesan tentang kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Menjelang penghujung penampilannya, Haddad Alwi membawakan “Rindu Muhammadku”. Setelah lagu tersebut selesai, suasana berubah semakin khidmat.
Haddad Alwi kemudian mengajak seluruh jemaah menundukkan kepala dan memanjatkan doa bersama.
Doa itu tidak hanya ditujukan bagi masyarakat Banjarbaru. Haddad mengajak ribuan jemaah mendoakan keselamatan Indonesia, berakhirnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, masyarakat yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), masyarakat Palestina, serta para pemimpin Indonesia.
Di antara ribuan jemaah yang mengikuti doa, Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby bersama suaminya, H. Riandy Hidayat, tampak larut dalam suasana tersebut.
Dari atas panggung, Haddad Alwi secara khusus memohon agar kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan segera berakhir.
“Ya Allah, tolong hentikan kebakaran di Kalimantan ini, Ya Allah. Sebab Engkau mampu menghentikan itu semua,” ucap Haddad Alwi dalam doanya.
Doa kemudian ditujukan kepada masyarakat yang terdampak gempa di NTT.
“Ya Allah, tolong hentikan bencana di NTT. Kuatkan saudara-saudara kami di NTT. Hentikan semua bencana di negeri ini,” lanjutnya.
Ribuan jemaah mengikuti doa tersebut dari tempat masing-masing. Suasana Lapangan Dr. Murjani yang sebelumnya dipenuhi lantunan lagu berubah hening.
Haddad Alwi juga mengajak jemaah mendoakan masyarakat Palestina.
“Ya Allah, kami tidak lupa. Tolong selamatkan saudara-saudara kami di Palestina. Merdekakan bangsa Palestina,” ujarnya.
Doa berikutnya ditujukan kepada para pemimpin Indonesia. Haddad Alwi meminta agar para pemimpin diberikan petunjuk dan hidayah dalam menjalankan amanah.
“Beri petunjuk, beri hidayah pemimpin-pemimpin negara Indonesia,” pintanya.
Ia juga berharap para pemimpin dapat mengambil kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Setelah mendoakan berbagai persoalan tersebut, Haddad mengajak jemaah memanjatkan doa yang lebih dekat dengan tempat mereka berada.
Ia meminta seluruh hadirin memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan di Kota Banjarbaru.
Permohonan hujan itu juga menjadi bagian dari doa di tengah perhatian terhadap karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan.
Ribuan jemaah mengikuti doa dengan khidmat.
Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby dan H. Riandy Hidayat tampak mengikuti doa bersama masyarakat hingga selesai.
Momen tersebut kemudian turut dibagikan Erna Lisa Halaby melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, ia menyebut Banjarbaru Bersholawat membuat rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Banjarbaru semakin penuh makna.
Erna Lisa Halaby menuliskan bahwa lantunan sholawat menjadi sarana untuk menenangkan hati dan jiwa, memperkuat rasa berserah diri kepada Allah SWT, sekaligus menumbuhkan kecintaan dan keteladanan kepada Nabi Muhammad SAW.
Ia juga menyampaikan doa agar Kota Banjarbaru senantiasa menjadi kota yang damai, aman, tenteram, masyarakatnya semakin makmur, serta senantiasa dilindungi dan dijauhkan dari segala marabahaya.
Dalam unggahan tersebut, ia berharap semangat kemerdekaan semakin menguatkan persatuan, kebersamaan, dan kepedulian masyarakat dalam membangun Banjarbaru yang maju, religius, dan penuh keberkahan.
Sebelum membawakan Rindu Muhammadku, Haddad Alwi juga menyampaikan pesan mengenai makna kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Melalui lagu dan monolog yang disampaikannya, Haddad mengingatkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah bukan hanya diungkapkan melalui ucapan. Kecintaan itu perlu diwujudkan dengan menaati perintah Allah, meninggalkan larangan-Nya, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Pesan tersebut menjadi pengantar menuju suasana doa bersama.
Banjarbaru Bersholawat digelar Pemerintah Kota Banjarbaru sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ribuan warga dari berbagai usia hadir dan mengikuti kegiatan hingga selesai.
Secara berurutan, penampilan Haddad Alwi dibuka dengan Ya Rabbi Bil-Mustofa. Setelah itu, jemaah mengikuti rangkaian lagu religi dan pesan keagamaan. Menjelang akhir penampilan, Haddad membawakan “Rindu Muhammadku”.
Setelah lagu tersebut selesai, ia mengajak seluruh jemaah berdoa bersama.
Bagian akhir Banjarbaru Bersholawat pun berlangsung dalam suasana berbeda. Setelah lantunan lagu tentang kerinduan kepada Rasulullah, ribuan orang bersama-sama menundukkan kepala dan mendoakan persoalan yang lebih luas.
Dari Lapangan Dr. Murjani, doa dipanjatkan untuk Indonesia, Kalimantan, NTT, Palestina, para pemimpin bangsa, serta Kota Banjarbaru.
Malam itu, “Rindu Muhammadku” menjadi lagu terakhir sebelum doa bersama.
Rangkaian kegiatan kemudian berakhir dalam suasana khidmat, dengan harapan agar berbagai bencana segera berakhir, masyarakat diberikan keselamatan, para pemimpin mendapat petunjuk dalam menjalankan amanah, dan hujan segera turun di Banjarbaru.(be)
152
Tidak ada komentar