BNN Banjarbaru Luncurkan Buku Pencegahan Narkoba, Perkuat Ketahanan Generasi Muda

waktu baca 5 menit
Rabu, 19 Agu 2026 12:48 230 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kota Banjarbaru diperkuat melalui pendekatan edukasi dan literasi. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarbaru meluncurkan buku Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba: Pedoman bagi Orang Tua, Pelajar, Mahasiswa, Masyarakat dan Lembaga Pemerintahan di Aula Gawi Sabarataan Kota Banjarbaru, Rabu (19/8/2026).

Buku tersebut merupakan inovasi BNN Kota Banjarbaru yang disusun melalui kerja sama dengan Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Kota Banjarbaru dan akademisi, dengan BNN Kota Banjarbaru sebagai leading sector. Buku ini dirancang menjadi panduan bagi berbagai kelompok masyarakat untuk memahami bahaya narkoba sekaligus memperkuat upaya pencegahan.

Peluncuran buku yang dimulai pukul 07.30 WITA itu dirangkaikan dengan pengukuhan Duta Baca dan Bunda Literasi Kecamatan serta Kelurahan se-Kota Banjarbaru periode 2026–2027, peluncuran Gerakan Sapa Literasi 2026, serta pengumuman pemenang Festival Literasi dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia.

Kegiatan dihadiri unsur Pemerintah Kota Banjarbaru, pelajar SMP/MTs dan SMA/SMK/MA, Duta Baca Kota Banjarbaru, Bunda Literasi Kecamatan dan Kelurahan, perguruan tinggi, organisasi, serta perwakilan masyarakat.

Kepala BNN Kota Banjarbaru Arif Wahyu Bibitharta mengatakan persoalan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba semakin kompleks. Kondisi tersebut membutuhkan pendekatan pencegahan yang tidak hanya mengandalkan penindakan.

“Persoalan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba yang semakin kompleks membutuhkan pendekatan pencegahan yang tidak hanya mengandalkan penindakan. Diperlukan analisis yang mendalam, pemahaman terhadap pola sosial, serta strategi komunikasi yang efektif agar pesan bahaya narkoba benar-benar sampai dan dipahami masyarakat, khususnya generasi muda,” kata Arif.

Menurut Arif, perkembangan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kota Banjarbaru masih menjadi perhatian bersama. Berdasarkan data yang dimiliki BNN, terdapat peningkatan jumlah pengguna dengan tren prevalensi yang terus menjadi perhatian hingga catatan 2025.

Kondisi tersebut mendorong BNN Kota Banjarbaru untuk memperkuat pencegahan dan pemberdayaan masyarakat. Upaya itu dilakukan bersamaan dengan rehabilitasi bagi mereka yang telah terjerat penyalahgunaan narkoba serta penindakan terhadap peredaran gelap narkotika.

“BNN Kota Banjarbaru gencar melakukan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, membangun ketahanan masyarakat agar memiliki kesadaran dan kemampuan menolak narkoba. Rehabilitasi bagi mereka yang sudah terjerat penyalahgunaan narkoba, penindakan tegas terhadap peredaran gelap narkoba,” ujarnya.

Arif menegaskan upaya tersebut tidak dapat berjalan sendiri. Dukungan pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, organisasi, komunitas dan masyarakat diperlukan untuk membangun ketahanan bersama terhadap ancaman narkoba.

“Upaya tersebut tidak dapat berjalan sendiri. BNN Kota Banjarbaru membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk para penggerak literasi yang memiliki ruang strategis dalam membangun kesadaran publik,” kata Arif.

Buku yang diluncurkan tersebut memuat panduan pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi orang tua, pelajar, mahasiswa, masyarakat dan lembaga pemerintahan. Materinya mencakup persoalan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, faktor yang dapat mendorong penyalahgunaan, pengenalan narkotika, deteksi dini, bahaya narkoba, aspek hukum, pencegahan hingga rehabilitasi.

Materi buku tersebut dibahas dalam sesi bedah buku yang menghadirkan tiga pemateri, yakni Kepala BNN Banjarbaru Arif Wahyu Bibitharta, Ketua DPC PIKI Kota Banjarbaru Albert Riduanto Simarmarta, serta akademisi dan mantan dosen Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Daniel Itta.

Albert menjelaskan latar belakang keterlibatan PIKI dalam penyusunan buku. Menurutnya, PIKI Kota Banjarbaru telah terlibat dalam kegiatan yang mengkampanyekan gerakan antinarkoba.

Keterlibatan tersebut kemudian diperkuat melalui kolaborasi dengan BNN Kota Banjarbaru dan akademisi. Buku diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi mengenai bahaya narkoba dan langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan.

Albert menilai gerakan antinarkoba membutuhkan keterlibatan berbagai unsur. Keluarga, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, komunitas dan pemerintah memiliki peran masing-masing dalam membangun lingkungan yang lebih kuat menghadapi ancaman narkoba.

Sementara itu, Daniel Ita menyampaikan materi dari sisi teknis pencegahan berdasarkan perspektif pendidikan dan pengalamannya di tengah masyarakat.

Daniel menyoroti kebiasaan merokok sebagai salah satu perilaku yang perlu diwaspadai dalam konteks pencegahan penyalahgunaan narkoba. Menurut dia, pengenalan terhadap perilaku berisiko perlu dilakukan sejak dini agar langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum persoalan berkembang.

Ia juga memberikan contoh pencegahan melalui berbagai komunitas, termasuk komunitas olahraga. Menurut Daniel, komunitas olahraga dapat menjadi ruang positif bagi anak dan remaja untuk mengisi waktu dengan aktivitas produktif, membangun kedisiplinan, menjaga kesehatan dan membentuk lingkungan pergaulan yang sehat.

Selain komunitas, peran orang tua menjadi bagian penting dalam pencegahan. Komunikasi, perhatian dan pengawasan terhadap aktivitas anak dapat membantu keluarga mengenali perubahan perilaku serta lingkungan pergaulan sejak dini.

Setelah sesi bedah buku dan tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan penayangan video selayang pandang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Kepala BNN Kota Banjarbaru kemudian menyerahkan buku kepada Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru sebagai simbol penguatan kolaborasi antara BNN dan Pemerintah Kota Banjarbaru dalam pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Pada kesempatan yang sama dilakukan penandatanganan komitmen bersama Forkopimda dan Kepala BNN Kota Banjarbaru sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan P4GN dan terwujudnya Banjarbaru Bersinar.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pencegahan narkoba membutuhkan kerja lintas sektor. BNN memiliki peran dalam pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi dan penindakan. Pemerintah daerah memiliki jaringan pelayanan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan, sementara keluarga, sekolah, perguruan tinggi, organisasi, komunitas dan penggerak literasi memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.

Peluncuran buku tersebut diharapkan menjadi instrumen edukasi yang dapat digunakan masyarakat untuk mengenali bahaya narkoba dan membangun langkah pencegahan dari lingkungan terdekat.

Dengan memperkuat literasi, ketahanan keluarga, komunitas yang sehat serta kolaborasi lintas lembaga, upaya mewujudkan Banjarbaru Bersinar diharapkan tidak hanya dilakukan ketika penyalahgunaan telah terjadi, tetapi dimulai lebih awal melalui pengetahuan, kesadaran dan kemampuan masyarakat untuk menolak narkoba.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA