INOVASI 6 STANDAR PELAYANAN MINIMAL TP POSYANDU KELURAHAN SUNGAI BESAR

waktu baca 7 menit
Selasa, 14 Jul 2026 08:28 139 Banjarbaru Emas 2

Bagian I – Bidang Pendidikan

Posyandu Kini Menjadi Sekolah bagi Orang Tua, TP Posyandu Sungai Besar Bangun Ekosistem Pendidikan Berbasis Keluarga untuk Mencetak Generasi Banjarbaru EMAS

BANJARBARUEMAS.COM – Tidak sedikit orang tua yang beranggapan bahwa pendidikan anak dimulai ketika mereka mengenakan seragam sekolah untuk pertama kalinya. Padahal, jauh sebelum seorang anak mengenal huruf, angka, atau duduk di bangku taman kanak-kanak, proses pendidikan telah berlangsung sejak hari pertama ia dilahirkan. Pendidikan pertama tidak berlangsung di ruang kelas, melainkan di rumah, melalui pelukan, tutur kata, kebiasaan, serta keteladanan yang diberikan oleh kedua orang tua.

Rumah adalah sekolah pertama. Orang tua adalah guru pertama. Dan keluarga merupakan ruang belajar pertama yang menentukan bagaimana seorang anak akan tumbuh, berpikir, bersikap, hingga berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Pemahaman itulah yang menjadi fondasi Tim Pembina (TP) Posyandu Kelurahan Sungai Besar dalam membangun inovasi pelayanan bidang pendidikan sebagai bagian dari implementasi Posyandu Era Baru. Bagi TP Posyandu, meningkatkan kualitas pendidikan tidak cukup hanya dengan membangun sekolah atau menyediakan guru. Pembangunan manusia harus dimulai dari penguatan keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama.

Transformasi tersebut sejalan dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu, yang memperluas fungsi Posyandu sebagai wadah koordinasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), salah satunya bidang pendidikan. Posyandu kini tidak lagi dipandang sekadar tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi berkembang menjadi pusat pelayanan terpadu yang menghubungkan berbagai kebutuhan dasar masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.

Di Kelurahan Sungai Besar, perubahan itu diwujudkan dalam bentuk nyata.

Setiap keluarga yang datang ke Posyandu tidak hanya memperoleh pelayanan kesehatan, tetapi juga dipetakan kebutuhan pendidikannya. Orang tua memperoleh penguatan pola asuh, anak mendapatkan pendampingan belajar, keluarga rentan menerima dukungan pendidikan, dan seluruh proses terus dipantau agar perkembangan anak berlangsung optimal. Pendekatan ini menjadikan Posyandu sebagai pusat pemberdayaan keluarga yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan dan pendidikan dalam satu alur pelayanan.

Pendidikan Tidak Berhenti di Gerbang Sekolah

Perubahan cara pandang tersebut lahir dari kondisi nyata yang ditemui TP Posyandu Kelurahan Sungai Besar di lapangan.

Melalui pendataan keluarga dan evaluasi bersama kader Posyandu, Bunda PAUD, PKK, serta Pemerintah Kelurahan, ditemukan bahwa masih banyak orang tua yang menghadapi tantangan dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Sebagian belum memahami pentingnya stimulasi sejak usia dini. Masih ada orang tua yang menganggap pendidikan baru dimulai ketika anak memasuki sekolah dasar. Ada pula yang belum mengetahui bagaimana membangun komunikasi yang sehat dengan anak, membatasi penggunaan gawai, atau mengenali keterlambatan perkembangan seperti gangguan bahasa dan interaksi sosial.

Di sisi lain, keterbatasan ekonomi menyebabkan sebagian keluarga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Mulai dari perlengkapan sekolah hingga biaya pendampingan belajar menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga rentan.

Menurut TP Posyandu Sungai Besar, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya oleh sekolah.

Guru memang memiliki peran penting, tetapi waktu anak bersama keluarga jauh lebih panjang dibandingkan waktu mereka berada di ruang kelas. Karena itu, apabila orang tua tidak memperoleh pengetahuan yang memadai mengenai pengasuhan, pendidikan formal akan kehilangan salah satu fondasi terpentingnya.

Berangkat dari kondisi tersebut, TP Posyandu Sungai Besar mengembangkan model pelayanan pendidikan berbasis keluarga yang tidak hanya memberikan edukasi kepada anak, tetapi juga membangun kapasitas orang tua dan memperkuat kepedulian masyarakat terhadap pendidikan.

SERUNI, Ketika Posyandu Menjadi Ruang Belajar Orang Tua

Inovasi pertama yang dikembangkan adalah SERUNI (Sinergi Edukasi dan Regulasi untuk PAUD Unggul di Sungai Besar).

SERUNI hadir sebagai wadah penguatan kapasitas keluarga melalui program Parenting Talk yang dipimpin oleh Bunda PAUD Kelurahan Sungai Besar.

Berbeda dengan kegiatan penyuluhan yang bersifat satu arah, Parenting Talk dirancang sebagai ruang diskusi antara orang tua, guru, kader Posyandu, dan pemerintah kelurahan. Forum ini menjadi tempat berbagi pengalaman, berdiskusi mengenai tantangan pengasuhan, sekaligus menyamakan pola pendidikan antara rumah dan sekolah.

Salah satu praktik baik yang terus didorong adalah penguatan komunikasi dua arah antara orang tua dan guru.

Melalui komunikasi yang intensif, perkembangan anak tidak hanya dipantau ketika berada di sekolah, tetapi juga ketika berada di rumah. Orang tua diajak memanfaatkan buku penghubung maupun media digital untuk berbagi informasi mengenai perkembangan emosional, kemampuan motorik, hingga kemampuan berbahasa anak.

Pendekatan tersebut memungkinkan setiap hambatan tumbuh kembang, termasuk gejala speech delay, dapat dikenali lebih awal sehingga penanganannya menjadi lebih cepat dan tepat.

SERUNI juga memperkenalkan konsep positive parenting atau pola asuh positif.

Dalam setiap sesi Parenting Talk, orang tua diajak memahami bahwa setiap anak memiliki keunikan dan kecepatan perkembangan yang berbeda. Karena itu, membandingkan anak dengan teman sebayanya justru dapat menurunkan rasa percaya diri anak.

Sebagai gantinya, orang tua didorong membangun hubungan yang hangat melalui komunikasi, penghargaan terhadap proses belajar anak, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Keteladanan dipandang jauh lebih efektif dibandingkan hukuman fisik ataupun bentakan.

Bagi TP Posyandu Sungai Besar, karakter anak terbentuk bukan melalui nasihat yang panjang, melainkan melalui contoh yang mereka lihat setiap hari di rumah.

Pendidikan Harus Berjalan Bersama Kesehatan

SERUNI juga mengadopsi pendekatan PAUD Holistik Integratif, yaitu menghubungkan pendidikan dengan kesehatan dan pemenuhan gizi.

Melalui Parenting Talk, orang tua diberikan pemahaman bahwa kecerdasan anak tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan membaca dan berhitung, tetapi juga oleh kecukupan gizi, pola tidur, aktivitas fisik, kesehatan mental, dan lingkungan keluarga yang harmonis.

Karena itu, materi yang diberikan tidak hanya membahas pola asuh, tetapi juga pencegahan stunting, pentingnya sarapan bergizi, pembiasaan hidup bersih, aktivitas fisik, hingga pembentukan karakter melalui kebiasaan sederhana seperti bangun pagi, beribadah, dan membantu pekerjaan rumah sesuai usia anak.

Pendekatan tersebut menjadikan pendidikan dan kesehatan berjalan beriringan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.

Menjawab Tantangan Era Digital

Perkembangan teknologi menjadi perhatian tersendiri dalam pelaksanaan Parenting Talk.

Tidak sedikit orang tua yang mengaku kesulitan mengendalikan penggunaan gawai oleh anak.

Sebagian anak menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar, sementara interaksi dengan keluarga maupun teman sebaya semakin berkurang.

Melalui SERUNI, orang tua dibekali strategi mengatur screen time secara sehat sekaligus membangun budaya literasi keluarga.

Mereka didorong menghadirkan pojok baca sederhana di rumah, membiasakan membaca bersama anak, berdiskusi mengenai cerita yang dibaca, hingga menjadikan waktu bersama keluarga sebagai momen belajar yang menyenangkan.

Menurut TP Posyandu Sungai Besar, kebiasaan kecil tersebut memiliki dampak besar terhadap perkembangan bahasa, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kedekatan emosional antara orang tua dan anak.

Jimpitan Pendidikan, Menghidupkan Kembali Semangat Gotong Royong

Penguatan pendidikan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas orang tua.

TP Posyandu juga memahami bahwa masih terdapat keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi sehingga membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

Untuk menjawab persoalan tersebut, lahirlah Jimpitan Pendidikan Posyandu Permata.

Melalui gerakan gotong royong masyarakat, berbagai bantuan berupa tas sekolah, buku, alat tulis, seragam, sepatu, hingga perlengkapan belajar dihimpun dan disalurkan kepada anak-anak yang membutuhkan berdasarkan hasil pendataan Posyandu.

Program ini bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan upaya membangun kepedulian bahwa keberhasilan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Sungai Besar Mengajar, Aula Kelurahan Disulap Menjadi Ruang Belajar

Inovasi ketiga adalah Sungai Besar Mengajar.

Program ini lahir dari kenyataan bahwa tidak semua orang tua mampu memberikan pendampingan belajar di rumah ataupun membiayai les tambahan bagi anak-anak mereka.

Melalui kolaborasi Pemerintah Kelurahan Sungai Besar, TP Posyandu, guru, aparatur sipil negara (ASN), mahasiswa, dan relawan pendidikan, aula kelurahan disulap menjadi ruang belajar gratis bagi siswa sekolah dasar.

Anak-anak memperoleh pendampingan mata pelajaran, bimbingan menghadapi ujian, serta motivasi belajar dalam suasana yang menyenangkan.

Program ini sekaligus menjadi ruang interaksi positif antara pemerintah dan masyarakat, membangun budaya belajar bersama, serta memperkuat semangat gotong royong dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Membangun Generasi Banjarbaru EMAS dari Tingkat Keluarga

Bagi TP Posyandu Kelurahan Sungai Besar, ketiga inovasi tersebut bukanlah program yang berdiri sendiri.

SERUNI memperkuat kapasitas orang tua sebagai pendidik pertama.

Jimpitan Pendidikan Posyandu Permata memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak untuk memperoleh pendidikan.

Sungai Besar Mengajar menghadirkan ruang belajar yang inklusif bagi setiap anak.

Ketiganya membentuk satu ekosistem pendidikan berbasis keluarga yang menempatkan rumah sebagai fondasi utama pembangunan manusia.

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kelurahan, TP Posyandu, Bunda PAUD, PKK, Puskesmas, satuan pendidikan, RT/RW, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat, Posyandu Sungai Besar terus bertransformasi menjadi lebih dari sekadar tempat pelayanan bulanan.

Posyandu kini menjadi ruang belajar, ruang kolaborasi, dan ruang pemberdayaan keluarga yang menghubungkan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan dalam satu sistem pelayanan terpadu. Dari ruang sederhana di tingkat kelurahan inilah, langkah-langkah kecil terus diupayakan untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap mewujudkan Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera).(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA