BANJARBARUEMAS.COM – Kelurahan Loktabat Selatan, Kota Banjarbaru, berhasil membuktikan bahwa Program Aku Hatinya PKK bukan sekadar tertuang dalam dokumen administrasi, tetapi telah menjadi gerakan nyata yang tumbuh di tengah masyarakat. Hal itu terlihat saat Tim Verifikasi Lapangan Lomba Aku Hatinya PKK Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan melakukan penilaian di Komplek Berlina Jaya RT 02 RW 05, Kamis (2/7/2026).
Verifikasi lapangan menjadi tahapan penentu setelah Loktabat Selatan lolos sebagai enam besar terbaik se-Kalimantan Selatan berdasarkan hasil seleksi administrasi. Selama penilaian berlangsung, tim meninjau langsung lokasi percontohan, berdialog dengan kader PKK dan warga, serta mencocokkan data dalam buku profil dengan kondisi riil di lapangan.
Lurah Loktabat Selatan Astri Mayasari mengatakan, proses penilaian telah dimulai sejak akhir Mei 2026 melalui pengiriman Buku Profil Aku Hatinya PKK yang memuat data administrasi, dokumentasi kegiatan, inovasi, hingga capaian pelaksanaan program.
“Sebelum tim verifikasi lapangan turun meninjau pengamalan Program Aku Hatinya PKK, kami lebih dahulu mengirimkan buku profil pada akhir Mei 2026. Setelah dinyatakan masuk enam besar se-Kalimantan Selatan, barulah dijadwalkan tim provinsi melakukan verifikasi lapangan,” ujar Astri.
Menurut Astri, verifikasi lapangan menjadi tahap krusial karena seluruh data administrasi yang telah disampaikan harus dapat dibuktikan secara langsung.
Tim penilai mengunjungi setiap titik yang telah ditentukan untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai laporan. Penilaian tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga proses pelaksanaan dan keterlibatan masyarakat.
“Alhamdulillah proses penilaian berjalan dengan baik. Tim melakukan kunjungan langsung ke setiap lokasi untuk memverifikasi kondisi lapangan sekaligus mencocokkan data administrasi dalam buku profil dengan kondisi sebenarnya. Secara garis besar, mereka menyampaikan bahwa apa yang ada di lapangan sesuai dengan yang kami laporkan,” katanya.
Penilaian dilakukan secara komprehensif menggunakan indikator resmi TP PKK. Aspek yang dinilai meliputi kelengkapan administrasi, pemanfaatan pekarangan, keberagaman tanaman pangan, sayuran, buah-buahan, tanaman obat keluarga (TOGA), tanaman hias, peternakan, perikanan rumah tangga, pengelolaan hasil panen, kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, hingga inovasi yang dikembangkan setiap Dasawisma.
Selain itu, tingkat partisipasi masyarakat menjadi salah satu indikator penting. Semakin tinggi jumlah keluarga yang memanfaatkan pekarangan secara produktif dan berkelanjutan, semakin besar peluang memperoleh nilai maksimal. Tim penilai juga memperhatikan dukungan regulasi, sumber pembiayaan program, kemitraan lintas sektor, serta keberlanjutan inovasi yang dikembangkan.
Salah satu inovasi yang paling menyita perhatian tim adalah BEKANTAN (Barcode Data Keluarga dan Tanaman), sebuah sistem pendataan digital yang dikembangkan untuk memudahkan pemantauan kondisi keluarga sekaligus potensi pekarangan.
“Tim penilai sangat tertarik dengan inovasi BEKANTAN karena melalui barcode tersebut tersedia data keluarga yang lengkap, mulai dari jumlah anggota keluarga beserta usia, data balita, lansia, ibu hamil, hingga data tanaman, peternakan, perikanan, dan pemanfaatan lahan pekarangan. Semua informasi dapat diakses dengan cepat sehingga memudahkan pembinaan dan evaluasi,” jelas Astri.
Selain inovasi digital, tim penilai juga diajak melihat implementasi berbagai program unggulan yang telah berjalan, mulai dari kebun gizi, bank bibit, vertikultur, pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi, produksi eco enzyme, hingga pengembangan usaha mikro berbasis hasil pekarangan.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kelurahan Loktabat Selatan Rendhi Andartha Putra menegaskan bahwa Program Aku Hatinya PKK telah berkembang menjadi gerakan pemberdayaan masyarakat yang menyentuh aspek ketahanan pangan, lingkungan, hingga ekonomi keluarga.
“Melalui pemanfaatan lahan pekarangan, kami berupaya membangun ketahanan pangan keluarga, meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lingkungan yang bersih dan asri, serta memperkuat budaya gotong royong,” ujarnya saat memaparkan profil wilayah di hadapan tim penilai.
Lokasi pembinaan berada di Komplek Berlina Jaya RT 02 RW 05 yang dihuni 191 jiwa, terdiri atas 93 laki-laki dan 98 perempuan. Wilayah tersebut dibina melalui tiga kelompok Dasa Wisma Kapulaga yang aktif mengembangkan tanaman pangan, sayuran, buah-buahan, TOGA, peternakan, serta perikanan rumah tangga.
Pelaksanaan program didukung pembiayaan dari APBD Kota Banjarbaru, TP PKK Kota Banjarbaru, dinas dan instansi terkait, kecamatan, kelurahan, puskesmas, CSR pelaku usaha, hingga swadaya masyarakat. Kolaborasi juga dibangun bersama TK Kartini, UMKM KATUJU, Pokmas Kampung Kopi, RT/RW, LPM, Bhabinsa, dan Bhabinkamtibmas.
Dalam kesempatan tersebut, TP PKK Kelurahan Loktabat Selatan memaparkan 10 inovasi unggulan, yakni Bank Bibit PKK, Kebun Gizi Berbasis RT, kemitraan dengan UMKM KATUJU, BEKANTAN, SANTIK (Sampah Plastik Jadi Tas dan Dompet Cantik), SOLASTIK (Sampah Botol dan Kaleng Jadi Pot Cantik), SEDEKAH BOS (Sedekah Botol Sampah), SI ENZI (Solusi Eco Enzyme Mandiri), Optimalisasi Lahan Sempit melalui Sistem Vertikultur Terpadu, serta JELITA KAPULAGA (Jelantah Jadi Tabungan Keluarga).
Kesepuluh inovasi tersebut dikembangkan sebagai solusi atas persoalan ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, dan peningkatan ekonomi keluarga dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
“Setiap inovasi kami rancang agar mudah diterapkan, melibatkan masyarakat secara aktif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi keluarga maupun lingkungan sekitar. Harapan kami, apa yang telah dibangun bersama ini tidak berhenti sebagai bahan penilaian lomba, tetapi menjadi budaya masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang produktif, mandiri, sehat, dan berkelanjutan,” pungkas Rendhi.(be)
163
Tidak ada komentar