BANJARBARUEMAS.COM – Semangat inovasi dan kreativitas masyarakat Banjarbaru kembali mendapat ruang untuk berkembang melalui Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Kota Banjarbaru Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB), Rabu (17/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula DP3APMP2KB tersebut menjadi ajang seleksi sekaligus pembinaan bagi para inovator daerah yang menghadirkan berbagai solusi teknologi sederhana, terjangkau, mudah diterapkan, dan memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
Sebanyak 21 inovasi mengikuti kompetisi tahun ini, terdiri dari enam inovasi kategori pelajar dan 15 inovasi kategori umum.
Berbagai karya yang ditampilkan mencerminkan kepedulian para inovator terhadap isu lingkungan, kesehatan, mitigasi bencana, pengelolaan sampah, ketahanan pangan, hingga peningkatan kualitas pelayanan masyarakat.
Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby menyampaikan apresiasi atas semangat para peserta yang terus menghadirkan gagasan dan terobosan untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat melalui inovasi.
“Pemerintah Kota Banjarbaru sangat mendukung pengembangan Teknologi Tepat Guna. Yang kita harapkan bukan hanya lahirnya teknologi baru, tetapi lahirnya solusi yang benar-benar bermanfaat, mudah diterapkan, dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Lisa.
Menurutnya, keberadaan inovator daerah merupakan aset penting dalam mendukung pembangunan Kota Banjarbaru ke depan. Karena itu, ruang-ruang kreativitas dan inovasi harus terus dibuka agar semakin banyak karya yang lahir dari masyarakat.
“Saya berharap para peserta terus mengembangkan inovasinya. Jangan berhenti pada lomba ini saja. Karya-karya yang baik harus terus disempurnakan agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan Banjarbaru Emas, Banjarbaru yang Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera,” katanya.
Sementara itu, Kepala DP3APMP2KB Kota Banjarbaru Hj. Erma Epiyana Hartati mengatakan pelaksanaan Lomba Inovasi TTG merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk menumbuhkan budaya inovasi di tengah masyarakat sekaligus menjaring teknologi yang memiliki nilai guna tinggi.
Ia menjelaskan bahwa konsep Teknologi Tepat Guna berorientasi pada kebutuhan masyarakat dengan mempertimbangkan kondisi sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan setempat. Karena itu, teknologi yang dihasilkan tidak hanya dinilai dari tingkat kecanggihannya, tetapi juga dari manfaat nyata yang mampu diberikan kepada masyarakat.
“Teknologi Tepat Guna memiliki peran yang sangat krusial dalam pembangunan daerah. Teknologi ini dirancang agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, mudah diterapkan, ramah lingkungan, serta mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang ada di sekitar kita. Melalui inovasi, kita didorong untuk memanfaatkan potensi sumber daya lokal guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Erma dalam sambutannya.
Menurutnya, lomba TTG juga menjadi sarana untuk menemukan berbagai gagasan kreatif yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut menjadi teknologi yang dapat dimanfaatkan secara luas.
“Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, ini adalah ruang strategis untuk menggali kreativitas, mempublikasikan karya-karya inovatif, dan membangkitkan semangat masyarakat dalam menciptakan teknologi yang aplikatif. Kita berharap karya yang lahir dari ajang ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” katanya.
Pada kategori pelajar, enam inovasi yang berkompetisi berasal dari SMKN 1 Banjarbaru, SMKN 2 Banjarbaru, dan SMA Plus Citra Madinatul Ilmi. Karya yang ditampilkan meliputi Sustainable Living, Implementasi SAKTI (Sistem Akurasi Titik Api), Alat Pencacah Daun, Alat Pres Botol Air Mineral, SI-PINTER PLASTIK, dan Kompor Eco Ring.
Sementara pada kategori umum, peserta berasal dari Universitas Lambung Mangkurat, Poltekkes Kemenkes Banjarmasin, Puskesmas Banjarbaru Selatan, SMKN 3 Banjarbaru, SMK PGRI Banjarbaru, hingga inovator perorangan.
Berbagai karya yang dipresentasikan antara lain HydroSense Smart Monitoring Kualitas Air Berbasis IoT, SMART-MED, JernihMas: Inovasi Kit Penjernih Air Keruh Dua Komponen, Floating Desk (Meja Apung Penyelamat Arus Air), Mesin Roasting Kopi Skala Mikro, WASAKA API, SARABA PINTAR, Kit Posyandu Mini Si BINTANG, serta sejumlah inovasi lainnya yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Seluruh inovasi dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari para akademisi, peneliti, dan praktisi yang kompeten di bidang teknologi dan inovasi, yakni Prof. Dr. Ir. Abd. Ghofur, Dr. Nazarni Rahmi, S.TP., M.Si., Alia Rahmi, S.TP., M.Eng.Sc., Ph.D., serta Wulan Purwaningrum, S.T., M.AP.
Penilaian dilakukan secara objektif berdasarkan aspek kebaruan inovasi, manfaat bagi masyarakat, keberlanjutan, kemudahan penerapan, nilai ekonomis, dan potensi pengembangannya.
Erma menegaskan bahwa pemenang belum ditetapkan pada hari pelaksanaan lomba karena seluruh hasil presentasi dan penilaian masih akan dibahas dalam rapat dewan juri.
“Kami menitipkan amanah kepada dewan juri untuk melakukan penilaian secara objektif dan profesional sehingga inovator yang terpilih benar-benar merupakan karya terbaik yang layak mewakili Kota Banjarbaru. Setelah rapat dewan juri dilaksanakan, pemenang akan diumumkan dan selanjutnya dipersiapkan untuk mengikuti Lomba Teknologi Tepat Guna Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026,” Pungkas Erma.(be)
356
Tidak ada komentar