BANJARBARUEMAS.COM – Gerakan sedekah sampah di Syamsudin Noor terus berkembang menjadi gerakan sosial yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui program Markisa (Mari Kita Sedekah Sampah), yang hari ini tepat memperingati satu tahun berdirinya, hasil penjualan sampah plastik dan aluminium dikembalikan lagi kepada warga yang membutuhkan.
Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, yang hadir dalam peringatan itu mengatakan program Markisa sangat positif dsn perlu terus dikembangkan.
Ia menilai program tersebut mengajak masyarakat melihat sampah dari sudut pandang yang berbeda yaitu melalui sedekah sampah berupa botol plastik dan aluminium, manfaatnya dapat dirasakan kembali oleh masyarakat yang kurang mampu.
Wali Kota juga memberkan bahwa saat ini produksi sampah di Kota Banjarbaru terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, karena itu, langkah sederhana seperti memilah sampah dari sumbernya sangat membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan sementara.
“Gerakan ini tidak hanya berhasil menjaga lingkungan, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial. Mudah-mudahan akan lahir Markisa-Markisa lainnya di Banjarbaru,” katanya.
Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada peringatan satu tahun, tetapi terus berkembang dan menjadi proyek percontohan sehingga banyak pihak dapat datang untuk melihat langsung pengelolaannya.
“Markisa yang baru berusia satu tahun ini sudah menunjukkan hasil yang luar biasa. Semoga inisiatif seperti ini juga tumbuh di kelurahan-kelurahan lain,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru, Santi Eka, mengatakan konsep sedekah sampah dapat diterapkan di wilayah lain meskipun menggunakan nama yang berbeda.
“Saat ini edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terus kami lakukan di berbagai kelurahan secara bertahap. Selain itu, kami juga tengah mengidentifikasi karakteristik sampah di setiap wilayah, sementara sejumlah bank sampah di kelurahan lain juga telah berjalan sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah dari sumbernya,”ucapnya.
Ketua RT 33 RW 07, Yoni Setiawan, mengatakan Markisa dibentuk pada 15 Juni 2025 dan kini telah memasuki usia satu tahun. Menurutnya, agar program tersebut terus berjalan dibutuhkan dukungan, baik dari segi fisik maupun waktu para pengelola.
Saat ini, Markisa telah memiliki empat kotak sedekah sampah yang ditempatkan di sejumlah sekolah. Selain itu, dua kotak tambahan merupakan bantuan program CSR dari sebuah sekolah dan dealer sepeda motor.
“Awalnya pengumpulan sampah sekitar 190 kilogram per bulan, sekarang sudah mencapai sekitar 500 kilogram sampah plastik setiap bulan. Bahkan, sampah yang berhasil ditekan agar tidak masuk ke TPS diperkirakan mencapai tiga ton,” ujar Yoni.
Dalam peringatan HUT pertama Markisa, hasil penjualan sampah kembali disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk bantuan tabung gas elpiji tiga kilogram dan berassebanyak 40 paket.
“Semoga Markisa memberi kebermanfaat bagi banyak orang melalui gerakan sosial yang bermula dari sedekah sampah. Kami terus mendorong masyarakat untuk bersedekah sampah hingga penekann sampah ke TPS bisa signifikan,” ucapnya.
Yoni juga mengatakan tidak hanya mengelola sampah plastik tetapi juga anorganik, “Sejak Maret 2026 program ini juga mulai mengolah sampah organik menjadi kompos. Kegiatan tersebut didukung sekitar 15 sanitasi dan lingkungan,” pungkasnya.(be)
205
Tidak ada komentar