Temukan Lubang Jalan Saat Cakrawala BBU, Camat Taufik Lapor ke PUPR dan Lakukan Antisipasi Sementara

waktu baca 4 menit
Selasa, 9 Jun 2026 09:34 322 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Respons cepat terhadap aduan dan temuan di lapangan kembali ditunjukkan jajaran Pemerintah Kecamatan Banjarbaru Utara. Demi mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas, Camat Banjarbaru Utara, Taufik Purwanto, bersama warga dan jajaran Kelurahan Loktabat Utara melakukan penanganan sementara terhadap lubang jalan yang ditemukan di kawasan Simpang Empat Jalan Karang Anyar 2 RT 27 RW 8, Kelurahan Loktabat Utara.

Lubang tersebut ditemukan saat Taufik melaksanakan kegiatan rutin Cakrawala BBU (Camat Memantau Ketentraman dan Ketertiban Wilayah Banjarbaru Utara) pada Senin (8/6/2026) sore di kawasan RW 8 Loktabat Utara.

Dalam kegiatan pemantauan wilayah itu, Taufik menemukan adanya kerusakan jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua yang melintas pada malam hari.

“Seperti biasa kami melaksanakan kegiatan Cakrawala BBU di wilayah RW 8 Loktabat Utara. Saat pemantauan ditemukan lubang di area Simpang Empat Jalan Karang Anyar 2 RT 27 RW 8,” ujar Taufik, Selasa (9/6/2026).

Setelah dilakukan pengecekan, lubang tersebut memiliki diameter sekitar 40 sentimeter dengan kedalaman kurang lebih 10 sentimeter.
Meski tidak terlalu besar, posisinya yang berada tepat di area persimpangan membuat keberadaannya cukup membahayakan.

Temuan tersebut kemudian langsung dilaporkan kepada Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru. Sebagai langkah awal, rekanan Dinas PUPR memasang traffic cone atau pembatas jalan sementara di lokasi guna memberikan peringatan kepada pengguna jalan.

Namun demikian, Pemerintah Kecamatan Banjarbaru Utara menilai langkah antisipasi tambahan perlu segera dilakukan mengingat potensi risiko kecelakaan yang cukup tinggi.

“Berdasarkan analisa di lapangan, dengan kedalaman lubang sekitar 10 sentimeter, kami khawatir saat malam hari dapat menimbulkan korban kecelakaan lalu lintas. Karena itu saya memohon izin kepada rekanan Bidang Bina Marga untuk melakukan penanganan sementara menggunakan paving agar tidak terjadi kecelakaan tunggal pada area tersebut,” kata Taufik.

Setelah memperoleh izin dari Dinas PUPR, Taufik bersama Ketua RT, warga setempat, dan jajaran Kelurahan Loktabat Utara bergotong royong melakukan penutupan sementara menggunakan paving block.

Langkah cepat tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan sambil menunggu proses penanganan permanen oleh instansi teknis.

Menariknya, berdasarkan informasi yang disampaikan warga sekitar, lubang di titik tersebut bukan kali pertama muncul. Warga menyebut lokasi yang sama sebelumnya pernah beberapa kali ditambal, namun kerusakan kembali terjadi.

Hal itu memunculkan dugaan adanya permasalahan lain di bawah permukaan jalan, yakni kemungkinan kebocoran jaringan pipa air.

“Berdasarkan informasi warga, lokasi ini sudah sering ditambal namun kembali muncul. Ada indikasi kemungkinan disebabkan kebocoran pipa air di bawah badan jalan,” ungkapnya.

Karena itu, pemerintah kecamatan tidak hanya fokus pada penutupan lubang, tetapi juga berupaya memastikan penyebab utama kerusakan dapat diketahui sebelum dilakukan perbaikan permanen.

Menurut Taufik, apabila setelah penutupan sementara masih ditemukan rembesan air atau kondisi permukaan jalan tetap basah, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan PDAM untuk melakukan pemeriksaan jaringan pipa yang berada di sekitar lokasi.

“Kalau setelah ditutup sementara masih terlihat basah, maka langkah berikutnya kami akan menghubungi pihak PDAM untuk melakukan pengecekan kemungkinan adanya kebocoran pipa air sebelum dilakukan penambalan permanen,” jelasnya.

Sementara itu, Dinas PUPR Kota Banjarbaru telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan sejak laporan diterima. Saat ini, proses identifikasi penyebab kerusakan masih dilakukan agar penanganan permanen nantinya dapat dilakukan secara tepat dan tidak menimbulkan kerusakan berulang.

Langkah responsif yang dilakukan Kecamatan Banjarbaru Utara sejalan dengan arahan Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, yang sebelumnya menekankan pentingnya peran camat dan lurah sebagai garda terdepan pelayanan publik sekaligus penghubung antara masyarakat dan pemerintah daerah.

Wali Kota meminta seluruh camat dan lurah aktif memfasilitasi berbagai aduan masyarakat, termasuk terkait kondisi jalan dan infrastruktur lingkungan. Menurutnya, setiap aspirasi warga harus direspons secara cepat, terbuka, dan dikawal hingga masuk dalam mekanisme penanganan sesuai tingkat urgensi serta skala prioritas pembangunan daerah.

Selain itu, wali kota juga menegaskan bahwa penanganan persoalan jalan tidak hanya menjadi tanggung jawab teknis Dinas PUPR, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh perangkat daerah hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan masyarakat.

Bagi Taufik, keselamatan masyarakat merupakan hal yang tidak bisa ditunda. Karena itu, ketika ditemukan potensi bahaya di lapangan, pemerintah harus hadir dan mengambil langkah nyata sesuai kewenangannya.

“Kami tidak ingin menunggu sampai ada korban baru bertindak. Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Karena itu kami mengambil langkah cepat bersama warga sambil terus berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan PDAM agar penyebab kerusakan dapat ditangani secara menyeluruh dan tidak kembali terulang,” pungkas Taufik.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA