Program Prioritas Wali Kota Lisa Halaby,  Infrastruktur Jalan Lingkungan Jadi Fokus 2026

waktu baca 2 menit
Selasa, 28 Apr 2026 00:57 175 Banjarbaru Emas

BANJARBARUEMAS.COM – Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, tidak ingin masyarakatnya terkendala dalam beraktivitas karena terganggu persoalan jalan.

Untuk itu, pemerintah Kota Banjarbaru melalui bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang bahwa pembangunan infrastruktur tahun 2026 akan difokuskan pada program prioritas Wali Kota, khususnya peningkatan jalan lingkungan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari efisiensi anggaran sekaligus menjawab kebutuhan riil warga di tingkat permukiman,” terang Kabid Bina Marga, Adi Maulana, Senin (27/04/2026).

Terdapat sembilan paket pekerjaan APBD murni yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2026, paket tersebut terdiri dari empat paket pemeliharaan jalan, empat paket peningkatan jalan, serta satu paket pembangunan jembatan di kawasan Guntung Manggis, tepatnya di Jalan Purnawirawan, dengan nilai anggaran sekitar Rp6,5 miliar.

“Untuk program peningkatan jalan, pemerintah memprioritaskan jalan lingkungan di sejumlah wilayah seperti Landasan Ulin, Cempaka, Liang Anggang, hingga kawasan Peramuan Ujung. Total panjang penanganan mencapai 2,8 kilometer dengan nilai anggaran sekitar Rp14 miliar,” bebernya.

Sementara itu, Adi Juga membeberkan pemeliharaan jalan berkala juga dilakukan di beberapa titik, di antaranya Kecamatan Cempaka, rehabilitasi jalan lingkungan di Landasan Ulin dan Liang Anggang, serta perbaikan jalan lingkungan di Banjarbaru Utara dan Banjarbaru Selatan.

“Total panjang pekerjaan pemeliharaan mencapai 3,1 kilometer dengan anggaran sebesar Rp14,1 miliar,”ucapnya.

Dari keseluruhan program tersebut, dua paket masuk dalam daftar 10 proyek strategis tahun 2026 berdasarkan SK Wali Kota Nomor 100.3.3.3/756/KUM/2025. Kedua paket tersebut adalah pembangunan jembatan dan peningkatan jalan lingkungan di Kecamatan Liang Anggang dengan nilai sekitar Rp4,9 miliar.

“Seluruh paket pekerjaan saat ini telah memasuki tahap kontrak. Kegiatan pengukuran bersama telah selesai dilakukan dan dilanjutkan dengan rapat MC-0 untuk mengetahui kondisi awal pekerjaan,” ucapnya.

Adi memastikan, pelaksanaan fisik di lapangan ditargetkan mulai pada minggu kedua Mei 2026, dengan masa kontrak pekerjaan jalan berlangsung dari 2 April hingga 29 Agustus 2026. Sementara khusus pembangunan jembatan ditargetkan selesai dalam waktu tujuh bulan kalender atau hingga Oktober 2026.

“Kami optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu, meski dihadapkan pada tantangan kenaikan harga bahan material akibat fluktuasi harga BBM. Namun, sesuai ketentuan, penyesuaian anggaran tidak dapat dilakukan kecuali ada kebijakan dari pemerintah pusat,” pungkasnya.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA