Semangat Kartini, PKK Sungai Ulin Kuatkan Peran Perempuan Terinspirasi Wali Kota Lisa

waktu baca 2 menit
Selasa, 21 Apr 2026 07:17 164 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara, menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara pertama dalam Lomba Kelurahan Tingkat Kota Banjarbaru 2026. Capaian ini mengantarkan Sungai Ulin melaju ke tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Keberhasilan tersebut lahir dari kerja kolektif yang terbangun kuat antara aparatur kelurahan, lembaga kemasyarakatan, dan partisipasi aktif warga. Lurah Sungai Ulin, Guntur Adi Prasetyo, menegaskan bahwa capaian ini buah dari konsistensi dalam menghadirkan program yang berdampak nyata.

“Capaian ini adalah hasil kerja kolektif seluruh elemen di Kelurahan Sungai Ulin. Kami tidak hanya mengejar nilai lomba, tetapi memastikan setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Guntur, penilaian lomba dilakukan secara komprehensif dengan mencakup berbagai aspek utama. “Penilaian lomba mencakup aspek pemerintahan, kemasyarakatan, dan kewilayahan. Karena itu, kami membangun sinergi agar semua indikator berjalan seimbang dan berkelanjutan,” katanya.

Di balik keberhasilan tersebut, peran Tim Penggerak PKK Kelurahan Sungai Ulin menjadi salah satu penguat utama. Kader PKK secara aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Momentum Peringatan Hari Kartini pada 21 April 2026 semakin menguatkan semangat tersebut. Ketua PKK Kelurahan Sungai Ulin, Methafiani Tri Rezeki Farikhah, menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam pembangunan berbasis keluarga.

“Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki peran penting dalam keluarga dan masyarakat. Dari rumah tangga yang kuat, lahir masyarakat yang tangguh,” ujarnya.

Ia menambahkan, kontribusi perempuan di Sungai Ulin terus tumbuh melalui berbagai kegiatan nyata. “Ibu-ibu PKK di Sungai Ulin terus bergerak melalui kegiatan sosial, pendidikan keluarga, dan pemberdayaan ekonomi sebagai bentuk nyata kontribusi perempuan,” katanya.

Methafiani juga mendorong perempuan untuk terus berkembang di tengah perubahan zaman. “Teruslah belajar, percaya diri, dan berani berkarya. Perempuan harus mampu menjaga nilai budaya sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman,” tuturnya.

Di tingkat kota, semangat kesetaraan itu menemukan bentuk paling nyata melalui kepemimpinan wali kota perempuan pertama Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby. Bagi Banjarbaru, kehadiran Wali Kota Lisa adalah penegasan bahwa kepemimpinan perempuan mampu menghadirkan arah, keberanian, dan sensitivitas dalam pembangunan.

Di bawah kepemimpinannya, ruang partisipasi perempuan dinilai semakin terbuka, tidak hanya dalam ranah sosial, tetapi juga pada pengambilan keputusan dan inovasi pembangunan daerah. Figur ini menjadi rujukan sekaligus energi baru bagi perempuan di Banjarbaru untuk tampil, berkontribusi, dan memimpin.

“Kami merasa beruntung memiliki sosok wali kota perempuan seperti Ibu Lisa yang menjadi inspirasi. Ini membuktikan bahwa perempuan mampu memimpin dan membawa perubahan,” ujar Methafiani.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA