“Alhamdulillah, Terima Kasih Ibu Wali Kota” , Suara Warga Warnai Pembukaan Pasar Murah
waktu baca 2 menit
Jumat, 20 Feb 2026 00:49 337 Banjarbaru Emas 2
Foto : Wali Kota Banjarbaru Hj, Erna Lisa Halaby mempercepat pembukaan Pasar Murah Bersubsidi Ramadhan 1447 H di halaman Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarbaru, Kamis, setelah melihat antrean warga yang telah memadati lokasi sejak dua jam sebelum acara dimulai.
BANJARBARUEMAS.COM – Suasana halaman Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarbaru, Kamis sore, sudah padat bahkan sebelum jarum jam menunjuk pukul 16.30 Wita. Ratusan warga, didominasi ibu-ibu dan remaja putri, berdiri tertib dalam antrean panjang. Sebagian menenteng tas belanja, sebagian lain menggenggam kupon. Mereka datang dua hingga dua setengah jam lebih awal, menanti dibukanya Pasar Murah Bersubsidi Pemerintah Kota Banjarbaru pada 1 Ramadhan 1447 H / 2026 M.
Ketika mobil dinas berhenti, perhatian warga seketika tertuju pada sosok yang turun lebih dulu menyapa antrean. Erna Lisa Halaby tak langsung menuju kursi tamu undangan. Ia berjalan mendekat ke barisan warga, menyalami satu per satu, menanyakan kabar, dan sesekali tersenyum menenangkan mereka yang khawatir kehabisan bahan pokok.
Melihat membludaknya pengunjung, Lisa mengambil keputusan cepat. Rangkaian seremoni yang sedianya berlangsung lebih panjang dipersingkat. “Kita buka saja sekarang, kasihan warga sudah lama mengantre untuk kebutuhan berbuka,” ujarnya singkat, sebelum secara resmi membuka pasar murah tanpa pidato bertele-tele.
Langkah cepat itu disambut tepuk tangan. Di tengah kerumunan, Lisa kemudian membagikan ratusan bungkus bawang merah dan bawang putih secara gratis. Ia menyerahkan langsung paket-paket tersebut ke tangan warga. “Alhamdulillah, tadi ada ratusan bungkus bawang merah dan bawang putih yang kita bagikan gratis untuk masyarakat yang datang,” katanya.
Bagi warga, pembagian itu bukan semata soal nilai ekonomis, melainkan perhatian. Asry (43), salah seorang pengunjung, mengaku terharu. “Terima kasih Ibu Wali Kota, bawang gratisnya sangat membantu. Harga di luar masih tinggi. Harapannya pasar murah ini terus ada,” ucapnya, sembari menunjukkan dua bungkus bawang yang baru diterima.
Pasar Murah Bersubsidi ini digelar mulai 1 Ramadhan dan berlanjut pada 23–26 Februari 2026 di lima kecamatan se-Kota Banjarbaru. Komoditas yang disubsidi antara lain beras premium 5 kilogram seharga Rp51.000, minyak goreng 2 liter Rp28.000, gula pasir 2 kilogram Rp25.000, serta telur ayam ras 2 kilogram (1 rak) Rp52.000, harga yang berada di bawah pasaran.
Antusiasme warga menjadi penanda bahwa intervensi harga masih relevan. Dalam konteks pengendalian inflasi daerah, pasar murah bukan hanya instrumen ekonomi, tetapi juga jembatan kepercayaan antara pemerintah, distributor, dan pelaku usaha. Sinergi itu diharapkan menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan kota.
Di penghujung kegiatan, antrean masih mengular, namun wajah-wajah yang tadinya tegang berubah lebih ringan. Ramadhan baru saja dimulai, dan bagi banyak keluarga, kepastian harga serta sejumput bawang gratis dari tangan wali kota menjadi simbol bahwa pemerintah hadir di saat kebutuhan meningkat.
“Yang penting warga bisa menjalankan ibadah dengan tenang,” ujar Lisa, sebelum kembali menyusuri barisan, memastikan semuanya terlayani.(be)
Tidak ada komentar