BANJARBARUEMAS.COM — Menyambut momentum Malam Senin 5 Rajab 1447 Hijriah dan pelaksanaan Haul Guru Sekumpul (KH Muhammad Zaini Abdul Ghani) di Martapura, Kabupaten Banjar, Pemerintah Kota Banjarbaru menunjukkan kesiapsiagaan menyeluruh. Sebagai kota transit utama bagi ribuan jemaah dari berbagai daerah, Banjarbaru menyiapkan fasilitas publik sekaligus menggerakkan partisipasi warga demi memastikan perjalanan ibadah berlangsung aman, nyaman, dan tertib.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menyiapkan 12 sekolah untuk difungsikan sebagai rest area dan penginapan gratis bagi jemaah yang melintas dan singgah sebelum melanjutkan perjalanan menuju Sekumpul. Kebijakan ini diambil untuk mengurai kepadatan jalur, sekaligus memberi ruang istirahat yang layak bagi jemaah, terutama mereka yang menempuh perjalanan jauh.
Sekolah yang disiapkan antara lain SDN 1 Sungai Besar, SDN 2 Mentaos, SDN 5 Sungai Ulin, SDN 1 Sungai Ulin, SDN 3 Cempaka, SDN 2 Komet, SMPN 2 Banjarbaru, SMPN 14 Banjarbaru, SD/SMP IT Robbani, SDN 3 Komet, serta SD IT Qardhan Hasanah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Drs. Abdul Basid, menjelaskan bahwa ruang kelas yang tidak digunakan serta aula sekolah akan dimanfaatkan sebagai tempat menginap sementara.
“Utamanya di ruang kelas yang kebetulan tidak dipakai. Selain itu, ada juga satuan pendidikan yang memiliki aula atau gedung pertemuan sendiri, termasuk ruang lain yang memungkinkan secara fungsi digunakan sebagai tempat menginap,” ujarnya, Senin (22/12/2025).
Ia menegaskan, pemanfaatan sekolah tidak mengganggu proses belajar mengajar karena bertepatan dengan libur semester ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Bahkan, kata dia, komite sekolah dan orang tua murid ikut terlibat menyediakan konsumsi bagi jemaah.
“Anak-anak libur. Satuan pendidikan, komite, dan orang tua murid berinisiatif mendukung kebutuhan jemaah. Bersama warga sekitar, mereka menyiapkan posko rest area, termasuk makanan dan minuman,” kata Abdul Basid.
Kesiapan pemerintah kota ini menemukan gaungnya di tingkat warga. Di RW 07 Jalan Kasturi 1, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, semangat gotong royong tumbuh nyata. Meski diguyur hujan deras, Minggu (21/12/2025), warga tetap bergotong royong menyiapkan posko singgah jemaah di salah satu jalur alternatif menuju Sekumpul.
Kegiatan tersebut melibatkan seluruh ketua RT se-RW 07, yakni Ketua RT 31 Haries Murdy, Ketua RT 32 Dedy Iskandar, Ketua RT 33 Yoni Setiawan, Ketua RT 34 M. Hasanudin, dan Ketua RT 35 Munasir, serta dipimpin langsung oleh Ketua RW 07, Suyono. Warga membersihkan lingkungan, menata area istirahat, dan menyiapkan fasilitas sederhana bagi jemaah yang melintas.
“Meski hujan deras, warga tetap bersemangat. Ini bentuk kepedulian kami untuk membantu jemaah yang menuju Sekumpul, khususnya yang melintas di Jalan Kasturi 1,” ujar Suyono.
Jalan Kasturi 1 dikenal sebagai salah satu jalur alternatif strategis, terutama bagi jemaah pengguna kendaraan roda dua. Arus jemaah diperkirakan meningkat menjelang puncak haul pada 28 Desember 2025. Posko warga RW 07 direncanakan mulai beroperasi penuh pada hari pelaksanaan puncak tersebut.
Di tingkat kebijakan dan koordinasi, Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby terlibat langsung memastikan kesiapan kota. Wali Kota Lisa meninjau sejumlah lokasi parkir jemaah serta kondisi jalan yang memerlukan perbaikan, di antaranya Jalan Bumi Berkat 5, guna memastikan akses jemaah aman dan lancar.
Selain itu, Pemerintah Kota Banjarbaru di bawah kepemimpinannya menyiapkan videotron di titik-titik strategis, lapangan untuk pelaksanaan salat, serta penginapan gratis di sekolah-sekolah yang tengah libur. Wali Kota Lisa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk masyarakat dan pemilik lahan yang membantu penyediaan area parkir.
Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby juga memantapkan salah satu rencana penting lainnya, yakni penyesuaian tata letak (layout) Lapangan dr. Murdjani yang akan digunakan sebagai shaf jemaah serta fasilitas pendukung ibadah.
“Tentunya untuk layout yang disampaikan sebelumnya itu sudah berizin dengan Tim Induk, karena yang tadinya Lapangan dr. Murdjani dipakai sebagai lahan parkir, kini digunakan untuk shaf jemaah untuk salat,” ujar Wali Kota Lisa Halaby.
Adapun untuk kebutuhan parkir jemaah, Pemerintah Kota Banjarbaru telah menyiapkan skema pengalihan ke sejumlah titik alternatif di sekitar kawasan tersebut.
“Sedangkan lahan parkir sudah disiapkan dan sudah kita koordinasikan kantong-kantong parkir di sekitar kantor-kantor SKPD yang berada dekat dengan Lapangan dr. Murdjani,” katanya.
Dari kebijakan membuka sekolah, peninjauan langsung lapangan oleh kepala daerah, pengaturan ruang ibadah, hingga gotong royong warga di jalur-jalur alternatif, kesiapan Banjarbaru menyambut Haul Guru Sekumpul 2025 memperlihatkan satu hal penting: pelayanan publik, kepemimpinan, dan solidaritas sosial berjalan beriringan, menghadirkan wajah kota yang ramah dan aman bagi para jemaah.(be)
334
Tidak ada komentar