BANJARBARUEMAS.COM — Semangat gotong royong warga kembali terasa hangat di Kelurahan Mentaos, Kota Banjarbaru, Rabu (18/3/2026). Melalui Penyerahan Bantuan Sosial Yayasan Mentaos Peduli (YMP) Ramadan 1447 H/2026 M dan realisasi Program MERINDU (Mentaos Peduli Posyandu), ratusan warga menerima paket sembako dan santunan dana dalam kegiatan rutin tahunan ke-15 yayasan tersebut.
Kegiatan yang dipusatkan di wilayah Kelurahan Mentaos itu turut dihadiri Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby. Kehadiran orang nomor satu di Banjarbaru itu menjadi penegas bahwa kolaborasi pemerintah dan masyarakat sipil terus diperkuat untuk menjaga ketahanan sosial warga, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.
Tahun ini, jumlah penerima manfaat meningkat 16,5 persen menjadi 298 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan itu, menurut panitia, terjadi karena Kelurahan Mentaos dan yayasan berperan sebagai perpanjangan tangan kebijakan Pemerintah Kota Banjarbaru untuk mengakomodasi warga yang kehilangan akses bantuan pusat.

Langkah tersebut diambil guna memastikan masyarakat yang terdampak persoalan administratif maupun perubahan regulasi tetap mendapatkan perhatian. Lurah Mentaos, Ciptadi Langkah, menegaskan bahwa kehadiran yayasan dan kelurahan menjadi solusi atas celah-celah bantuan yang belum terjangkau.
“Perubahan data dan regulasi kadang membuat sebagian warga kehilangan akses bantuan. Di sinilah kami hadir untuk memastikan tidak ada warga yang luput dari kepedulian,” ujar Ciptadi.
Ia menambahkan, koordinasi antara kelurahan, Forum RT/RW, dan Yayasan Mentaos Peduli terus diperkuat agar proses pendataan dan penyaluran bantuan semakin tepat sasaran.

Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako dan santunan dana tunai. Total dana yang terkumpul mencapai Rp59.175.001 yang berasal dari 94 donatur. Tahun ini, sinergi semakin menguat dengan bergabungnya PT Bank Syariah Indonesia sebagai mitra donatur baru yang mendukung program sosial di wilayah Banjarbaru.
Dalam sambutannya, Wali Kota Lisa menyampaikan apresiasi atas konsistensi yayasan yang telah 15 tahun menjaga tradisi berbagi di bulan suci. Bahkan, secara pribadi ia menyerahkan bantuan dana sebesar Rp20.000.000 untuk disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
“Atas nama Pemerintah Kota Banjarbaru, saya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pengurus Yayasan Mentaos Peduli atas terlaksananya penyerahan santunan ini dan terealisasinya program MERINDU. Apa yang dilakukan hari ini adalah bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan jiwa kedermawanan masih hidup subur di masyarakat,” ujarnya.
Lisa juga menekankan pentingnya peran lembaga sosial sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat jejaring keamanan sosial.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kehadiran lembaga seperti yayasan inilah yang menjadi jejaring keamanan sosial kita. Kalau saja semua kelurahan memiliki koordinasi seperti ini, Insya Allah masyarakat Banjarbaru akan berkecukupan dan sejahtera,” katanya.
Acara kemudian ditutup dengan penyerahan simbolis paket sembako kepada perwakilan warga serta kader Posyandu melalui Program MERINDU, yang difokuskan pada dukungan layanan kesehatan ibu dan anak.

Dari Forum Warga ke Yayasan Berbadan Hukum
Jejak kepedulian ini bermula pada medio 2011–2012 ketika sejumlah tokoh masyarakat Kelurahan Mentaos menggagas Forum Mentaos Peduli. Forum tersebut secara rutin membagikan sembako kepada warga kurang mampu menjelang Idulfitri hingga 2017.
Memasuki 2018, dalam musyawarah yang melibatkan Forum RT/RW dan LPM serta dipimpin lurah saat itu, forum tersebut bertransformasi menjadi yayasan berbadan hukum dengan nama Yayasan Mentaos Peduli. Kepengurusan yayasan terdiri atas unsur Forum RT/RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta staf Kelurahan Mentaos.
Sejak itu, yayasan menjalankan fungsi sosial kemasyarakatan sesuai AD/ART organisasi dan secara konsisten menyampaikan laporan keuangan serta kegiatan secara triwulanan dan tahunan kepada publik, forum RT/RW, donatur, dan pemangku kepentingan.
Transparansi tersebut menjadi fondasi kepercayaan (trust building) yang memperkuat dukungan masyarakat.
Program yang dijalankan pun berkembang, tidak hanya paket sembako Idulfitri, tetapi juga bantuan insidentil bagi warga yang tertimpa musibah seperti sakit dan kebakaran, membantu persoalan sosial yang belum terjangkau jaring pengaman sosial pemerintah, hingga berkontribusi dalam penanganan bencana di luar daerah seperti gempa di NTB, Palu, dan Donggala.
Yayasan juga terlibat dalam program KEPING BBU (Kecamatan Peduli Stunting Banjarbaru Utara) serta berbagai solusi sosial kemasyarakatan di Kelurahan Mentaos.
Dengan mengusung jargon “Mentaos berbagi tak pernah rugi melalui Mentaos Peduli”, yayasan tersebut berupaya menjaga agar semangat gotong royong tetap menjadi denyut nadi kehidupan warga.(be)