Blog

  • Pasca 100 Hari, Lisa – Wartono Jalin Silaturahmi dan Diskusi untuk Wujudkan Banjarbaru Emas

    Pasca 100 Hari, Lisa – Wartono Jalin Silaturahmi dan Diskusi untuk Wujudkan Banjarbaru Emas

    BANJARBARUEMAS.COM – Malam yang penuh keberkahan menjadi saksi eratnya tali silaturahmi antarwarga dan pemerintah Kota Banjarbaru yang dipimpin langsung Wali Kota Banjarbatu Hj Erna Lisa Halaby di Kampung Baru, Jalan Rahmat, RT 04 RW 02 Kelurahan Landasan Ulin Utara.

    Dalam suasana yang hangat Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby dan Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono beserta jajaran bertemu dengan warga Kecamatan Liang Anggang penuh kekeluargaan.

    Acara silaturahmi pasca program 100 hari Wali Kota menjadi bukti bahwa Wali Kota Banjarbaru menjadi pemimpin yang terbuka.

    Dalam sambutannya, Lisa Halaby menyatakan secara tegas meminta masyarakat untuk memberikan masukan dan kritik terhadap kinerjanya agar kedepan Banjarbaru bisa terwujud menjadi Banjarbaru Emas.

    Lisa Halaby juga menyatakan baik secara pribadi atau atas nama Wali Kota merasa sangat berbahagia dapat bersilaturahmi secara langsung dan bertatap muka dengan seluruh warga yang hadir pada kesempatan malam hari ini.

    Secara tegas pula Wali Kota perempuan pertama di Banjarbaru beserta jajaran pemerintah kota, bersama Bapak Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono, merupakan wujud nyata komitmen untuk terus menjalin kedekatan dengan masyarakat.

    Melalui kegiatan itu, Lisa tidak hanya mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah, tetapi juga membuka ruang dialog terbuka untuk saling bertukar informasi, masukan, hingga kritik yang membangun demi kemajuan Kota Banjarbaru.

    Lisa juga menyadari bahwa pembangunan kota tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan memerlukan sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, hal itu menegaskan bahwa orang nomor satu dibanjarbatu adalah pemimpin yang terbuka.

    Ekspose dan diskusi malam ini menjadi momentum penting untuk mendengarkan aspirasi dan berdiskusi mengenai berbagai perkembangan serta permasalahan yang tengah dihadapi Kota Banjarbaru.

    Lisa berharap kegiatan yang  dilaksanakan dapat menjadi momentum yang baik dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi semua masyarakat.

    Bahkan dengan kerendahah hati sebagai pemimpin Lisa senantiasa memohon bimbingan, petunjuk, serta masukan masyarakat untuk setiap langkah dan kebijakan yang diambil demi kemajuan Banjarbaru menuju Banjarbaru Emas.(be)

  • Inilah Sosok Wali Kota Perempuan Pertama di Banjarbaru yang Visioner Itu

    Inilah Sosok Wali Kota Perempuan Pertama di Banjarbaru yang Visioner Itu

    Hj Erna Lisa Halaby yang akrab disapa Lisa Halaby seorang perempuan yang memiliki latar belakang yang inspiratif dan penuh dedikasi terhadap masyarakat kini menduduki jabatan tertinggi di Banjarbaru, yaitu sebahai Wali Kota.

    Terlahir di Banjarmasin pada 11 September 1979, Lisa adalah anak kesembilan dari pasangan Abdul Aziz Halaby dan Jawiyah.

    Ia menyelesaikan pendidikan dasar di SD Teluk Dalam Banjarmasin, SMP Korpri Banjarbaru, dan SMA Muhammadiyah Martapura, sebelum meraih gelar S1 di STIPAN jurusan Manajemen pada tahun 2010.

    Lisa memulai karirnya di Pemko Banjarbaru pada tahun 2000 di era kepemimpinan Wali Kota Rudy Resnawan. Berawal sebagai staf bagian umum, ia menunjukkan dedikasi tinggi hingga diangkat sebagai CPNS pada tahun 2007 dan setahun kemudian menjadi PNS.

    Ia menjabat berbagai posisi seperti Kasi Kesos di Kelurahan Komet, Seklur di Kelurahan Loktabat Utara, dan Kasubag Kesejahteraan Masyarakat di Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kota Banjarbaru.

    Di luar karir ASN, Lisa aktif dalam kegiatan sosial melalui Yayasan Abdul Aziz Halaby yang didirikan keluarganya pada tahun 2016. “Yayasan ini bergerak di bidang kemasyarakatan, pendidikan, agama, dan sosial,” ujar Lisa kepada Banjarbaruklik.com.

    Sebagai pengawas yayasan, Lisa berkontribusi dalam mendirikan Taman Pendidikan Quran (TPQ) yang kini memiliki sekitar 570 santri dengan biaya SPP digratiskan.

    Yayasan juga mendirikan Al Halaby Islamic School pada tahun 2023, yang saat ini memiliki 100 siswa dan masih banyak peminat yang menunggu karena keterbatasan gedung.

    Lisa juga mendirikan dan memimpin Majelis Taklim Halaby, yang aktif menyelenggarakan pengajian rutin dan kegiatan sosial. Kepeduliannya terhadap pendidikan agama tidak hanya menyasar anak-anak tetapi juga orang tua yang belum bisa mengaji, memberikan ruang untuk belajar di yayasannya.

    Dengan segala pengalaman dan dedikasinya, Lisa berharap dapat berbuat lebih banyak lagi bagi masyarakat Banjarbaru melalui pencalonannya sebagai Wali Kota.

    “Saya ingin berbuat lebih banyak bagi Banjarbaru, semoga kedepan Banjarbaru lebih baik,” ujarnya penuh keyakinan.

    Sebagai informasi tambahan, Lisa Halaby, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di bagian Kesra Pemko Banjarbaru, resmi mengundurkan diri pada 10 Juni 2024.

    Berdasarkan LHKPN, Wali Kota Banjarbaru terpilih, Hj Erna Lisa Halaby ini memiliki total kekayaan Rp465 juta.

    Rincian kekayaan Lisa mencakup berbagai aset, termasuk alat transportasi berupa Suzuki Mini Bus tahun 2013 dengan nilai Rp125 juta.

    Selain itu, ia juga memiliki kas dan setara kas sebesar Rp100.373.267, serta harta lainnya senilai Rp240 juta, dalam laporan LKHPN ternya Lisa tidak memiliki laporan berupa tanah.(be)

  • Hj Erna Lisa Halaby, Kepala Daerah Pertama di Kalsel yang Berani Ekspose 100 Hari dengan “Before–After”

    Hj Erna Lisa Halaby, Kepala Daerah Pertama di Kalsel yang Berani Ekspose 100 Hari dengan “Before–After”

    BANJARBARUEMAS.COM — Tidak banyak kepala daerah berani membuat janji dalam 100 hari pertama kepemimpinannya. Namun, Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby memilih langkah berbeda. Sejak awal menjabat, ia bersama Wakil Wali Kota Wartono berkomitmen meluncurkan 21 program prioritas dan berani mengekspose hasilnya dengan dokumentasi “before–after”.

    Senin, 29 September 2025, tepat 100 hari kepemimpinan Lisa genap berjalan. Dalam kurun waktu singkat itu, publik telah melihat sejumlah program infrastruktur dan sosial bergulir. Di antaranya normalisasi drainase, perbaikan jalan lingkungan, penataan kabel semrawut di Jalan Panglima Batur dan Jalan RO Ulin, hingga program perbaikan rumah tidak layak huni bagi warga miskin serta masyarakat terdampak pembangunan.

    “Semua program sudah berjalan sesuai rencana. Kita akan publish hasilnya agar masyarakat bisa membandingkan kondisi sebelum dan sesudah. Pemerintah tidak hanya menginstruksikan, tapi hadir langsung di lapangan,” ujar Lisa.

    Langkah ini dinilai sebagai terobosan transparansi, karena publik dapat menilai dengan mata kepala sendiri. Dokumentasi before–after bukan hanya data teknis, melainkan bukti konkret bahwa janji kerja bisa diwujudkan dalam hitungan bulan.
    Untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat, Pemerintah Kota Banjarbaru akan menggelar agenda “Silaturahmi Wali Kota dan Wakil Wali Kota” di lima kecamatan. Acara akan berlangsung secara bertahap pada 3, 7, 10, 14, dan 17 Oktober 2025, setiap pukul 20.00 Wita, dengan lokasi berbeda di tiap kecamatan.

    Rangkaian silaturahmi ini diawali hari ini, Jumat (3/10/2025) di Kecamatan Liang Anggang, tepatnya di Jalan Rahmat, Kampung Baru, Landasan Ulin Utara.

    Pj Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah momentum penting bagi pemerintah kota. “Pesan yang kita ingin capai adalah memastikan capaian itu tersampaikan. Karena ini sudah tahap finalisasi, idealnya pelaksanaan benar-benar siap, tidak ada lagi perubahan,” ucapnya.

    Sebelum silaturahmi digelar, Lisa telah lebih dulu memaparkan capaian 100 hari kepada pimpinan redaksi media cetak dan wartawan di Banjarbaru. Dari pertemuan itu muncul fakta menarik: langkah Lisa adalah yang pertama kali dilakukan kepala daerah di Kalimantan Selatan.

    Biasanya, kepala daerah lebih memilih menunggu laporan tahunan atau bahkan akhir periode. Lisa justru menampilkan “rapor awal” hanya dalam 100 hari pertama, lengkap dengan bukti visual. Hal ini sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut menilai capaian pemerintah kota sejak dini.
    Keberanian Lisa mendapat apresiasi luas. Publik menilai, cara ini menunjukkan keseriusan pemerintah kota dalam membangun tradisi baru: keterbukaan dan akuntabilitas. Dokumentasi before–after bukan sekadar laporan teknis, tetapi simbol transparansi bahwa janji kerja benar-benar diwujudkan.
    Langkah yang dilakukan Lisa merupakan bentuk keberanian politik. Janji 100 hari dianggap oleh banyak kepala daerah sebagai beban, namun Lisa menjadikannya komitmen. Dengan membuka hasil kerja ke publik, ia sekaligus membangun kontrak sosial baru: pemerintah bekerja dengan target jelas, sementara masyarakat menjadi saksi sekaligus pengawas.

    Banjarbaru kini sedang menegakkan tradisi baru: pemerintahan yang transparan, berani dipertanggungjawabkan, dan tumbuh dari kepercayaan warganya. Dengan keberanian membuka rapor 100 hari, Wali Kota Lisa telah mengirim pesan jelas bahwa Banjarbaru bergerak menuju masa depan yang lebih elok, maju, adil, dan sejahtera—dengan kepemimpinan yang bisa dipercaya.(be)

  • Jejak 100 Hari Pemerintahan Walikota Hj Erna Lisa Halaby

    Jejak 100 Hari Pemerintahan Walikota Hj Erna Lisa Halaby

    BANJARBARUEMAS.COM – Seratus hari pertama pemerintahan Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby bersama Wakil Wali Kota Wartono bukan sekadar hitungan waktu, melainkan penanda arah baru bagi Banjarbaru. Dilantik pada 21 Juni 2025, kepemimpinan Lisa–Wartono hadir dengan janji nyata: membuktikan bahwa 100 hari merupakankerja konkret yang menjawab persoalan mendasar kota.

    Pada 29 September 2025 lalu, Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby telah genap 100 hari memimpin Banjarbaru. Apa saja kebijakan, kegiatan, dan capaian yang telah dilakukan? Dua isu utama—banjir dan kabel udara—menjadi titik tolak. Drainase diperbaiki, sungai dinormalisasi, dan gerakan warga digerakkan untuk menjaga lingkungan. Kabel udara yang semrawut mulai ditertibkan, menuju wajah kota yang lebih rapi dan modern.

    Di luar itu, puluhan program lain lahir: layanan kesehatan ibu dan anak diperkuat, rumah warga miskin dibedah, pasar murah digelar, UMKM didorong tampil, hingga pendidikan dan budaya dijaga.

    Salah satu jejak kuat kepemimpinannya adalah respon cepat terhadap warga yang mengalami musibah dan kesusahan. Dalam beberapa peristiwa, Wali Kota Lisa bahkan bergerak lebih cepat daripada dinas teknis terkait. Dari sinilah muncul pesan kuat tentang sosok perempuan pemimpin: tegas, melayani, dan mengayomi warganya.

    Lini masa berikut mencatat jejak 100 hari yang penuh warna, merekam bagaimana Banjarbaru bergerak dari janji menuju bukti. Sebuah pijakan awal menuju cita-cita besar: menjadikan Banjarbaru Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera (EMAS).

    Lini Masa

    21 Juni 2025
    Hj. Erna Lisa Halaby dan Wartono resmi dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru periode 2025–2030. Prosesi diwarnai dengan pengucapan sumpah jabatan, pemasangan tanda jabatan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, penandatanganan fakta integritas, serta serah terima jabatan dari Pj. Wali Kota Subhan Nor Yaumil.

    Dalam pidato perdananya, Lisa menegaskan program 100 hari kerja dengan fokus pada mitigasi banjir dan penataan kabel listrik maupun telepon. “Mitigasi banjir menjadi salah satu fokus program 100 hari. Langkah awal berupa normalisasi dan pengerukan sungai agar banjir tidak lagi menjadi ancaman,” ucapnya. Ia juga menekankan penataan kabel sebagai bagian dari wajah peradaban kota.

    22–26 Juni 2025
    Beberapa hari setelah dilantik, Lisa mengikuti retreat kepala daerah gelombang kedua di IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Kegiatan Kementerian Dalam Negeri ini menjadi wadah konsolidasi awal dan pembekalan bagi kepala daerah baru.

    28 Juni 2025
    Usai kegiatan di IPDN, Lisa langsung melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Ia menemui Amich Alhumami, Deputi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, untuk membangun koneksi strategis dan membuka ruang sinergi antara program pusat dengan Banjarbaru.

    30 Juni 2025
    Lisa memimpin Apel Gabungan ASN Pemkot Banjarbaru di Lapangan Dr. Murdjani. Ia menegaskan bahwa ASN adalah pelayan masyarakat dan menyoroti program prioritas seperti perbaikan rumah tidak layak huni, insentif penggali kubur, bantuan pendidikan, penguatan UMKM, layanan kesehatan, dan penanganan banjir.

    Di hari yang sama, Lisa bersama Wakil Wali Kota Wartono menyampaikan pidato perdana dalam Rapat Paripurna DPRD. Agenda rapat mencakup penyampaian Nota Pengantar Keuangan atas Raperda Perubahan APBD 2025. Lisa memaparkan empat pilar program utama:

    Banjarbaru Charity: bantuan kemanusiaan, insentif penggali kubur, perbaikan rumah tidak layak huni, perlengkapan sekolah.
    Banjarbaru Business Incubator: penguatan UMKM melalui pelatihan, pendampingan, dan sentra usaha kreatif.
    Banjarbaru Best Quality Government: peningkatan kualitas ASN, tenaga pendidik, dan layanan publik berbasis digital.
    Banjarbaru Priority Area: pembangunan Islamic Center, taman kota, drainase, dan sumur resapan di titik rawan banjir.

    Selain program jangka menengah dan panjang, Lisa juga menekankan 21 program prioritas 100 hari, seperti normalisasi sungai, pembaruan data penerima bansos, peningkatan sanitasi sekolah, penertiban kabel semrawut, pembenahan penerangan jalan, hingga penanganan bangunan tak berizin.

    1 Juli 2025
    Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, menghadiri Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Lapangan Polda Kalimantan Selatan. Upacara berlangsung khidmat sebagai penghormatan terhadap peran Polri menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
    Di hari yang sama, Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar Rapat Koordinasi SKPD perdana pasca-pelantikan kepala daerah. Wali Kota Lisa memaparkan rencana aksi 100 hari kerja, menekankan pentingnya sinergi antar-perangkat daerah demi percepatan program pembangunan.

    3 Juli 2025
    Wali Kota meninjau Pasar Murah Mandiri di Jalan Sukarelawan, Loktabat Utara. Agenda ini merupakan kolaborasi APM Banjarbaru, Bank BTN, Bulog, distributor sembako, dan UMKM. Lisa menyebut kegiatan tersebut sebagai solusi konkret membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga pangan. Ia juga memastikan Pemkot akan menggelar pasar murah bersubsidi di 20 kelurahan.
    Pada hari yang sama, Lisa menghadiri peresmian Gedung Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan.

    4 Juli 2025
    Wali Kota bersama Ketua TP PKK Banjarbaru meninjau Kelas Ibu Balita di Posyandu Dahlia Almansyur, Kelurahan Kemuning. Program ini menjadi bagian dari 100 hari kerja dengan fokus pada edukasi gizi dan tumbuh kembang anak. Lisa menekankan pentingnya peran ibu sebagai pilar keluarga sehat.

    5 Juli 2025
    Pengukuhan Ketua dan Pengurus TP PKK Kota Banjarbaru masa bakti 2025–2030 digelar di Aula Gawi Sabarataan. Wali Kota menegaskan peran strategis PKK sebagai mitra pemerintah dalam membangun keluarga sejahtera serta mendukung visi Banjarbaru Emas.

    6 Juli 2025
    Dalam rangka 10 Muharram 1447 H, Wali Kota menghadiri silaturahmi bersama 70 Majelis Taklim dan memberikan santunan kepada 100 anak yatim di Masjid At-Taqwa, Landasan Ulin. Lisa menyerukan ukhuwah islamiah dan kepedulian sosial.
    Di hari yang sama, ia melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Ulin Raya, pangkalan gas, dan drainase kota. Langkah ini dilakukan tanpa seremoni untuk mencatat langsung persoalan di lapangan.

    7 Juli 2025
    Pemkot Banjarbaru menggelar Rapat Finalisasi Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, dan Kerangka Keuangan RPJMD 2025–2029 bersama akademisi UGM. Lisa menegaskan RPJMD harus berbasis data, partisipatif, dan menjadi pondasi pembangunan berkelanjutan.

    8 Juli 2025
    Pemerintah Kota menggelar Perayaan Hari Anak Yatim se-Kota Banjarbaru di Landasan Ulin Timur. Sebanyak 435 anak menerima bantuan perlengkapan sekolah, alat salat, dan santunan. Total donasi lebih dari Rp100 juta.
    Di hari yang sama, DPRD Banjarbaru menggelar paripurna dengan agenda pandangan umum fraksi atas Raperda Perubahan APBD 2025, pengambilan keputusan APBD 2024, dan tiga Raperda inisiatif. Lisa hadir langsung, menegaskan sinergi eksekutif-legislatif, serta menyoroti tingginya harga gas elpiji 3 kg setelah melakukan sidak lapangan.

    10 Juli 2025
    Lisa menerima audiensi BPS Banjarbaru terkait data kemiskinan. Pemkot berencana membuat pemetaan berbasis NIK hingga tingkat RT untuk memastikan intervensi tepat sasaran.
    Pada hari yang sama, Forum Konsultasi Publik RPJMD 2025–2029 digelar di Aula Gawi Sabarataan. Lisa menyoroti tantangan utama: infrastruktur, angka putus sekolah, kemiskinan, pengangguran, serta daya saing UMKM.
    Di sela kegiatan, Lisa menegaskan prioritas anggaran untuk masyarakat dengan menunda renovasi rumah dinas wali kota.

    11 Juli 2025
    Gerakan penanaman pohon bersama digelar di Taman Kehati, Bangkal, dengan dukungan pemerintah, masyarakat, BUMN, dan BUMD. Lisa memperkenalkan taman seluas 17,92 hektare itu sebagai kawasan konservasi dan edukasi lingkungan.
    Hari yang sama, ia menerima Dimas Budiman, siswa SMAN 4 Banjarbaru yang terpilih sebagai anggota Paskibraka Nasional 2025. Lisa menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang membawa nama Banjarbaru ke tingkat nasional.

    12 Juli 2025
    Pemkot mencanangkan Gerakan Masyarakat Babarasih Baimbai Banjarbaru Emas (GERMAS RAMBAI EMAS) di Kelurahan Syamsudin Noor. Kegiatan gotong royong ini menekankan pencegahan banjir dan penyakit menular. Lisa turun langsung meninjau lapangan.

    14 Juli 2025
    Pasar Murah Bersubsidi dibuka di Lapangan dr. Murdjani, menjadi bagian dari 100 hari kerja sekaligus menyambut HUT RI ke-80. Pasar akan digelar di 20 kelurahan dengan harga sembako disubsidi.
    Di DPRD Banjarbaru, Lisa menghadiri paripurna penyampaian Rancangan Awal RPJMD 2025–2029, KUA-PPAS 2026, dan pengesahan tiga Raperda. Target pembangunan diarahkan pada pertumbuhan ekonomi 6,6–7,5% serta penurunan kemiskinan.

    16 Juli 2025
    Dua tenant baru resmi beroperasi di Mal Pelayanan Publik Banjarbaru: Imigrasi dan BSPJI Kementerian Perindustrian. Lisa menyebut langkah ini sebagai peningkatan layanan publik.
    Hari yang sama, ia melantik pengurus Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) periode 2025–2030, menghadiri HUT ke-26 PP Polri, serta meluncurkan kampanye pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Data mencatat 56 kasus kekerasan hingga Juni 2025.
    Selain itu, Lisa menghadiri penyerahan bantuan TJSL PLN untuk UMKM Eco Pine Borneo, yang mengolah limbah daun nanas menjadi serat bernilai ekonomi.

    18 Juli 2025
    Wali Kota menerima audiensi pengurus Pawadahan Nanang Galuh Banjarbaru (PNGB) 2025/2026. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam pemilihan duta daerah sebagai representasi generasi muda Banjarbaru.

    19 Juli 2025
    Kemah Wisata 2025 dibuka di Kebun Raya Banua. Lisa menilai kegiatan ini sebagai sarana silaturahmi, pembentukan karakter, dan peningkatan kapasitas pengelola wisata.

    21 Juli 2025
    Pemkot Banjarbaru mengikuti peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara serentak oleh Presiden RI dalam rangka Hari Koperasi Nasional ke-78. Lisa menyerahkan SK pendirian badan hukum Koperasi Merah Putih kepada 20 kelurahan di Banjarbaru.

    22 Juli 2025
    Pemkot Banjarbaru menyalurkan insentif untuk pendidik, tenaga kependidikan, marbot masjid dan musala, serta penjaga rumah ibadah lainnya di Aula Bina Satria. Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby hadir langsung menyerahkan insentif dan menegaskan pentingnya peran guru dan penjaga rumah ibadah dalam membangun pondasi moral dan spiritual masyarakat. Saat ini insentif diberikan kepada 133 masjid, 150 musala, serta rumah ibadah lain, meski masih ada 560 penerima yang belum tercakup. Lisa mendorong mekanisme pencairan dipermudah agar insentif tidak lagi menunggu tiga bulan.

    Di hari yang sama, Lisa menghadiri pemusnahan barang bukti narkotika di Aula Joglo Polresta Banjarbaru. Sebanyak 22,6 kg sabu dan 49 butir ekstasi dari 13 laporan polisi dan 19 tersangka dimusnahkan. Lisa menyebut kegiatan ini bukti keseriusan aparat dalam memberantas narkoba.

    Masih pada 22 Juli, Pemkot Banjarbaru menggelar acara pisah sambut Dandim 1006/Banjar di Aula Gawi Sabarataan. Pergantian dilakukan dari Letkol Kav. Zulkifer Sembiring kepada Letkol Inf. Bambang Prasetyo Prabujaya. Lisa berharap sinergi Forkopimda semakin erat dengan kepemimpinan baru.

    23 Juli 2025
    Lisa menerima penghargaan dari Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia pada PGM Award 2025 di Auditorium H. M. Rasjidi, Kemenag RI, Jakarta. Banjarbaru diapresiasi atas konsistensi memberi insentif dan dukungan pengembangan kapasitas guru madrasah. Lisa menyebut penghargaan ini sebagai penyemangat memperkuat pendidikan keagamaan.

    27 Juli 2025
    Di Lapangan Murjani, Lisa memberi pesan positif kepada calon paskibraka (Capaska) Kota Banjarbaru 2025. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan, cinta tanah air, dan kebanggaan membawa nama Banjarbaru di momentum HUT RI ke-80.

    28 Juli 2025
    Lisa menerima audiensi Tim Penilai Internal (TPI) terkait pembangunan Zona Integritas di lingkungan Pemkot Banjarbaru. Ia menegaskan komitmen membangun pemerintahan yang bersih.
    Hari yang sama, Lisa juga menerima audiensi Lapas Kelas IIB Banjarbaru yang memperkenalkan program kerja. Selain itu, ia menghadiri Rapat Koordinasi TPK2D Provinsi Kalsel dan Kota Banjarbaru terkait penyesuaian data Indeks Kualitas Keluarga (IKK) serta menandatangani komitmen program peningkatan kualitas keluarga di Kelurahan Landasan Ulin Selatan.

    29 Juli 2025
    Lisa membuka kegiatan Farm Field Day di Kelurahan Guntung Manggis. Acara dirangkai dengan pemberian penghargaan insan pertanian berprestasi dan bantuan bibit untuk kelompok wanita tani. Lisa menekankan pentingnya optimalisasi lahan untuk menjaga ketahanan pangan dan menekan inflasi.
    Masih di hari yang sama, ia membuka Rapat Koordinasi TPK2D Provinsi Kalsel dan Kota Banjarbaru di Aula Gawi Sabarataan, menekankan inklusivitas keluarga, kesetaraan gender, serta perlindungan anak dalam kebijakan pembangunan keluarga. Kelurahan Landasan Ulin Selatan ditetapkan sebagai pilot project 2025.

    30 Juli 2025
    Kelurahan Mentaos ditetapkan sebagai Kelurahan Bebas Maladministrasi pertama di Indonesia. Acara ini dirangkai dengan pencanangan Zona Integritas di Diskopumnaker, Kelurahan Guntung Manggis, Sungai Besar, dan Mentaos. Lisa menyebut langkah ini bagian dari visi Banjarbaru EMAS.
    Di hari yang sama, Lisa dan Wakil Wali Kota Wartono menyerahkan bantuan rehabilitasi rumah tak layak huni (RTLH) di Kecamatan Cempaka dan Sungai Tiung. Sebanyak 12 rumah menerima bantuan Rp25 juta per unit. Program ini ditargetkan rampung cepat sebagai bagian dari 100 hari kerja.

    31 Juli 2025
    Lisa dan Wartono kembali menyerahkan bantuan rehabilitasi RTLH kepada 15 penerima dari empat kecamatan di Aula Kecamatan Landasan Ulin. Tiga penerima di antaranya masuk kategori risiko stunting, sehingga bantuan hunian ini juga ditujukan memperbaiki kualitas kesehatan keluarga.
    Hari yang sama, DPRD dan Pemkot Banjarbaru menggelar paripurna dengan dua agenda penting: persetujuan perubahan APBD 2025 dan penandatanganan nota kesepakatan awal RPJMD 2025–2029. Lisa menegaskan bahwa perubahan APBD adalah hasil pembahasan akuntabel bersama legislatif, sementara RPJMD menjadi pedoman pembangunan lima tahun dengan visi, misi, tujuan, dan sasaran yang jelas.

    2 Agustus 2025
    Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah bagi anak yatim, penyandang disabilitas, dan anak dari keluarga kurang mampu di Kelurahan Cempaka. Didampingi anggota DPRD, Emi Lasari, kegiatan ini sekaligus menjadi ajang evaluasi lapangan terkait layanan pendidikan, kesehatan, dan sosial.
    “Dengan turun langsung, saya bisa melihat kondisi mereka dan memastikan bantuan yang benar-benar dibutuhkan,” ujar Lisa.

    4 Agustus 2025
    Lisa memimpin Upacara Bendera di SMP Negeri 1 Banjarbaru. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa upacara bukan sekadar rutinitas, tetapi wujud syukur dan penghormatan kepada para pahlawan.
    Di hari yang sama, Pemkot Banjarbaru menggelar Rapat Koordinasi SKPD di Aula Gawi Sabarataan. Wali Kota menekankan efisiensi anggaran sekaligus mendorong inovasi program.

    5 Agustus 2025
    Lisa memimpin Apel Siaga Bencana di Lapangan dr. Murdjani, menegaskan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
    Masih di hari yang sama, digelar Ekspose Laporan Akhir Kajian Tatanan Transportasi Lokal (Tatralok) serta Rencana Induk Transportasi 2025–2045 di Hotel Aeris, sebagai langkah strategis Banjarbaru sebagai penyangga IKN.
    Wali Kota juga membuka Farm Field Day cabai dan jagung di Kecamatan Landasan Ulin Utara, sekaligus memanen hasil pertanian bersama petani.
    Selain itu, diserahkan bantuan bagi korban kebakaran rumah di Kelurahan Landasan Ulin Selatan, serta dilakukan silaturahmi dengan BAZNAS Banjarbaru terkait program ZIS.

    6 Agustus 2025
    Pemkot Banjarbaru menggelar Rakor Forkopimda pertama pasca pelantikan kepala daerah di Hotel Novotel. Lisa menekankan pentingnya sinergi menjaga stabilitas wilayah dan kewaspadaan nasional.

    8 Agustus 2025
    Wali Kota menerima audiensi Diskopumnaker membahas pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh kelurahan. Pada hari yang sama, disalurkan bantuan sembako bagi 435 keluarga penerima manfaat di Landasan Ulin Tengah, dalam rangka HUT RI ke-80 sekaligus program 100 hari kerja.
    Malam harinya, Forum Diskusi Budaya Kota Banjarbaru perdana digelar di Mess L dengan tema seni Galugung. Lisa menyatakan dukungannya bagi penggiat seni dan berencana menjadikan Mess L sebagai pusat seni kota.

    10 Agustus 2025
    Lisa dan Ketua TP PKK Banjarbaru dikukuhkan sebagai Ayah Bunda Genre oleh BKKBN Kalsel. Ia juga menghadiri pembukaan Kalsel Expo 2025 di kawasan perkantoran gubernur.

    11 Agustus 2025
    Wali Kota membuka Kejuaraan Olahraga Antar Pelajar SMP di Kolam Renang Idaman, menekankan pentingnya sportivitas. Ia juga membuka Rakor Kepala Sekolah se-Kota Banjarbaru, menyerahkan bantuan pendidikan, dan menghadiri Loktabat Utara Bersholawat bersama Habib Ali Zainal Abidin.

    12 Agustus 2025
    Lisa meninjau progres pembangunan Jembatan Sungai Ulin, meminta percepatan pekerjaan dengan tetap memperhatikan dampak sosial.

    13 Agustus 2025
    Dalam Rakor Camat dan Lurah se-Banjarbaru di Sungai Tiung, Lisa membahas distribusi LPG subsidi, pencanangan kelurahan bebas maladministrasi, serta sinkronisasi program Banjarbaru Emas. Hari itu juga, ia menerima silaturahmi dari BKMT Banjarbaru.

    14 Agustus 2025
    Lisa menghadiri peringatan Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan di Kantor Gubernur, bersama seluruh kepala daerah se-Kalsel.

    15 Agustus 2025
    RSD Idaman Banjarbaru meresmikan Mobil Donor Darah dan layanan ESWL. Lisa menegaskan pentingnya inovasi layanan kesehatan dan peran Forum Konsultasi Publik untuk meningkatkan mutu pelayanan.

    17 Agustus 2025
    Peringatan HUT ke-80 RI di Banjarbaru berlangsung khidmat. Lisa bertindak sebagai Inspektur Upacara di Lapangan dr. Murdjani. Ia bersama Wakil Wali Kota Wartono membagikan ribuan bendera merah putih di Tugu Nol Kilometer.
    Malamnya, resepsi kenegaraan “Gebyar Kemerdekaan” digelar, sekaligus penyerahan penghargaan bagi Paskibraka dan para pemenang lomba. Lisa juga menghadiri ramah tamah dengan veteran dan janda veteran.

    21 Agustus 2025
    Lisa bersama Ketua TP PKK memimpin panen raya melon di Sungai Abit, Cempaka. Ia menyampaikan apresiasi dan komitmen pemerintah untuk terus mendukung petani.

    22 Agustus 2025
    Wali Kota membuka Festival Seni Pawai Budaya Banjarbaru 2025 bertema “Menyatukan Seni, Menguatkan Budaya, Menyongsong Banjarbaru Emas” di Lapangan dr. Murdjani.

    23 Agustus 2025
    Ribuan bikers menghadiri Jambore Nasional XVIII Yamaha RX-King Indonesia di Banjarbaru. Konvoi dimulai dari Lapangan dr. Murdjani dipimpin langsung oleh Lisa bersama Ketua TP PKK.

    24 Agustus 2025
    Lisa ikut Jalan Sehat Susur Sungai Kemuning di Guntung Paikat. Warga diajak peduli lingkungan dengan memungut sampah sepanjang rute. Hadiah utama berupa kambing hingga perlengkapan rumah tangga menambah semarak acara.

    25 Agustus 2025
    Lisa menghadiri Rakor lintas sektor bersama Kementerian ATR/BPN di Jakarta, membahas Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan Aerocity Banjarbaru seluas 7.216 hektare.

    27 Agustus 2025
    Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, menghadiri puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Banjar ke-75 di RTH Ratu Zalecha Martapura. Dengan mengusung tema “Banjar Rakat, Hidup Barakat”, perayaan ini menjadi momentum refleksi kebersamaan dan sinergi lintas daerah.
    Di hari yang sama, Wali Kota menerima silaturahmi dari Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome Kalimantan Selatan. Pertemuan ini berlangsung hangat, diisi dengan diskusi dan berbagi pengalaman dalam merawat serta mendampingi anak-anak dengan Down Syndrome. Lisa menekankan komitmen Pemkot Banjarbaru untuk memperkuat layanan pendidikan, kesehatan, dan sosial yang inklusif serta penuh kasih.

    28 Agustus 2025
    Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Sosialisasi dan Penandatanganan Komitmen Bersama Kepala Daerah se-Kalsel tentang pembangunan dan penerapan Manajemen Talenta. Bertempat di Gedung DR. K.H. Idham Chalid, Banjarbaru, kegiatan ini menandai upaya strategis penguatan kualitas sumber daya manusia aparatur. Lisa menandatangani komitmen tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap tata kelola SDM daerah yang lebih modern dan kompetitif.

    30 Agustus 2025
    Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Banjarbaru melaksanakan Upacara Peringatan HUT Pramuka ke-64 sekaligus Jambore Kwartir Cabang Tahun 2025 di halaman SDIT Robbani 2 Banjarbaru.
    Mengusung tema “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”, kegiatan ini diikuti seluruh Kwartir Ranting (Kwarran) se-Banjarbaru.
    Wali Kota Erna Lisa Halaby bertindak sebagai Pembina Upacara. Dalam amanatnya, ia menyampaikan harapan agar Gerakan Pramuka menjadi wadah pembentukan generasi muda yang tangguh, disiplin, berkarakter, dan mampu bekerja sama untuk membangun bangsa.
    “Hal tersebut sejalan dengan visi Banjarbaru Emas, yang salah satu misinya adalah mewujudkan sumber daya manusia berakhlak mulia dan berdaya saing,” tegas Lisa.

    1 September 2025
    Pemerintah Kota Banjarbaru menandatangani kesepakatan dengan Kejaksaan Negeri Banjarbaru terkait kerja sama penanganan masalah hukum bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Penandatanganan berlangsung di Aula Gawi Sabarataan dan dihadiri Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby serta Kajari Banjarbaru Taliwondo. Kesepakatan mencakup pendampingan hukum, baik litigasi maupun nonlitigasi, untuk meminimalisasi potensi sengketa.
    Di hari yang sama, Wali Kota juga memimpin pengambilan sumpah dan penyerahan SK bagi PNS dan PPPK Tahap II Formasi 2024. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya integritas dan profesionalisme aparatur negara.

    4 September 2025
    Wali Kota Erna Lisa Halaby memimpin penataan simbolis kabel optik udara di Jalan Panglima Batur. Langkah ini dimaksudkan untuk menciptakan tata kota yang lebih rapi, aman, dan elok dipandang.
    Malam harinya, ratusan jamaah memadati Masjid Agung Al-Munawwarah untuk melaksanakan salat gaib dan doa bersama bagi korban unjuk rasa di beberapa daerah. Wali Kota juga menyampaikan belasungkawa atas musibah kebakaran di Landasan Ulin Selatan.
    Masih di tanggal yang sama, ia bersilaturahmi dengan pengurus Forum Pedagang Kaki Lima Lapangan Murjani (FOR-KAMU) guna memperkuat sinergi pengelolaan kawasan usaha rakyat.

    8 September 2025
    Bunda PAUD Kota Banjarbaru dikukuhkan dalam rapat koordinasi Bunda PAUD se-Kalimantan Selatan di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin. Kegiatan mengusung tema “Optimalisasi Peran Bunda PAUD dalam Implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekolah.”

    9 September 2025
    Banjarbaru menjadi tuan rumah Pra-Evaluasi Implementasi SAKIP 2025 oleh Kementerian PANRB di Hotel Grand Qin. Wali Kota menegaskan komitmen peningkatan akuntabilitas kinerja pemerintahan.
    Di sela kegiatan, ia juga meninjau korban kebakaran di Guntung Manggis dan menyampaikan dukungan bagi keluarga terdampak.

    10 September 2025
    Wali Kota menghadiri upacara peringatan Hari Pramuka ke-64 tingkat Kalimantan Selatan di Tabalong.

    11 September 2025
    Gerakan Pangan Murah kembali digelar, kali ini di Kecamatan Landasan Ulin, sebagai bagian program 100 hari kerja.
    Masih di tanggal ini, PT Angkasa Pura Indonesia menyalurkan CSR Rp175 juta melalui program Airport Peduli Stunting di Puskesmas Guntung Payung.
    Sementara itu, Expo Koperasi dan UMKM Banjarbaru dibuka di Lapangan dr. Murdjani, menampilkan 14 koperasi dan 150 pelaku UMKM.

    13 September 2025
    Wali Kota mengukuhkan Bunda PAUD tingkat kecamatan dan kelurahan se-Banjarbaru, disertai pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan Landasan Ulin serta penandatanganan komitmen kerja sama lintas instansi. Ia menekankan peran Bunda PAUD, PKK, dan Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.

    14 September 2025
    Wali Kota menghadiri sosialisasi Program Bangga Kencana di Aula Gawi Sabarataan bersama anggota Komisi IX DPR RI Mariana SAB. Ia mengapresiasi dedikasi kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan keluarga.

    16 September 2025
    Peresmian Bank Sampah Induk di lima kecamatan dilaksanakan di Aula Gawi Sabarataan. Wali Kota menyerahkan sarana pendukung berupa 47 unit kendaraan roda tiga, 59 mesin potong rumput, dan 586 bak sampah ban bekas. Ia menegaskan pengelolaan sampah menjadi bagian penting dari visi “Banjarbaru Emas.”

    18 September 2025
    Wali Kota melakukan koordinasi dengan Kepala BKN di Jakarta terkait penataan kepegawaian.
    Ia juga menjenguk Muhammad Sahla Taufiq, warga Banjarbaru yang dirawat di RS Jantung Jakarta, serta mendoakan kesembuhannya.

    20 September 2025
    HAORNAS ke-24 diperingati di depan Balai Kota Banjarbaru melalui senam dan gowes bersama. Acara diikuti masyarakat, pelajar, dan ASN.
    Di hari yang sama, Pemkot melanjutkan penataan median jalan dengan penanaman bunga untuk memperindah wajah kota.

    21 September 2025
    Wali Kota menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Masjid Iqra, Kelurahan Guntung Manggis, sekaligus pengukuhan pengurus masjid.

    22 September 2025
    Erna Lisa Halaby mengikuti Rakornas Posyandu di Ancol, Jakarta. Ia juga melakukan koordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum untuk percepatan pembangunan infrastruktur Banjarbaru.

    23 September 2025
    Wali Kota bersilaturahmi dengan Menteri UMKM dan Direktur Utama Smesco untuk membicarakan sinergi penguatan usaha mikro di Banjarbaru.

    24 September 2025
    Pemkot menyerahkan perlengkapan bagi peserta didik kurang mampu, bantuan pembangunan toilet sekolah, serta membuka Festival Tunas Bahasa Ibu jenjang SD dan SMP di Aula Widyatama.
    Di hari yang sama, dilakukan perbaikan fasilitas penerangan di Terminal Banjarbaru demi kenyamanan publik.

    25 September 2025
    Gerakan Pangan Murah digelar di Gedung Bina Satria, sekaligus memperingati Hari Pangan Sedunia.
    MUI Banjarbaru menggelar Musda V bertema “Memperkokoh Peran MUI sebagai Khadimul Ummah dan Shadiqul Hukumah,” dibuka resmi oleh Wali Kota.
    Pemkot juga menandatangani komitmen penyelesaian tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan BPK Semester II 2025 di Kantor BPK Perwakilan Kalsel.

    27 September 2025
    Musyawarah Komisariat Wilayah V APEKSI Regional Kalimantan digelar di Palangka Raya. Wali Kota Banjarbaru dikukuhkan sebagai Wakil Ketua I untuk periode 2025–2028. Forum ini diharapkan memperkuat kolaborasi antar pemerintah kota se-Kalimantan menuju pembangunan berkelanjutan.

    28 September 2025
    Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby meluncurkan berbagai program strategis kesehatan di Puskesmas Rawat Inap Cempaka. Dalam acara tersebut dilakukan:

    Penyerahan ambulans untuk lima puskesmas kecamatan (Cempaka, Banjarbaru Selatan, Sungai Ulin, Liang Anggang, dan Guntung Manggis).

    Pembagian sirup Fe untuk bayi dan balita, serta susu tambahan gizi bagi ibu hamil KEK (Kekurangan Energi Kronis) dan balita.

    Launching Video Kelas Ibu Hamil Digital dan Video Pemanfaatan Antropometri Digital untuk edukasi kesehatan modern.

    Peresmian inovasi Generasi Emas (Gerakan Edukasi dan Registrasi Identitas Anak yang Dilahirkan di Puskesmas untuk Masa Depan Sejahtera), hasil kolaborasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan Puskesmas Rawat Inap Cempaka. Program ini menjamin bayi yang lahir langsung mendapatkan dokumen kependudukan (akta kelahiran, KIA, dan KK).

    29 September 2025
    Program 100 hari kerja Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby bersama Wakil Wali Kota Wartono berhasil direalisasikan dan menjadi pijakan awal menuju visi Banjarbaru Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera (Emas).

    Dalam ekspose yang digelar di Aula Gawi Sabarataan, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, menegaskan bahwa program ini merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam membangun sistem pemerintahan yang responsif, cepat, dan berpihak kepada rakyat.

    “Program 100 hari kerja merupakan janji Lisa-Wartono saat kampanye dan menjadi dasar mewujudkan visi Banjarbaru Emas,” ujar Sirajoni. Ia menambahkan, pencapaian ini sekaligus bentuk pertanggungjawaban publik dari kepala daerah yang baru dilantik pada 21 Juni 2025 lalu.

    Meski ada beberapa program yang masih memerlukan penyempurnaan, Sirajoni menyebut bahwa target capaian 100 hari kerja mendekati 100 persen. “Langkah awal ini akan terus dilanjutkan dan disempurnakan seiring perjalanan kepemimpinan lima tahun ke depan,” jelasnya.(be)

  • Wali Kota Banjarbaru Perkuat Peran dalam Muskomwil V APEKSI

    Wali Kota Banjarbaru Perkuat Peran dalam Muskomwil V APEKSI

    BANJARBARUEMAS.COM — Kehadiran Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, dalam Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Regional Kalimantan yang berlangsung di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menjadi catatan penting dalam upaya memperkuat peran Banjarbaru di tingkat regional. Forum yang digelar selama tiga hari tersebut menempatkan isu strategis pembiayaan alternatif dari emisi karbon sebagai salah satu pokok bahasan utama.

    Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, selaku tuan rumah, menekankan pentingnya forum Muskomwil sebagai wadah bertukar gagasan. “Hal ini dilakukan sebagai bentuk persiapan pemerintah kota menghadapi tahun anggaran 2026, terlebih adanya pemotongan alokasi transfer ke daerah,” ujarnya saat pembukaan.

    Selain seminar terkait pembiayaan alternatif, Muskomwil V juga membahas tata kelola pemerintahan yang baik, pembangunan infrastruktur, digitalisasi layanan publik, penanganan perubahan iklim, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tema besar yang diusung, “Kota Kalimantan, Kota Masa Depan untuk Indonesia Emas”, menegaskan urgensi transformasi kota-kota di Kalimantan dalam menghadapi pembangunan Ibu Kota Nusantara.

    Dalam pleno kepengurusan baru, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, terpilih sebagai Ketua Komwil V APEKSI periode 2025–2028. Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, mendapat kepercayaan sebagai Wakil Ketua I, mendampingi Fairid Naparin yang menjabat Wakil Ketua II. Posisi tersebut menandai peran strategis Banjarbaru dalam membangun sinergi antar kota di Kalimantan.

    Sebagai kota yang berkembang pesat dan kini menjadi salah satu penyangga utama IKN, Banjarbaru dituntut berperan lebih dalam mendorong inovasi pembiayaan, memperkuat kerja sama lintas daerah, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.

    Melalui posisi strategis di APEKSI Komwil V, Banjarbaru berpeluang memperkuat kapasitas fiskal, terutama dengan membuka ruang diskusi pembiayaan berbasis emisi karbon yang sejalan dengan agenda pembangunan hijau nasional. Langkah ini diharapkan dapat menjadi jawaban atas tantangan fiskal ke depan, sekaligus memastikan Banjarbaru tetap berada di garis depan dalam membangun kota berdaya saing dan berkelanjutan.

    Muskomwil V APEKSI tahun ini menjadi tonggak penting: forum gagasan, wadah kolaborasi, dan momentum penguatan komitmen bersama. Bagi Banjarbaru, peran Wali Kota Erna Lisa Halaby sebagai Wakil Ketua I adalah sinyal bahwa kota ini siap tampil sebagai motor penggerak transformasi Kalimantan menuju Indonesia Emas 2045.(be)

  • Wali Kota Hj Erna Lisa Halaby Teguhkan Komitmen Banjarbaru dalam Penyelesaian TLRHP BPK

    Wali Kota Hj Erna Lisa Halaby Teguhkan Komitmen Banjarbaru dalam Penyelesaian TLRHP BPK

    BANJARBARUEMAS.COM – Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby menegaskan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru untuk mempercepat penyelesaian Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Semester II Tahun 2025. Penegasan itu disampaikan dalam penandatanganan komitmen bersama yang digelar BPK Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan di Auditorium BPK, Banjarbaru, Kamis (25/9/2025).

    Acara tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, para kepala daerah, ketua DPRD provinsi dan kabupaten/kota, serta Kepala BPK Perwakilan Kalsel, Andriyanto. Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama sebagai wujud keseriusan memperkuat tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel.

    Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menekankan pentingnya langkah konkret dalam mempercepat penyelesaian rekomendasi hasil pemeriksaan. “Masih ada lebih dari 400 rekomendasi yang harus dituntaskan. Momentum ini harus dimaknai sebagai langkah nyata memperbaiki tata kelola pemerintahan kita,” ujarnya.

    Kepala BPK Perwakilan Kalsel, Andriyanto, menegaskan bahwa tindak lanjut tidak boleh berhenti pada aspek administratif. “TLRHP adalah bukti nyata bahwa rekomendasi benar-benar dijalankan. Substansi perbaikan—mulai dari pemulihan kerugian negara hingga pembenahan sistem—menjadi tolok ukur utamanya,” katanya.

    Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby dalam kesempatan itu meneguhkan arah kebijakan Banjarbaru. “Dengan adanya penandatanganan komitmen ini, semoga menjadi langkah nyata dalam meningkatkan akuntabilitas, transparansi, serta tata kelola pemerintahan yang lebih baik demi mewujudkan Pemerintahan Kota Banjarbaru yang bersih dan terpercaya,” ujarnya.

    Penyelesaian TLRHP mencerminkan tiga hal: akuntabilitas dalam mengelola uang rakyat, transparansi yang dapat dipantau bersama, serta integritas untuk memperbaiki kelemahan sistem.

    Percepatan tindak lanjut rekomendasi BPK bukan hanya soal laporan keuangan pemerintah daerah yang lebih baik, tetapi juga membangun kepercayaan warga. Banjarbaru membutuhkan dasar tata kelola yang kokoh agar pelayanan publik berjalan efektif dan kredibel.

    Komitmen Wali Kota Lisa menegaskan bahwa integritas birokrasi adalah fondasi utama pembangunan. Dengan konsistensi, Banjarbaru tidak hanya mampu menjaga kepercayaan warganya, tetapi juga tampil sebagai teladan pemerintahan yang bersih, transparan, dan terpercaya.(be)

  • Banjarbaru Emas: Diplomasi Infrastruktur Wali Kota Lisa dan Strategi Menyusun Kota Modern

    Banjarbaru Emas: Diplomasi Infrastruktur Wali Kota Lisa dan Strategi Menyusun Kota Modern

    BANJARBARUEMAS.COM – Silaturahmi dan koordinasi Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, dengan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, di Jakarta (22/9/2025), menyiratkan satu pesan penting:

    Pembangunan daerah tidak mungkin berjalan optimal tanpa dukungan pemerintah pusat. Di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), kepala daerah dituntut menguasai seni diplomasi pembangunan—memadukan silaturahmi, koordinasi, dan konsultasi menjadi instrumen politik fiskal yang nyata.

    APBD Banjarbaru 2025 memang tidak memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menanggung proyek-proyek besar. Lebih dari 70 persen anggaran terserap oleh belanja wajib (mandatory spending) seperti pendidikan, kesehatan, dan belanja pegawai. Kondisi ini membuat ruang untuk belanja modal—yang sesungguhnya menjadi motor pembangunan infrastruktur—sangat terbatas.

    Dalam keterbatasan itulah strategi melobi kementerian teknis, terutama Kementerian PU, muncul sebagai langkah rasional sekaligus strategis. Diplomasi pembangunan semacam ini membuka berbagai peluang:

    • Akselerasi Infrastruktur – Dengan jalur lobi yang tepat, proyek strategis daerah berpeluang masuk ke dalam daftar prioritas nasional.
    • Optimalisasi APBN – Dana pusat melalui mekanisme Dana Alokasi Khusus (DAK), Inpres Jalan Daerah (IJD), hingga proyek langsung APBN dapat menjadi tambahan pendanaan yang mempercepat realisasi pembangunan.
    • Dukungan Teknis – Kementerian PUPR memiliki perangkat teknis dan pengalaman yang lebih mapan. Kolaborasi dengan mereka menjamin kualitas pembangunan sesuai standar nasional.
    • Alternatif Skema KPBU – Selain mengandalkan APBN, pola kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) bisa dijajaki sebagai sumber pembiayaan proyek jangka panjang.

    Dengan kata lain, keberhasilan melobi kementerian tidak hanya berhenti pada perolehan dana. Lebih jauh, ia membangun legitimasi politik, memperkuat kepercayaan publik, serta meningkatkan daya saing Banjarbaru di tengah persaingan antar kota yang semakin ketat.

    Wali Kota Lisa tidak sekadar menjalankan program rutin pemerintahan. Ia membawa agenda besar yang sejalan dengan visi Banjarbaru Emas—sebuah visi kota modern, berdaya saing, sekaligus tetap berakar pada identitas sejarahnya. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), ada empat proyek utama yang diposisikan sebagai pondasi transformasi kota.

    Pertama, Flyover Bundaran Simpang Empat.
    Proyek ini dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan di salah satu titik paling sibuk Banjarbaru. Namun lebih dari itu, flyover ini diharapkan menjadi ikon kota, menegaskan Banjarbaru sebagai ibu kota provinsi dengan wajah infrastruktur modern. Pemerintah juga berkomitmen mengkaji ulang desain dan efektivitasnya agar tidak sekadar monumental, tetapi benar-benar fungsional bagi masa depan kota.

    Kedua, Stadion Olahraga Regional.
    Bukan hanya arena pertandingan, stadion ini akan berperan sebagai ruang publik berskala besar. Ia diproyeksikan menjadi pusat kegiatan olahraga, rekreasi, hingga event regional. Kehadirannya diharapkan memperkuat solidaritas sosial, menyediakan ruang bagi generasi muda untuk berprestasi, serta memacu ekonomi kreatif yang lahir dari pergerakan komunitas.

    Ketiga, Kawasan Aerocity.
    Terintegrasi langsung dengan Bandara Internasional Syamsudin Noor, kawasan ini menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi Banjarbaru. Dengan posisi strategis, Aerocity akan menjadi pusat investasi dan poros konektivitas Kalimantan, membuka peluang kerja, serta menghubungkan Banjarbaru dengan jejaring ekonomi global.

    Keempat, Perluasan Balai Kota Banjarbaru.
    Pengembangan kantor pemerintahan bukan semata soal gedung baru. Konsep yang diusung adalah menghadirkan perkantoran modern yang efisien, tetapi tetap merawat bangunan lama peninggalan 1956 sebagai simbol sejarah. Dengan begitu, pemerintahan Banjarbaru dibangun di atas fondasi memori kolektif warganya, sekaligus menatap masa depan dengan tata kelola yang lebih profesional.

    Selain empat agenda besar tersebut, tahun 2025 juga diwarnai oleh proyek infrastruktur lain yang tak kalah penting. Misalnya, revitalisasi Jembatan Sungai Ulin I dengan dukungan dana APBN Rp10,2 miliar, perbaikan jalan dan trotoar untuk meningkatkan aksesibilitas sekaligus estetika kota, hingga pembangunan kolam retensi dan embung sebagai strategi mitigasi banjir yang kerap menghantui wilayah perkotaan.

    Sinergi dengan pemerintah pusat adalah kunci percepatan pembangunan. Wali Kota Lisa memahami betul bahwa APBD saja tidak cukup menopang lompatan besar. Karena itu, ia meramu strategi dengan memadukan dukungan APBN, skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), dan jejaring lintas kementerian.

    Di tengah kompetisi antar kota yang semakin ketat, strategi agresif untuk mengamankan porsi pembangunan dari pusat adalah keniscayaan. Banjarbaru tidak bisa hanya menunggu, melainkan harus aktif “menjemput bola” agar masuk dalam radar prioritas nasional.

    Langkah Wali Kota Lisa menjadi contoh praktik kepemimpinan modern: berani mengaktualisasikan visi melalui diplomasi pembangunan. Inilah wujud pemahaman atas politik fiskal—bahwa pembangunan kota memerlukan seni melobi, membangun jejaring, sekaligus merawat kepercayaan pusat.

    Dengan cara ini, Banjarbaru diarahkan melampaui statusnya sebagai “ibu kota administratif.” Kota ini diproyeksikan menjadi pusat konektivitas baru, simpul ekonomi regional, dan ruang peradaban modern di Kalimantan Selatan. Sebuah transformasi yang menegaskan, bahwa diplomasi pembangunan bukan sekadar strategi, melainkan fondasi untuk mewujudkan Banjarbaru Emas.(be)

  • Banjarbaru Dorong Penguatan Posyandu, Wali Kota dan Ketua TP Posyandu Hadiri Rakornas 2025

    Banjarbaru Dorong Penguatan Posyandu, Wali Kota dan Ketua TP Posyandu Hadiri Rakornas 2025

    BANJARBARUEMAS.COM – Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, bersama Ketua Tim Penggerak (TP) Posyandu Kota Banjarbaru, H Riandy Hidyat, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Posyandu 2025 di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta, Senin (22/9/2025).

    Rakornas yang digelar Kementerian Dalam Negeri bersama Tim Pembina Pusat Pos Pelayanan Terpadu ini diikuti oleh seluruh Ketua TP Posyandu Provinsi dan Kabupaten dan Kota se-Indonesia.

    Forum ini menjadi wadah penting untuk menyatukan langkah penggerak Posyandu, khususnya dalam meningkatkan layanan kesehatan ibu, anak, dan balita.

    Rakornas Posyandu mengusung tema “Penguatan Peran Posyandu dalam Mendukung Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut menandai transformasi Posyandu yang kini tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi juga mendukung enam Standar Pelayanan Minimal (SPM): kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman, ketertiban, dan perlindungan masyarakat.

    Ketua TP Posyandu Kota Banjarbaru, Riandy Hidyat, menegaskan bahwa partisipasi Banjarbaru dalam forum ini merupakan bentuk komitmen daerah terhadap agenda nasional.

    “Posyandu bukan hanya tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga pusat edukasi keluarga untuk melahirkan generasi sehat, cerdas, dan tangguh. Melalui Rakornas ini, kami membawa semangat agar Posyandu di Banjarbaru lebih inovatif dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

    Menurut Riandy, kehadiran Banjarbaru di Rakornas juga memberi ruang untuk memperluas jejaring serta bertukar praktik baik antar daerah.

    “Harapannya, manfaat layanan Posyandu semakin dirasakan masyarakat secara nyata,” tambahnya.

    Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Nasional, Tri Tito Karnavian, menegaskan bahwa transformasi Posyandu telah memiliki dasar hukum yang kuat. Undang-Undang Desa, Undang-Undang Pemerintahan Daerah, hingga regulasi teknis di Kemendagri memberi payung hukum bagi Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan dasar masyarakat.

    “Posyandu kini melayani enam bidang SPM, tidak lagi hanya kesehatan. Transformasi ini membutuhkan registrasi resmi ke Kemendagri melalui Ditjen Bina Pemerintahan Desa. Dengan registrasi sah, Posyandu bisa memperoleh pengakuan formal sekaligus dukungan anggaran dari APBD,” jelas Tri.

    Ia menekankan bahwa sinkronisasi pusat dan daerah sangat penting agar transformasi tidak berhenti di tataran wacana.

    Perencanaan pembangunan daerah—mulai dari RPJMD hingga RKPD—harus selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

    Rakornas juga dihadiri perwakilan kementerian dan lembaga pengampu enam SPM, termasuk Kementerian Sosial, PUPR, dan Kementerian Pendidikan.

    Hadir pula istri-istri menteri yang selama ini terlibat dalam gerakan Posyandu. Forum ini juga melahirkan sejumlah rekomendasi, mulai dari peningkatan kapasitas kader, pemanfaatan teknologi digital, hingga strategi integrasi lintas sektor.

    “Posyandu harus menjadi motor pelayanan dasar masyarakat, dari desa hingga kota. Dengan transformasi ini, Posyandu semakin relevan, kuat, dan bermanfaat bagi seluruh keluarga Indonesia,” pungkas Tri.

    Kehadiran Wali Kota Erna Lisa Halaby bersama Ketua TP Posyandu Riandy Hidyat memberi pesan bahwa Banjarbaru serius dalam menjadikan Posyandu sebagai instrumen penting pembangunan manusia.

    ‘Dengan semangat Banjarbaru Emas, Kota Banjarbaru berpeluang tampil sebagai laboratorium inovasi Posyandu yang tidak hanya melayani kesehatan, tetapi juga memperkuat kualitas hidup warga secara menyeluruh,” terang Lisa Halaby.(be)

  • Banjarbaru Semester II 2025: APBD, 100 Hari Kerja, dan Konsolidasi Kepemimpinan

    Banjarbaru Semester II 2025: APBD, 100 Hari Kerja, dan Konsolidasi Kepemimpinan

    BANJARBARUEMAS.COM – Memasuki penghujung September 2025, Kota Banjarbaru berdiri di titik persimpangan penting. Data Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) per 21 September 2025 menunjukkan realisasi pendapatan sebesar Rp961,76 miliar atau 64,71 persen dari target Rp1,48 triliun. Angka ini, secara kasat mata, memberi sinyal optimisme: mesin fiskal Banjarbaru berjalan relatif baik, meski kepemimpinan Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby baru efektif sejak pelantikan pada 21 Juni 2025, menjelang penutupan semester pertama.

    Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih menjadi pekerjaan rumah. Dari target Rp431,05 miliar, baru terealisasi Rp142,67 miliar atau 33,10 persen. Pajak daerah cukup solid di angka 44,66 persen, tetapi retribusi baru 22,89 persen, dan Lain-lain PAD yang Sah hanya 4,21 persen. Hanya hasil pengelolaan kekayaan daerah yang hampir mencapai target (91,35 persen). Fakta ini memperlihatkan rapuhnya basis fiskal daerah, karena masih sangat bergantung pada dana transfer dari pusat.

    Di sisi lain, Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tetap menjadi penopang utama, dengan capaian Rp663,22 miliar atau 68,65 persen. Ada anomali menarik: pendapatan transfer antar daerah bahkan melampaui target hingga 165,62 persen. Kondisi ini mengingatkan bahwa Banjarbaru masih harus serius menata strategi kemandirian fiskalnya.

    Belanja daerah pun menunjukkan wajah yang ganda. Dari total Rp1,61 triliun, baru terserap Rp731,59 miliar atau 45,34 persen. Belanja pegawai mencapai 66,22 persen, menunjukkan birokrasi tetap berfungsi. Namun belanja modal — indikator pembangunan nyata — baru 29,42 persen. Belanja sosial lebih rendah lagi: bantuan sosial 9,55 persen, hibah 40,29 persen, dan belanja tidak terduga hanya 3,27 persen. Artinya, ke depan Pemkot perlu akselerasi agar APBD benar-benar menjawab kebutuhan warga, bukan hanya membiayai rutin birokrasi.

    Di capaian yang cenderung teknokratis, Wali Kota Lisa mencoba membumikan APBD lewat program 100 hari kerja. Program ini bukan sekadar seremonial, melainkan strategi percepatan agar belanja daerah segera terasa di lapangan.

    1. Pasar Murah Bersubsidi — dibuka 14 Juli 2025 di Lapangan dr. Murdjani, kemudian bergilir ke 20 kelurahan. Sembako disubsidi Rp5.000 per item, gas LPG 3 kg dijual Rp18.500. Lisa menegaskan program ini akan dijadikan agenda rutin, bukan sekadar 100 hari.
    2. Normalisasi Drainase dan Sungai — fokus pada kawasan rawan banjir, memperkuat fungsi infrastruktur dasar kota. Pos ini diharapkan mempercepat serapan belanja modal.
    3. Perbaikan Jalan Kota — seperti Panglima Batur dan RO Ulin. Lisa membedakan tegas kewenangan: jalan nasional tetap ranah pusat, sementara Pemkot fokus pada jalan kota.
    4. Penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) — bantuan bagi keluarga miskin terdampak pembangunan. Program ini mengisi celah belanja sosial yang masih rendah, sembari menegaskan aspek keadilan pembangunan.
    5. Penataan Kabel Semrawut — meski tampak sederhana, penataan kabel menyentuh isu keselamatan dan estetika kota.
    6. Transparansi Pembangunan — dokumentasi visual “sebelum dan sesudah” proyek, sebuah praktik transparansi yang jarang dilakukan daerah lain.

    Tiga pesan kuat dari Lisa — mitigasi banjir, penataan drainase kota, dan merapikan kabel udara — memberi sinyal bahwa kepemimpinannya bukan hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga pada ketertiban tata kota dan kenyamanan publik.

    Untuk mewujudkan agenda besar itu, Lisa membutuhkan tim kerja yang kuat di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) teknis. Orang-orang yang tidak sekadar memiliki kemampuan manajerial, tetapi juga ketegasan, kecermatan teknis, dan—yang paling penting—loyalitas untuk melaksanakan perintah wali kota secara konsisten.

    Rencana rotasi kepala dinas, yang dimulai dari pelantikan Sekretaris Daerah, menjadi langkah strategis. Memang, cukup wajar jika dalam penyusunan kabinet pasca-pilkada ada nuansa politik. Namun di sinilah Lisa diuji: sejauh mana ia mampu menegakkan meritokrasi sebagai dasar utama.

    Jabatan kepala dinas seharusnya tidak jatuh pada mereka yang sekadar dekat secara politik, melainkan pada figur yang terbukti mampu mengeksekusi agenda besar pemerintahan. Dengan meritokrasi, birokrasi Banjarbaru bisa menjadi mesin eksekusi yang efisien, bukan sekadar arena kompromi politik.

    Pilihan siapa yang akan ditempatkan memang hak prerogatif wali kota. Tetapi hak itu akan bernilai jika digunakan dengan pertimbangan matang berbasis kompetensi, pengalaman, dan integritas. Bila Lisa konsisten pada prinsip ini, rotasi pejabat bukan sekadar formalitas, melainkan momentum untuk memperkuat birokrasi pembangunan.

    Dalam waktu yang relatif singkat, Lisa memperlihatkan sikap kepemimpinan yang berani, transparan, dan berpihak kepada warga kecil. Banjarbaru kini sedang membangun “trust” antara pemerintah dan rakyatnya.

    Dan di sinilah letak perbedaan yang penting: di bawah kepemimpinan Walikota Lisa, Banjarbaru tidak lagi sekadar hidup dari “harapan” yang samar, tetapi benar-benar mulai merasakan harapan baru yang nyata. Harapan yang hadir dalam bentuk subsidi pangan di pasar murah, rumah layak huni untuk keluarga miskin, jalan kota yang lebih tertib, hingga wajah kota yang makin manusiawi dengan kabel yang tertata rapi.

    Jika konsistensi ini dijaga, bukan mustahil Banjarbaru Emas bukan sekadar slogan, melainkan warisan kepemimpinan Lisa yang akan dikenang: kepemimpinan yang mengubah wacana menjadi kerja, harapan menjadi kenyataan, dan janji politik menjadi kesejahteraan publik.(be)

    *sumber data:
    https://djpk.kemenkeu.go.id/portal/data/apbd?periode=9&tahun=2025&provinsi=16&pemda=10

  • Banjarbaru Gelar Gerakan Pangan Murah, Kunci Menjaga Stabilitas dan Masa Depan Pangan

    Banjarbaru Gelar Gerakan Pangan Murah, Kunci Menjaga Stabilitas dan Masa Depan Pangan

    BANJARBARUEMAS.COM – Gedung Bina Satria Banjarbaru, Kamis (25/9/2025), dipenuhi antrean warga sejak pagi. Mereka datang untuk menikmati harga pangan lebih murah dari pasar biasa. Beras, minyak goreng, telur, hingga ikan segar disiapkan Pemerintah Kota Banjarbaru dalam gelaran Gerakan Pangan Murah (GPM).

    Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia, Hari Krida Pertanian, Hari Vaksin Rabies, dan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) tahun 2025. Semua momentum itu dilebur dalam satu pesan: pangan sehat, murah, dan berkelanjutan adalah fondasi peradaban.

    “Pangan yang cukup, sehat, dan bergizi adalah kunci lahirnya generasi yang kuat dan bangsa yang bermartabat,” ujar Pj. Sekda Kota Banjarbaru, Sirajoni, dalam sambutannya.

    Pernyataan itu bukan retorika. Pemerintah Kota Banjarbaru, kata dia, telah menyiapkan fondasi hukum untuk menjaga keberlanjutan sektor pangan. Ada Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan seluas 1.000 hektar, Perda Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, hingga Perwali tentang Cadangan Pangan Pemerintah. Instrumen hukum ini menjadi penyangga di tengah ancaman perubahan iklim dan gejolak pasar.

    Data yang dipaparkan Sirajoni menunjukkan geliat pertanian Banjarbaru tak bisa dipandang sebelah mata. Luas tanam padi mencapai 1.733 hektar dengan realisasi tanam hingga September 84,89 persen. Perkebunan tumbuh pesat di atas lahan seribu hektar dengan komoditas karet, kelapa, sawit, dan kopi. Di baliknya berdiri 310 kelompok tani dengan lebih dari 6.000 anggota, termasuk 200 petani milenial yang didorong menjadi pionir pertanian berbasis teknologi.

    “GPM di lima kecamatan adalah upaya nyata untuk memastikan pasokan pangan tetap stabil, harga terkendali, serta daya beli masyarakat terjaga,” kata Sirajoni. Program ini, lanjutnya, selaras dengan 100 Hari Kerja Wali Kota Banjarbaru dan strategi pengendalian inflasi dalam bingkai visi Banjarbaru Emas.

    Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, turut hadir dalam acara itu. Kehadirannya menegaskan bahwa isu pangan bukan urusan teknis semata, melainkan prioritas politik dan keberpihakan pada warga.

    GPM Banjarbaru hari itu menjadi ruang pertemuan banyak kepentingan: ketahanan pangan, kesehatan hewan dan manusia, hingga keberlanjutan pertanian dan perikanan. Lebih dari sekadar distribusi bahan pokok murah, ia menjadi simbol bahwa Banjarbaru tengah menata masa depan pangan dengan serius.(be)